725
  2016-09-05       1387133882.rsc.cdn77.org

Kuliah di Jepang, Sulitkah?

Wajib membaca ini bagi kalian yang ingin melanjutkan pendidikan di Jepang.

Deane Lene 83 views

Siapa yang tidak kenal dengan negara Jepang? Negara yang dijuluki sebagai negeri sakura ini memiliki cukup banyak keunikan yang terus menerus menarik para pengunjung untuk datang dan berkunjung kesana. Selain berkunjung untuk berwisata, ternyata cukup banyak yang pergi ke Jepang untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

Tak mudah memang, selain karena butuh biaya yang cukup besar. Kuliah di Jepang juga dirasa sangat sult karena satu dan lain hal. Beberapa kendala yang sering ditemukan para mahasiswa adalah sebagai berikut:

1. Sulitnya menemukan makanan halal

Source: jp-hotnow.com

Bagi beberapa orang beranggapan bahwa “belum makan namannya kalau belum makan nasi.” Kita patut bersyukur bahwa bangsa Jepang juga makan nasi sebagai makanan pokoknya. Namun apa yang menjadi masalah dalam hal makanan?

Rata-rata orang Jepang menganut ajaran agama Shinto, atau Kristen. Sehingga makanan halal akan menjadi masalah yang cukup merepotkan bagi para mahasiswa yang beragama islam. Salah satu solusinya adalah para mahasiswa ini disarankan memasak makanannya sendiri sehingga dapat dipastikan makanan tersebut halal. Jika tidak bisa masak, kalian bisa mencoba memesan secara online, karena di beberapa situs online makanan di jepang telah mengantongi label halal.

Jadi syarat khusus secara tidak langsung bagi kalian yang ingin melanjutkan pendidikan di Jepang dan beragama islam diberikan syarat khusus yaitu bisa memasak.

2. Cara hidup yang disiplin dan teratur

Bagi kalian yang hidup di lingkungan tertenu, yang sudah biasa melihat pemandangan buang sampah sembarangan, menyerobot antrian ataupun berkata kasar di jalan dan sebagainya. Kalian tidak akan menemukannya di Jepang. Negara jepanga adalah negara yang terkenal dengan tingkat kedisiplinan yang tinggi. dipadukan dengan tegasnya pemerintah dalam menerapkan peraturan. Jadi jangan heran jika kita kuliah disana berarti kita harus sudah siap untuk hidup secara teratur.

3. Pintarlah mencari peluang

Biaya hidup dan pendidikan di Jepang itu mahal. Mahalnya biaya hidup di Jepang memang tidak bisa dipisahkan dari mata uang rupiah yang tidak sebanding dengan mata uang lainnya jika di konversikan ke valuta asing. Untuk mengatasi hal ini, para mahasiswa yang kuliah di Jepang bisa bekerja sambil kuliah plus mengejar beasiswa.

Sebagai informasi tambahan, tersedia cukup banyak beasiswa bagi mahasiswa internasional termasuk Indonesia yang bisa membantu menempuh pendidikan di perguruan tinggi bahkan hingga 100% gratis. Namun bagi mahasiswa yang bisa menerima beasiswa tersebut diharapkan mampu untuk mempertahankan nilai akademiknya selama perkuliahan.

4. Belajar Bahasa Jepang tidak mudah

Bahasa Jepang itu identik dengan simbol dan huruf kanji yang tidak bisa dibaca, bagi yang belum terlatih. Bentuk hurufnya yang jauh berbeda dengan alphabet yang kita kenal turut menyusahkan para mahasiswa Indonesia yang berniat meneruskan pendidikannya di sana.

Namun hal tersebut bukan berarti tidak ada solusinya. Bagi kalian yang hendak melanjutkan pendidikan di Jepang, kalian bisa mencari universitas yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar. Program ini disebut sebagai program E-Track. Sampai saat ini Engish Track telah membantu ribuan mahasiswa dari berbagai belahan dunia dalam menuntut ilmu di negeri sakura ini. dengan salah satu syaratnya adalah kalian harus dapat menunjukkan kemampuannya dalam berbahasa Inggris dengan memberikan esai dalam Bahasa Inggris dan serifikat kemampuan dalam berbahasa Inggris seperti IELTS, TOEFL ataupun TOEIC.

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS