941
  2016-09-28       sigota.files.wordpress.com

Nasib Pejalan Kaki Jakarta

Jalanan bagi pelajan kaki di Jakarta sudah tidak lagi aman karena membludaknya kendaraan roda dua di ibu kota. Adakah kesadaran bagi pengendara motor untuk berhenti menggunakan jalan yang diperuntukkan untuk pejalan kaki?

Lidya O. 1 views

Sepertinya hidup di kota besar seperti Jakarta sudah dianggap biasa apabila terjadi kecelakaan, perampokan, kemacetan, bahkan orang yang meninggal akibat berdesakan. Bagaimana mungkin jika ruas jalan raya terus dipersempit sedangkan kuantitas kendaraan semakin diperbanyak?

Source: www.nyoozee.com

Kemacetan Jakarta menyebabkan para pengendara motor tidak segan-segan mengambil jalan bagi pejalan kaki agar bisa tetap melaju ke depan. Lalu, kalau sudah begini, siapakah yang akan disalahkan? Pejalan kakinya? Atau pengendara motor?

Koalisi Pejalan Kaki

Karena begitu parahnya keadaan pejalan kaki kita sekarang-sekarang ini, komunitas yang mendukung adanya perubahan bagi nasib pejalan kaki di Jakarta. Sebut saja namanya "Koalisi Pejalan Kaki". Tujuan komunitas ini adalah untuk mengkampanyekan dan mewujudkan trotoar yang aman bagi pejalan kaki. Komunitas ini berdiri sejak Agustus 2011 dan berkantor di Gedung Sarinah Jakarta Pusat.

Source: cdn.tmpo.co

Source: statik.tempo.co

Cerita Pejalan Kaki

Tidak ada yang bisa dinikmati dari jalanan Jakarta yang semakin hari semakin dipenuhi oleh kendaraan roda dua. Asap yang mengepul, klakson yang terus membuat bising, laju kendaraan yang tidak diduga-duga menjadi ketakutan tersendiri bagi pejalan kaki yang mulai tidak merasa aman. Bagaimana tidak? Saya dan beberapa teman saya pernah mengalaminya langsung, berhadapan dengan para pengendara motor yang bersikeras meminta pejalan kaki untuk minggir. Bukan hanya saya dan teman-teman saya yang kesal, pasti kalian yang mengalaminya langsung pun akan ikut kesal. Padahal kami hanya berjalan di trotoar, tempat yang diperuntukkan bagi pejalan kaki seperti kami. Salahkah kami?

Jika kami tidak melakukan kesalahan, lalu mengapa kami harus menerima kata-kata kasar dan tidak sopan dari para pengendara motor kala itu?

Saya dan teman-teman bukannya tidak ingin memberikan jalan kepada mereka yang tidak sabar menghadapi kemacetan Jakarta, tapi kami menjadi tidak senang jika diperlakukan tidak sopan pada saat ingin mengambil hak pejalan kaki. Jika kami ingin menuntut, mungkin bisa saja. Apalagi jika kami terluka karena mereka memaksakan untuk jalan ke depan sementara kami tidak memberi izin. Betapa lucu jika benar ada seorang pengendara motor yang mendapat tuntutan dari para pejalan kaki hanya karena mereka tidak mau minggir sampai-sampai pengendara motor tersebut menabrak paksa salah satu dari mereka. Bagaimana jika para pejalan kaki tersebut adalah orang asing yang sedang melakukan survey di jalanan ibu kota? Malukah kita sebagai warga negara Indonesia?

Cerita nyata di atas seharusnya menjadi tamparan bagi para pengendara motor untuk lebih memahami hak kami sebagai pejalan kaki. Saya berharap, bukan hanya untuk Jakarta, tapi kota-kota besar lainnya, agar dapat menyadari akan pentingnya menjaga keselamatan diri dan berhati-hati ketika berada di jalan, baik dari pihak pengendara maupun pejalan kaki.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS