955
  2016-10-05       poster.co.id

Kenyamanan Bertransportasi Umum

Transportasi umum di ibukota yang paling dikenal masyarakat adalah bus TransJakarta. Bagaimana ya tanggapan mengenai kepuasan para pengguna transportasi umum di Jakarta akhir-akhir ini?

Lidya O. 68 views

Angkutan Umum

Kendaraan umum satu ini ukurannya hampir sama dengan mobil pribadi pada umumnya, tapi yang berbeda adalah AC tidak dinyalakan dan sedikit tidak terawat.

Angkutan umum atau angkot memang memiliki banyak jurusan di segala penjuru kota. Dan kuantitasnya cukup banyak menampung penumpang. Tapi sayangnya, saya masih sangat merasa tidak puas dengan angkot yang sering ditumpangi oleh para perokok dan beberapa pengamen. Untuk urusan ketepatan waktu, angkot-angkot ini hanya bermasalah pada saat mereka ingin mencari penumpang dengan berhenti di suatu tempat sampai bermenit-menit lamanya. Kalau kita lagi buru-buru, sebaiknya carilah alternatif lain yang lebih cepat.

Dan satu lagi yang menyebalkan, menurut saya, seharusnya para driver angkot ini yang sudah tidak ingin beroperasi lagi, jangan mengoper penumpang ke angkot lain. Jelas ini sangat mengganggu. Dulu saya pernah ada pengalaman dioper ke angkot lain dan driver dari angkot itu minta ongkos. Padahal saya sudah membayar di angkot sebelumnya yang "mogok". Dan juga, berhati-hatilah pada malam hari karena akan sangat membahayakan bagi penumpang wanita.

Source: cdn.tmpo.co

Source: ciricara.com

Sejauh ini, nilai yang bisa saya berikan pada angkot-angkot di Jakarta adalah 6 poin.

Bus Kota

Bus kota seperti metromini dan kopaja masih banyak "berkeliaran" di jalanan Jakarta. Waktu saya masih kuliah di tahun pertama, saya masih rajin menggunakan transportasi ini. Tapi karena beberapa masalah, akhirnya saya berpindah ke TransJakarta.

Para driver bus kota hampir semuanya ugal-ugalan dan berpakaian lusuh. Mungkin karena kena panas, debu dan asap kendaraan setiap hari, jadi mereka tidak memperhatikan penampilan lagi. Sama seperti angkot, para driver bus juga sering berlama-lama mencari penumpang dengan berhenti seenaknya di pinggir jalan. Kadang, kalau kita complain, justru malah lebih galak mereka, lho.

Dalam setahun, saya hanya akan naik bus kota kira-kira 1 sampai 3 kali saja. Sangat sedikit. Ya, karena selain banyak pencopet, pengamen dan orang-orang perokok, saya juga tidak suka dengan kebisingan dan tempat duduk yang kotor dan tidak terjamin kebersihannya.

Sekitar beberapa tahun yang lalu, saya pernah mengalami insiden kecopetan di bus kota yang sedang saya tumpangi. Awalnya ada seorang bapak-bapak yang berpura-pura menawarkan service pijat tangan. Saya merasa aneh dan canggung. Tapi karena berhubung waktu itu saya banyak melamun, jadi saya ikuti saja instruksi dari bapak itu. Alhasil, tidak berapa lama resleting tas saya sudah terbuka lebar dan hp saya sudah hilang. Saya turun dan sempat menonjok kepala pencopet itu tapi saya terlalu takut untuk turun dari bus karena lajunya yang begitu cepat. Kebetulan saat itu saya sedang seorang diri dan tidak ada penumpang lain. Driver bus itu pun tidak melakukan apa-apa dan hanya melihat saya sekilas saja. Karena kesal, saya minta turun dan menangis di jalan. Pengalaman seperti ini tidak akan pernah saya lupakan sekaligus menjadi trauma yang cukup mendalam pada bus kota.

Source: www.harnas.co

Nilai yang bisa saya berikan pada bus kota adalah 3 poin.

TransJakarta

TransJakarta adalah salah satu transportasi umum dengan jenis BRT atau Bus Rapid Transit yang beroperasi di DKI Jakarta terhitung sejak 1 Februari 2004. Wah, sudah selama itukah? Tidak terasa ya?

Kemudian, pada Mei 2006, Gubernur DKI Sutiyoso mengubah BP TransJakarta menjadi BLU atau Badan Layanan Umum. Hingga di tahun 2015, TransJakarta berubah status menjadi BUMD atau Badan Usaha Milik Daerah dan resmi berganti menjadi PT. Transportasi Jakarta.

Dan sekarang, sudah mulai diterapkan e-card yang mengharuskan para penggunanya memiliki kartu yang dapat diisi ulang.

Sejak pertengahan kuliah, saya sudah terbiasa menggunakan TransJakarta sebagai alat transportasi saya setiap harinya. Dan saya jadi kenal banyak wilayah DKI Jakarta lewat bus ini. Saya pun baru menyadari betapa luasnya DKI Jakarta begitu menggunakan TransJakarta. Saya bisa pergi ke mana-mana tanpa harus merasa risih pada pengamen, atau bising yang dibuat oleh para driver angkot.

Dan baru-baru ini, di beberapa halte sudah mulai diterapkan masuk dan keluar dengan kartu. Jadi kalian harus tetap tap e-card kalian supaya bisa keluar halte. Hal ini persis seperti di stasiun kereta api, ya?

Source: indowarta.com

Untuk saat ini, saya merasa jauh lebih nyaman dengan TransJakarta sehingga saya bisa memberikan 7 poin pada transportasi umum ini.

Kereta

Biasanya, orang-orang yang bekerja di Jakarta dan bertempat tinggal di Depok atau Tangerang pasti akan menggunakan kereta jika tidak memiliki kendaraan pribadi. Saya sendiri menyarankan untuk menggunakan kereta jika dalam perjalanan yang cukup jauh. Tiket kereta pun saat ini dapat dipakai dengan e-card yang sama dengan TransJakarta. Jadi, tidak perlu mengantri lama di loket untuk membeli tiket.

Dibandingkan dengan tahun-tahun yang sebelumnya, kebersihan di stasiun kereta di Jakarta sekarang lebih terjamin dan aman. Dan masalah ketepatan waktu, jika terjadi keterlambatan, seperti biasa tidak ada informasi yang detil kepada para penumpang. Tapi sejauh ini, layanan kereta api mulai membaik dengan diadakannya perbedaan gerbong wanita dan pria, sama seperti di TransJakarta.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS