950
  2016-10-03    

Mengenal Istiqomah Community

Untuk memotivasi beribadah menjadi lebih istiqomah, dibentuklah komunitas IC sesuai dengan standar Sultan Mahmud Al-Fatih.

Lidya O. 527 views

Barangsiapa yang menunjukkan kepada suatu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya. (HR. Muslim)

Sejarah IC

Istiqomah Community adalah sebuah komunitas mutaba'ah yaumiyah (laporan kegiatan beribadah) yang diikutsertakan lewat grup Whatsapp. Komunitas ini berdiri sejak 5 Maret 2016 oleh Bapak Khairul Insan yang merupakan alumni ODOJ (One Day One Juz). Awalnya IC ini diterapkan di keluarga beliau yang kemudian beralih ke para pekerja di perusahaan beliau.

Hingga saat ini IC sudah memiliki 5 grup Whatsapp yang aktif dengan 25 anggota. Kepengurusan IC masih dalam proses, terdiri dari satu orang pencetus, 4 orang admin, 4 orang co-admin yang bertugas memegang grup yang sudah ada. Selain fokus pada mutaba'ah yaumiyah, IC juga pernah aktif dalam kegiatan sosial seperti mewakafkan beberapa Al-Qur'an dan membantu komunitas PAY.

Kegiatan IC

Dalam satu hari terdiri dari 9 item yang akan dilaporkan di grup dan diberi tanda sesuai dengan keterangan yang ada.

9 item tersebut meliputi:

1. Shalat Maghrib
2. Shalat Isya
3. Qiyamul Lail
4. Shalat Subuh
5. Shalat Dhuha
6. Shalat Dzuhur
7. Shalat Ashar
8. Tilawah
9. Sedekah

Simbol yang digunakan di Whatsapp sebagai tanda "done" atau "tidak done" adalah seperti gambar di bawah ini:

Setiap member akan melakukan laporan setiap harinya di grup. Di bawah ini adalah contoh rekapan per harinya.

Semua hasil rekapan setiap harinya akan ada penilaian dari admin. Setelah itu, setiap bulannya member akan diberitahukan rekap nilai berupa IPK seperti gambar di bawah ini.

Setelah mengetahui nilai masing-masing, para member bisa langsung menilai diri sendiri apakah sudah lebih baik dari sebelumnya atau belum. Tujuan dibuatnya komunitas ini adalah untuk saling memotivasi antar member agar lebih berkomitmen dalam beribadah. IC tidak memaksakan setiap member jika dirasa tidak sanggup. Dan dengan adanya komunitas ini, para member bisa saling mengenal satu sama lain walaupun hanya berkomunikasi secara online karena tidak semua member tinggal di Jakarta. Karena ada yang berasal dari luar Jawa seperti Palembang dan Bangka Belitung. Selain itu, para member juga bisa berlatih untuk lebih disiplin dan tepat waktu dalam mengerjakan sesuatu. Karena ibadah kita yang menilai sesungguhnya bukan manusia, tetapi Allah. IC hanya sebatas tempat di mana kita bisa melatih diri untuk membiasakan beribadah dengan komitmen dan keistiqomahan.

Testimoni Member IC

"Jadi disiplin shalat di awal waktu berjamaah di masjid, dan semangat melakukan shalat-shalat sunnah. Semakin dekat dengan Al-Qur'an, Jadi mudah berbagi pada sesama (shadaqoh). Jiwa jadi lebih tenang dan sabar. Makin bertambah ilmu agama. Semakin banyak terjalin ukhuwah baik di masjid-masjid dan di komunitas."

Thamrin, 40, Karyawan Swasta

"Jika aku ditanya siapa itu sahabat, aku akan jawab yaitu Istiqomah Community. Karena, dari komunitas inilah aku belajar dan benar-benar diberi arti tentang sahabat, sebuah persaudaraan yang mengajarkan aku bagaimana caranya istiqomah, dan yang selalu merangkul aku dikala langit pun terkadang tak mau menemani ketika kita sedang sama-sama menguraikan air mata. Terimakasih untuk kakak dan abang yang selalu membuat aku termotivasi untuk terus belajar memperbaiki kedekatanku pada Sang Ilahi."

Sholihah, 20, Mahasiswi Kebidanan

"Selang beberapa hari saya menjadi member, saya bingung karena belum pernah ikut komunitas grup ibadah lewat WA. Tapi karena saya mengajar di sekolah Islam yang mewajibkan target tilawah, mutaba'ah yaumiyah di halaqah yang saya ikuti, semuanya membuat saya berpikir cukup untuk tidak bergabung di IC ini. Belum lagi paradigma. Wacana tentang apakah grup laporan ibadah via WA seperti itu termasuk riya atau tidak, dan segudang keraguan lainnya. Namun, karena realitanya kadang jiwa ini melemah naik turun, dengan kebersamaan IC, yang berlanjut sampai perkenalan satu sama lain antar anggota, dan melihat laporan form grup ini sudah memacu semangat saya untuk bisa "done". Tentunya, di IC saya dapat keluarga baru walau jauh di mata namun dekat di hati. Dan insyaAllah sevisi dan semisi. Satu lagi, walaupun grup IC ada yang gabungan, tapi mereka ICers sangat sopan dalam tutur kata maupun gurauan keakraban,"

Tika, 26, Guru

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS