691
  2016-08-30       iz.&iact=mrc&uact=8&biw=1024&bih=528

Sebuah Renungan untuk Para Gadis (Review Buku Catatan Hati Seorang Gadis)

Apa yang terpikirkan dalam benak kalian ketika mendengar kata gadis? Bagaimana seorang gadis menjalani hari-harinya? Simak ulasannya yuk, moeslemates!

Safira Al Khansa 2,683 views

Assalamualaikum, Moeslemates!

Apa kabar?
Semoga kalian selalu dalam lindungan Allah SWT ya. Aamiin.. :)

Kali ini aku akan mengajak kalian untuk membahas salah satu buku favorit aku. Judulnya adalah Catatan Hati Seorang Gadis, karya Asma Nadia. Kalau mendengar namanya, tentu kalian tidak asing lagi bukan? Yapp, Bunda Asma ini sudah menghasilkan puluhan hingga ratusan karya di dunia literasi Indonesia, baik fiksi maupun non fiksi. Nah karyanya yang ingin aku bahas kali ini adalah karya non fiksi.

Ada apa dengan dunia para Gadis?
Gadis, merupakan sebuah sebutan yang diberikan pada anak perempuan yang sudah beranjak dewasa. Juga merupakan sebuah masa yang harus dilalui para perempuan dengan warna-warni kisah yang menyertainya. Kata gadis kerap disandang bagi seorang perempuan remaja yang belum menikah. Namun, apa jadinya jika sebutan dan kisah yang menyertainya tidak sesuai dengan makna dan harapannya?

Dalam buku Catatan Hati Seorang Gadis ini kalian akan menemukan alasan mengapa dunia para gadis tidak seindah yang diceritakan di sinetron televisi. Fakta-fakta miris akan kalian temukan pada halaman pengantar dari Asma Nadia. Di sana, bunda Asma mengungkapkan secara gamblang apa saja yang dikeluhkan para gadis di masa (yang seharusnya) indah mereka itu.

Berawal dari pesan-pesan yang masuk ke surat elektroniknya, bunda Asma Nadia, dkk merangkum semua kisah para gadis dengan kemasan yang mudah dipahami dan tidak menyertai nama asli, meskipun sebenarnya hampir semua kisah yang diceritakan merupakan kisah nyata.
 

Apa yang paling berharga dari seorang gadis? Tentu jawabannya adalah mahkotanya. Lalu, dimanakah letak mahkota seorang gadis? Jawabannya adalah kesuciannya.


Lantas, apa yang akan terjadi pada seorang gadis tanpa mahkota?
Merinding adalah kata yang pas untuk menggambarkan kesan pertama membaca halaman pengantar dari Asma Nadia tentang fakta dunia para gadis masa kini. Bagaimana rasanya menjadi seorang gadis tanpa mahkota. Tanpa kehormatan. Tanpa rasa percaya diri.


Tidak hanya tentang mahkota para gadis, kita akan disuguhi kisah-kisah yang terangkum pada bab-bab seperti butanya cinta para gadis, gadis dan dunia maya, cinta dan perbedaan, ketika ada orang ketiga, cinta tak terbalas, jatuh bangun taaruf, kesendirian para gadis, dan adakah pengorbanan sepadan.

Semua kisah yang diceritakan pada setiap bab itu sangat dekat dengan kehidupan para gadis. Dari semua kisah yang ada, aku paling suka pada bab Mahkota Terenggut, dengan sub bab semakin kau berikan semakin kau kehilangan. Selain karena judulnya yang membuat miris, juga karena kisahnya yang pilu dan layak kita jadikan bahan pelajaran dan renungan.
Selain karena kisah-kisahnya yang dapat kita jadikan bahan renungan. Buku catatan hari seorang gadis ini juga dilengkapi dengan kata-kata mutiara serta ayat-ayat suci Al Quran.

Contohnya kalimat ini:
“Saat jatuh cinta pada orang yang telah melupakan Rabb-mu, sesungguhnya yang kau lakukan adalah menjauh dari cinta sejatimu.”


Kalimat di atas diberikan oleh bunda Asma pada halaman 106 karyanya tersebut. Penyuguhan kisah-kisah para gadis, adanya kata-kata mutiara serta ayat-ayat suci Al Quran adalah paket lengkap yang akan kalian dapatkan dengan membaca buku ini. Sangat cocok bagi kalian nih moeslemates!

Eitts, tapi ternyata menurut bunda Asma, buku ini tidak hanya cocok untuk para gadis saja, tetapi juga bisa dibaca oleh para orang tua, guru, maupun para laki-laki. Diharapkan mereka dapat bersinergi memberikan dampak positif bagi perkembangan para gadis sebelum mencapai tahap kedewasaan. Semoga dengan adanya buku-buku inspiratif seperti ini membuat negara kita menjadi negara yang lebih beradab dan islami lagi, aamiin...
Mari berubah menjadi lebih baik lagi yuk, Moeslemates!!

Wassalamualaikum, :)

 

Safira Al Khansa Safira Al Khansa
"So which of the favors of your Lord would you deny?"
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Safira Al Khansa
Safira Al Khansa
"So which of the favors of your Lord would you deny?"

no comments

Follow Moeslema on SNS