948
  2016-09-29       kucinglucu.net

Cerita Si Kucing Tama, Kepala Stasiun Kereta Kishi

Tama, kucing kepala stasiun yang banyak mengundang wisatawan ke Stasiun Kishi, di Wakayama, Jepang.

Lidya O. 104 views

Sekilas Tentang Tama

Tama lahir pada 29 April 1999 silam dan meninggal di usia ke-16, 22 Juni 2015 lalu. Ia adalah kucing betina yang memiliki jabatan sebagai kepala stasiun sekaligus pejabat eksekutif Wakayama Electric Railway di Stasiun Kishi, Kinokawa, Prefektur Wakayama, Jepang.

Ia dilantik sebagai kepala stasiun pada 5 Januari 2007, selain itu ada juga dua kucing lainnya yang menjadi asisten Tama, yaitu Chibi dan Miko. Ketiga kucing tersebut mendapatkan pekerjaan seumur hidup dan gaji tahunan dari perusahaan kereta api berupa makanan kucing.

Setelah dipekerjakan selama setahun, akhirnya Tama diangkat dari kepala seksi menjadi kepala stasiun pada 5 Januari 2008. Pengangkatan Tama, Chibi dan Miko diikuti dengan pemberian atribut resmi dari perusahaan kereta api. Tujuan Tama dijadikan kepala stasiun adalah untuk menarik banyak wisatawan baik dari dalam Jepang maupun luar Jepang. Hal ini terbukti dengan adanya peningkatan jumlah penjualan karcis oleh pengguna jasa kereta api yang berkembang dari tahun ke tahun. Begitu terkenalnya Tama, beberapa reporter dari luar negeri pun sengaja datang ke Wakayama, Jepang hanya untuk meliput Tama secara eksklusif.

Sepeninggalan Tama

Meninggal di usia ke-16 membuat Tama menjadi legendaris yang tidak akan pernah dilupakan oleh masyarakat Jepang maupun turis yang pernah mengunjunginya. Sesaat sebelum meninggal, juru bicara Wakayama Electric Railway sudah menyatakan bahwa Tama menderita infeksi saluran hidung sejak sepekan sebelumnya. Gubernur Wakayama, Yoshinobu Nisaka termasuk dari orang-orang yang sangat bersedih atas meninggalnya Tama.

Tama telah memenangkan hati banyak orang di dalam dan di luar negeri sebagai seorang bintang dalam pariwisata. Seiring berita kehilangan dia, saya menyatakan duka cita sedalam-dalamnya.

Pemakaman Tama menggunakan prosesi Shinto. Ia diberikan sajian berupa sake, semangka, apel, kubis, buah-buahan dan sayur-sayuran lainnya, Penggemar dan para turis yang mengetahui bahwa Tama telah tiada langsung berdatangan dan memberikan banyak karangan bunga, tuna kaleng, dan hadiah lainnya. Sebegitu besarnya antusias mereka untuk menunjukkan belasungkawa atas peninggalan Tama, si kucing legendaris.

Walaupun sudah pergi meninggalkan dunia ini, kisah Tama terus akan menjadi sejarah yang tercatat di Jepang hingga di pelosok negeri lainnya.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Related Tags
Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS