962
  2016-10-05       www.ampconsultant.co.id

Memaknai Perkembangan Penggunaan Bahasa di Jejaring Sosial

Indonesia sebagai Negara kepulauan atau nusantara memiliki bermacam ragam bahasa. Tercatat sedikitnya 442 bahasa yang dimiliki Indonesia. Pada tahun 2012, hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat 546 bahasa, yang terdiri dari bahasa dan sub bahasa di seluruh Indonesia. Termasuk diantaranya adalah Bahasa Indonesia yang menjadi bahasa nasional. Penggunaan bahasa penting untuk dibahas. Karena bahasa merupakan alat yang paling efektif dalam setiap aktivitas komunikasi. Dalam hal ini keberagaman bahasa menjadi kebutuhan dan memiliki tujuan untuk berkomunikasi.

Triwitaan 173 views

Source: www.solopos.com

Akhir-akhir ini penggunaan bahasa di pengaruhi dengan kemajuan teknologi. Kemajuan teknologi membawa kemudahan untuk berkomunikasi. Berkomunikasi kini sudah tidak lagi menyita jarak, ruang dan waktu. Kemudahan berkomunikasi inilah yang membawa pemakainya untuk menggunakan bahasa sebagai pengantar dalam berkomunikasi. Tetapi penggunaan bahasa untuk berkomunikasi ini, mempengaruhi gaya bahasa dan tingkah laku pemakainya. Terlebih lagi di jejaring sosial, sebut saja Facebook, Twitter, dll. Penggunaan bahasa di jejaring sosial ini mendominasi gaya bahasa baik lisan maupun tulisan.

Source: zaid-share.blogspot.com

Penggunaan bahasa dalam berkomunikasi tentu harus diperhatikan, terlebih penggunaannya di jejaring sosial. Jika ada anggapan bahwa penggunaan Bahasa Indonesia menjadi media mengekspresikan dirinya melalui bahasa. Ini yang harus di perjelas dalam pemakaiannya.

Penggunaan Bahasa Indonesia tidak boleh bertolak belakang dengan prinsip penggunaan Bahasa Indonesia. Berkomunikasi dengan menggunakan Bahasa Indonesia sesuai pedoman/kaidah yanag ada, tak lagi perlu ejaan dan gaya bahasa ‘Alay’ yang dapat merusak bahasa kita.

Tetapi, dari sudut pandang lain dari beberapa kelompok/komunitas yang berpendapat lain, bahwa penggunaan bahasa Indonesia yang mengacu pada prinsip dan kaidah penggunaan bahasa yang baik dan benar akan membawa situasi komunikasi yang kaku. Seperti pengaruh bahasa ‘Alay’ yang banyak digunakan secara lisan maupun lisan,

Penggunaan bahasa yang berkembang saat ini, yaitu dengan menyisipkan istilah atau kosakata bahasa Inggris, adanya singkatan pada sebagian besar konstruksi kalimat, pemotongan kalimat yang digunakan agar lebih singkat, tulisan mencampuradukan huruf besar dan kecil, dan tidak ada pola baku yang diterapkan dalam penulisan maupun lisan.

Kita telah melunturkan identitas dan citra bahasa sendiri dengan lebih banyak mengapresiasi bahasa asing sebagai bahasa lambang kemodernan.
Source: Warsiman, 2006;42-43
Source: hima-tl.ppns.ac.id

Bagaimana cara kita memandang hal seperti ini? Apakah kita juga melakukan hal yang sama dengan fenomena penggunaan bahasa dalam berkomunikasi, terlebih lagi penggunaannya di jejaring sosial. Perlu diketahui bahwa penggunaan bahasa dipengaruhi oleh faktor dinamika peradaban manusia, budaya dan lingkungan/demograsinya. Bahasa dapat terbentuk dari beragam dialeg, aksen, laras dan gaya yang timbul baik dalam hal sosial maupun yang lainnya.

Dengan berkembangnya Perangkat teknologi mutakhir yang dapat memermudah kita berkomunikasi dan mengakses segala hal dalam penggunaan bahasa dan penerapannya secara lisan maupun tulisan, harus ditegaskan bahwa posisi Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional atau bahasa persatuan tetap menjadi pengantar bahasa untuk berkomunikasi. Setiap pemakainya harus hati-hati dalam penggunaan terhadap perkembangan beragam bahasa yang berkembang di masyarakat.

Tidak ada yang salah, peradaban manusia, budaya dan lingkungan demografis adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pola berbahasa seseorang.
Source: Meyerhoff, 2006;108
Source: www.pusakaindonesia.org

kita perlu berdiskusi dan menentukan sikap terhadap fenomena bahasa pada dunia maya dan jejaring sosial yang semakin menglobal. Perlu diingat disini bahwa kita harus menerapkan penggunaan bahasa yang baik sesuai dengan yang telah dianjurkan. Jika kita tidak mencintai bahasa kita sendiri, lalu siapa lagi? Kita harus menjunjung tinggi kaidah pemakaian bahasa Indonesia agar tidak hilang akibat dinamika peradaban manusia dan intervensi dari bahasa lain. Selain itu, perhatikan penempatan dan sesuaikan kondisi kepada siapa penggunaan bahasa dalam berkomunikasi harus diterapkan.

Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS