837
  2016-09-15       atkmagazine.com

Movie Review: Train To Busan

Siapa yang sanggup menerima kenyataan bahwa kita berada di satu lorong kereta yang sama dengan para monster? Lewat tragedi ini, film "Train To Busan" membuktikan bahwa kekuatan cinta ayah dan anak itu memang benar dahsyat!

Lidya O. 2,089 views

Sinopsis

Film "Train To Busan" merupakan film bergenre thriller yang disutradarai oleh Yeon Sang-ho dan sudah tayang di Korea pada 20 Juli 2016 silam. Film ini mengisahkan tentang seorang Ayah yang kaya raya namun tidak begitu akrab dengan putri semata wayangnya sendiri. Dibintangi oleh aktor ternama Gong Yoo (Seok Woo), awalnya ia hendak mengantarkan Su An, anaknya (Kim Soo Ahn) ke Busan dengan KTX (kereta api cepat) untuk bertemu dengan sang Ibu. Akan tetapi, di tengah perjalanan semua penumpang kereta dikejutkan oleh zombie yang ganas dan menakutkan. Mereka menggigit manusia dan menularkan virus mematikan. Para zombie ini menjadi banyak dan kuat sehingga akan terus mencari manusia yang masih belum terinfeksi. Pemerintah Korea pun sudah memberikan bantuan dari para tentara, namun sayangnya ternyata mereka juga terinfeksi virus sehingga segerombolan tentara berubah menjadi zombie yang menakutkan. Seok Woo mendapatkan telepon dari kerabatnya yang menyatakan bahwa Busan menjadi tempat yang aman untuk ditinggali sementara ini. Ia bersama sekelompok survivor yang berhasil lolos dari para zombie memutuskan untuk bertahan di kereta tersebut sampai mereka tiba di Busan.

Source: statcdn.fandango.com

Akting dari para aktor dan aktris zombie ini patut diacungi jempol. Saya sangat kagum dengan pergerakan tubuh si zombie yang memberikan efek menegangkan. Seperti, bola mata yang berubah warna menjadi putih, mulut dan gigi yang dipenuhi oleh darah, kulit wajah dan tubuh yang berubah menjadi seperti kaca yang retak, suara mengaum khas zombie, cara berjalan dan cara menerkam mereka mampu membuat mindset penonton seperti benar-benar berhadapan dengan monster ganas.

Selain itu, aksi penyelamatan diri menjadi adegan yang paling membuat penonton gemas sekaligus cemas. Penumpang yang selamat hanya bisa terus melarikan diri agar tidak tergigit oleh para zombie. Walaupun darah mereka terkena di kulit manusia, selama tidak tergigit, mereka tidak akan terinfeksi virus zombie.

Ma Dong Seok (Sang Hwa) dan Choi Woo Shik (Young Guk) berhasil bergabung dengan Seok Woo untuk menolong penumpang lainnya yang masih bersembunyi dari para zombie. Termasuk istri Sang Hwa yang sedang hamil besar dan Ahn So Hee (Jin Hee) yang disukai diam-diam oleh Young Guk. Karakter Sang Hwa yang sedikit humoris, pemberani, dan apa adanya membuat konflik di dalam film ini semakin kuat. Sedangkan Young Guk berhasil kabur dari para zombie tersebut walaupun di satu lorong tersebut adalah teman-temannya sendiri yang sudah terinfeksi.

Source: nowtoronto.com

Di lorong lainnya, Jin Hee terus berharap bahwa paling tidak masih ada salah satu dari temannya yang bertahan dan lolos dari serangan zombie tersebut.

Su An yang mungil dan polos menjadi satu-satunya karakter anak kecil yang manis dan mampu membius penonton untuk ikut merasakan rasa pilu yang dialaminya selama ini. Su An tidak banyak bicara, namun aktingnya sangat natural dan menjadi tokoh yang paling saya harapkan untuk tetap hidup hingga di akhir cerita. Syukurnya, Su An memang menjadi tokoh yang selamat dari para zombie itu.

Pengorbanan seorang Ayah, kisah penyelamatan suami untuk istrinya yang sedang hamil, dan seorang sahabat yang tidak rela melihat sahabatnya meninggal sia-sia menjadi bahan renungan untuk kita bahwa ada suatu waktu di mana kita bisa berjuang, dan sanggup mengorbankan apa pun termasuk nyawa kita demi menyelamatkan orang yang kita cintai.

Secara keseluruhan, saya sangat suka dengan alur cerita yang menghabiskan latar setting hampir seluruhnya di dalam kereta yang sedang berjalan. Namun ada beberapa hal yang sangat disayangkan dari film ini. Salah satu pertanyaan saya sebagai penonton adalah "Mengapa virus penyakit tersebut tidak diselidiki lebih lanjut?", "Mengapa tidak ada adegan penumpasan wabah virus? Mengapa hanya penyelamatan diri saja?", "Dari manakah asalnya virus tersebut?" dan beberapa kejanggalan yang menurut saya harus terjawab di akhir film ini tapi tidak dimunculkan sama sekali. Walaupun begitu, saya tetap suka dan rasanya ingin menonton lagi untuk kedua kalinya.

Trailer

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS