943
  2016-09-28       lifestyle.sindonews.com

Bahaya Tinggal Serumah Dengan Perokok

Merokok tidak hanya membahayakan diri sendiri, tapi orang disekitarmu juga.

Official Brawijaya Hospital and Clinic 3 views

Asap yang dihasilkan oleh rokok dapat dibagi menjadi 2, sidestream smoke dan mainstream smoke. Asap yang dibakar pada ujung rokok atau sidestream smokedapat mengandung racun lebih banyak dibandingkan asap rokok yang dihirup lansung oleh perokok atau mainstream smoke.

Asap rokok mengandung sekitar 7.000 bahan kimia yang terdiri dari partikel padat dan gas. Lebih dari 50 bahan kimia itu sudah dibuktikan sebagai penyebab kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker paru-paru dan kanker mediastinum (rongga paru).

Sementara senyawa kimia lainnya seperti amonia, sulfur dan formalin mengiritasi mata, hidung, tenggorokan dan paru-paru. Bagi yang menderita penyakit pernapasan seperti asma atau bronkitis, zat ini akan memberikan bahaya, dan terpaparnya terhadap asap rokok dapat memicu atau memperburuk gejala penyakit.

Resiko Kesehatan Asap Rokok Pasif Bagi yang Tidak Pernah merokok

Orang-orang yang tidak pernah merokok tetapi tinggal serumah dengan perokok, atau perokok pasif, mempunyai peningkatan risiko berbagai penyakit seperti penyakit jantung. Ada bukti konsisten dari penelitian bahwa orang yang tinggal serumah dengan perokok mempunyai resiko yang lebih tinggi dari orang rumahnya tanpa perokok.

Perokok pasif akan mempunyai darah yang lebih kental dan lebih mudah untuk menggumpal, sehingga meningkatkan risiko terkena penyakit pembuluh darah seperti stroke atau serangan jantung. Terdapat juga bukti bahwa dalam 30 menit paparan asap, asap rokol sidestream dapat mempengaruhi aliran pembuluh darah yang sama dengan yang terlihat pada perokok aktif. Perokok pasif yang terparar asap dalam jangka panjang mempunyai resiko 20-30 persen lebih tinggi untuk terkena kanker paru-paru.

Ada semakin banyak bukti dari penelitian bahwa merokok pasif dapat meningkatkan risiko stroke, kanker rongga hidung, kanker tenggorokan, kanker payudara, gejala pernapasan jangka panjang dan jangka pendek, hilangnya fungsi paru-paru, dan penyakit paru obstruktif kronis pada orang yang tidak merokok.

Resiko Kesehatan Rokok Pasif pada Anak-anak

Anak-anak sangat rentan terhadap efek merusak rokok pasif. Merokok pasif adalah penyebab kematian mendadak yang tak terduga pada bayi (sudden unexpected death in infancy atau SUDI), yang meliputi sindrom kematian bayi mendadak (sudden infant death syndrome atau SIDS) dan kecelakaan tidur fatal.

Seorang anak yang tinggal di rumah tangga merokok, dalam 18 bulan pertama akan memiliki peningkatan risiko berkembannya berbagai penyakit pernapasan, termasuk bronkitis, bronkiolitis dan pneumonia. Mereka juga lebih rentan untuk mendapatkan pilek, batuk dan lem telinga (infeksi telinga tengah). Juga akan berkurang kemampuan paru-paru anak-anak untuk berfungsi dan membuat pertumbuhan lebih lambat.

Seorang anak yang menjadi perokok pasif juga lebih mungkin untuk terkena asma, dan memiliki serangan asma yang lebih sering dan menggunakan obat asma lebih banyak dan dalam jangka waktu lebih lama. Anak usia sekolah yang tinggal dengan perokok memiliki gejala seperti batuk, dahak, mengi dan sesak napas lebih banyak dari orang lain. Anak-anak perokok pasif juga memiliki peningkatan risiko penyakit meningokokus, yang kadang-kadang dapat menyebabkan kematian atau cacat.

Risiko Kesehatan dari Merokok Pasif bagi Ibu Hamil dan Janin

Baik merokok aktif dan merokok pasif mempunyai dampak serius bagi perkembangan janin. Bagi ibu yang merokok atau bagi ibu perokok pasif mempunyai peningkatan risiko keguguran, kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, kematian tiba-tiba tak terduga pada bayi (SUDI), yang meliputi sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) dan kecelakaan yang fatal tidur, serta komplikasi pada ibu selama kelahiran.

Apabila mempunyai pasangan perokok, seorang ibu hamil yang tidak merokok pun lebih mungkin untuk melahirkan lebih awal, dan mempunyai bayi dengan berat lahir sedikit lebih rendah jika dia sebagai perokok pasif di rumah.

Bantuan untuk Berhenti Merokok

Berhenti merokok agak sulit untuk dilakukan sendiri karena kandungan nikotin dalam rokok. Nikotin adalah zat yang menyebabkan kecanduan mirip seperti heroin atau kokain. Apabila ingin berhenti merokok, dapat dilakukan dengan menurunkan kadar nikotin yang dikonsumsi secara bertahap hingga nol.

Menurunkan kadar nikotin secara bertahap ini dapat dilakukan dengan menggunakan patch nikotin maupun rokok listrik (vaporizer) yang dapat diatur kadar nikotinnya. Kadar nikotin dalam batang rokok biasa dapat beragam, sehingga sulit untuk diatur dengan sendirinya, oleh karena itu jika masih bingung, dapat juga konsultasikan ke dokter agar mendapat panduan dan dukungan untuk berhenti merokok.

Ditulis Oleh:

dr. A. Fadli

Daftar Pustaka:

Official Brawijaya Hospital and Clinic Official Brawijaya Hospital and Clinic
Brawijaya Clinic @Buah Batu – Bandung (BCBB). Klinik kese...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Official Brawijaya Hospital and Clinic
Official Brawijaya Hospital and Clinic
Brawijaya Clinic @Buah Batu – Bandung (BCBB). Klinik kesehatan wanita yang terpercaya d...

no comments

Follow Moeslema on SNS