667
  2016-09-23       pbs.twimg.com

Pengalaman Seru Selama Menjadi Anggota Teater Enjuku Part 1

Bermain lakon di sebuah organisasi teater merupakan pengalaman pertama saya sekaligus mimpi yang menjadi nyata. Simak pengalaman apa saja yang saya dapatkan selama menjadi anggota teater berikut ini.

Lidya O. 160 views

Sekilas Tentang Teater Enjuku

Siapa yang sangka di hari itu, saya, diberikan kesempatan untuk bergabung bersama kelompok teater mahasiswa bahasa Jepang yang pertama kali saya kenal di Indonesia. Enjuku didirikan pada tanggal 21 Januari 2009 dan membuka pendaftaran anggota baru setiap tahunnya. Syaratnya hanya satu, yaitu mahasiswa yang tertarik dengan dunia teater. Baik itu bagian sandiwara, kostum maupun tata panggung. Di tahun pertama saya masuk kuliah, saya sudah mengaktifkan diri di Enjuku. Banyak sekali pengalaman berharga yang saya dapatkan walau saya hanya mampu berkontribusi selama dua tahun saja. Dan saya mendapatkan kesempatan memberikan performa sebagai pelakon di atas panggung dalam dua judul yaitu, "Yuki Onna" tahun 2011 dan "Wagahai wa Nyanko de Aru" tahun 2012 di pentas utama yang diselenggarakan sekali dalam setahun.

Pementasan Utama "Wagahai wa Nyangko de Aru"

27-28 Oktober 2012 adalah hari di mana saya dan teman-teman seperjuangan Enjuku mengadakan pentas utama di Gedung Kesenian Jakarta. Persiapan kami hingga menuju hari ini penuh dengan rasa syukur, haru, senang, sedih, bahagia, tawa, canda dan sukacita. Berbulan-bulan lamanya kami berlatih, mulai dari mendalami karakter, memahami isi serifu (naskah) yang ditulis dalam bahasa Jepang, olah vokal, bagian tata panggung yang bekerja dengan sangat telaten, bagian kostum yang benar-benar fokus memikirkan tata rias dan tampilan peran kami sebagai pelakon, dan juga melakukan doa bersama supaya kami mampu memberikan penampilan drama yang lebih dari sekadar "biasa". Ya, itulah kami. Penuh dengan cita-cita dan harapan yang kuat. Dibimbing oleh guru sekaligus pengganti ibu kami di rumah, beliau adalah Kaikiri-sensei. Dan ini adalah foto kebersamaan kami sebelum pentas.

Kami tidak ingin berlama-lama untuk bersantai. Sontak saat itu juga saya dan teman-teman bagian engibu (peran) langsung masuk ke ruang rias untuk didandani oleh bagian isshobu (kostum dan tata rias) lengkap dengan kostum yang sudah disediakan. Ohya, untuk semua kostum yang kami pakai pada saat pentas adalah hasil kerja keras para isshobu lho! Merekalah yang mendesain, menggambar dan menjahit kostum kami untuk penampilan yang begitu dinanti-nantikan.

Rasa degdeg-an sekaligus bangga campur aduk menjadi satu. Di tahun kedua saya yang berkesempatan memerankan tokoh manusia menjadi pengalaman yang cukup melelahkan karena Enjuku baru pertama kali mengadakan pentas utama dalam waktu dua hari berturut-turut lho!

Para butai bijutsubu (tata panggung) sudah mulai mempersiapkan atribut dan benda-benda yang akan menjadi pelengkap jalan cerita drama kami. Semuanya mempersiapkan dengan sungguh-sungguh. Dan jangan mengira mereka tidak se-nervous saya dan teman-teman pemain. Justru mereka memegang peranan penting pada setiap perpindahan adegan. Ya, merekalah yang mengatur perpindahan barang-barang dan tirai yang berganti sesuai dengan adegan yang diputar. Pekerjaan di balik layar mungkin memang tidak begitu kelihatan, tapi tanpa mereka, para pemain tidak akan mampu memberikan performa terbaiknya.

Para butai bijutsubu pun telah siap melakukan rehearsal pertama di atas panggung. Dan kami mengganggap kursi-kursi yang kosong itu sudah terisi penuh oleh penonton. Jadi, walaupun masih latihan pun, kami harus total.

Salah satu dari kami ada yang sudah mengabarkan bahwa penonton sudah mulai mengisi tempat duduk mereka. Saat itu juga saya merinding dibuatnya. Wah, bagaimana kalau saya salah ya? Dan bagaimana kalau saya melupakan naskah yang tidak sesuai dengan terjemahan? Semua rasa gugup dan canggung saya tepis pelan-pelan dan kami mulai bersorak-sorai untuk kemenangan bersama!

Adegan demi adegan pun berjalan dengan sangat baik. Hari ini dan esok adalah hari di mana kami harus sungguh-sungguh menjaga kondisi tubuh dan mental. Melihat keseriusan dan kekompakan teman-teman, rasa gugup yang awalnya selalu muncul tiba-tiba menghilang dengan sendirinya saat saya berdiri di depan semua mata yang memandang peran saya. Harus saya akui, menjadi tokoh dalam sebuah teater tidak bisa dikatakan mudah. Kerja keras dan usaha kami selama berbulan-bulan akan terbayarkan oleh rasa puas penonton yang melihat penampilan kami hari ini dan esok.

Waktu berjalan begitu cepat dan kami sangat menikmatinya. Terima kasih untuk semua penonton, guru kami, teman-teman seperjuangan, dan semua pihak yang telah membantu Enjuku dalam setiap penampilan hingga akhirnya kami mendapatkan tepuk tangan riuh dari semua yang menonton kami malam ini.

Begitulah kira-kira ringkasan yang dapat saya ceritakan kepada kalian semua. Percayalah, bahwa setiap usaha, sekecil apa pun itu akan bernilai dan bermakna besar untuk diri sendiri maupun orang lain. Saya banyak belajar dari setiap kesalahan yang saya buat selama menjadi anggota teater Enjuku. Sifat saya yang pendiam serta ketidakmampuan untuk bergaul, bersosialisasi, berteman dan berbicara di depan umum justru hilang setelah saya mengikuti kegiatan ini. Masih banyak lagi cerita seru yang ingin saya bagi untuk kalian. Izinkan saya kembali untuk mengenalkan lebih dalam tentang kelompok luar biasa yang bisa disebut sebagai keluarga sekaligus komunitas yang mampu menyatukan keberagaman di dalam satu tujuan, visi dan misi yang sama, yaitu: menang.

Informasi Tentang Enjuku

Untuk kalian yang penasaran seperti apa kegiatan dan aktivitas para anggota Enjuku, silakan mampir di website berikut ini:

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS