656
  2016-09-05       Photo © Lidya Oktariani

Rekreasi Keluarga Taman Budaya

Suka tantangan dengan berlibur di alam luas? Tidak ada salahnya untuk mencoba venue satu ini yang sangat cocok untuk dijadikan momen kebersamaan bersama keluarga.

Lidya O. 133 views

Beberapa waktu lalu, saya dan keluarga saya menyempatkan untuk berjalan-jalan ke Taman Budaya Sentul City. Sudah bosan rasanya kalau harus ngemal di Jakarta. Karena kegiatannya begitu membosankan, seperti berbelanja, atau sekadar windowshopping, setelah itu makan di restoran. Kami ingin merasakan suasana yang berbeda di luar Jakarta. Akhirnya, kami memutuskan untuk ke tempat ini. Yuk intip kegiatan apa saja yang saya lakukan bersama keluarga saya di lokasi bermain anak-anak dan keluarga ini.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Selamat datang di Taman Budaya Sentul. Selalu pastikan kamera on ya Moeslemates. Karena banyak objek-objek bagus lho untuk difoto.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Waktu masih berada di sekitar pintu depan Taman Budaya, kami disambut oleh berbagai kolam ikan dengan tanaman teratai di atasnya. Wah, bagus banget deh pokoknya sepanjang perjalanan masuk ke dalam lokasi ini.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Keponakan saya siap bergaya layaknya model di jembatan yang ada di dalam lokasi Taman Budaya. Wah, sejuk dan asri banget kan pemandangannya?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Pertama kali sampai di Taman Budaya, saya dan keluarga saya bergegas bergantian berfoto. Nah, kali ini kami membawa dua kamera yang berbeda. Oleh karena itu, maklumi saja ya Moeslemates kalau hasil fotonya pun berbeda. Karena yang akan saya upload di sini berasal dari tiga kamera yang berbeda, yaitu kamera pribadi saya, kamera kakak saya dan handphone saya.

Arena Permainan Anak

Source: Photo © Lidya Oktariani

Karena berhubung keponakan saya ikut, jadi mau tidak mau kami harus menemaninya dulu di arena bermain anak ini. Tapi memang lokasi Taman Budaya ini lebih difokuskan untuk anak-anak ya.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Di arena permainan anak-anak, saya dikejutkan oleh objek bagus untuk dipotret: becak mini. Tapi sayangnya orang dewasa dilarang untuk menaiki becak ini karena ukurannya hanya dikhususkan untuk anak-anak saja nih.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Tidak lengkap rasanya kalau berada di lapangan luas tapi tidak menunggang kuda. Saya juga jadi ingin melawan rasa takut saya terhadap binatang satu itu. Tapi sayangnya, kuda mini tersebut hanya boleh dinaiki oleh anak-anak saja. Keponakan saya pun antusias untuk menungganginya.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Bermain, berlari-lari, berfoto, dan selesai sudah menunggang kudanya. Selanjutnya, kita main flying fox dan panahan yuk!

Source: Photo © Lidya Oktariani

Nah, ini bagian yang paling saya tunggu-tunggu nih. Selain bisa mencoba outbond dan flying fox, Moeslemates juga bisa mencoba bermain panahan lho!

Arena Permainan Panahan

Source: Photo © Lidya Oktariani

Ini kali pertama saya mencoba memanah. Permainan ini sangat menyenangkan tapi akan sangat sulit untuk yang tidak biasa. Walaupun bukan panahan asli, ternyata ini cukup berat juga lho. Kalau tidak pernah latihan dan otot pergelangan tangan tidak kuat, pasti akan sakit sekali. Beberapa kali saya coba pun, saya sudah menyerah. Ibu jari dan jari manis tangan saya terluka karena memanah dengan aturan yang salah. Ya, ini beneran susah lho Moeslemates. Butuh latihan ekstra dan khusus untuk pemula.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Kakak saya berhasil mengabadikan ekspresi saya ketika berhasil melepaskan panahan. Ini tidak gampang lho! Terkadang lepasnya tidak sesuai dan harus ditarik lagi sekencang mungkin. Padahal saya sudah mengeluarkan sekuat tenaga untuk menariknya ke belakang, tapi pelatihnya menyuruh saya untuk lebih dalam lagi. Wah, yang kecil saja sudah sulit sekali, bagaimana dengan alat yang asli ya?

Source: Photo © Lidya Oktariani

Ini adalah hasil panahan kita! Pelatih meminta untuk berfoto untuk dijadikan kenang-kenangan. Yeay! Dan yang paling di dekat "Free Arrow" itu hasil panahan saya lho Moeslemates.

Arena Permainan Flying Fox

Source: Photo © Lidya Oktariani

Setelah melatih otot tangan dengan permainan panahan, kami bersiap-siap untuk bermain flying fox. Ada cerita lucu di balik senyuman penasaran saya di foto ini. Ya, waktu itu saya menaiki tangga sampai anak tangga yang paling atas. Kaki saya gemetar bukan main karena ini adalah pertama kalinya saya main flying fox. Kok rasanya saya mau turun lagi ya? Tapi bukan terjun ke bawah melainkan turun lewat tangga-tangga tadi. Walaupun tidak begitu tinggi untuk ukuran flying fox, saya tetap takut dan keluarga saya menunggu sampai lebih dari 3 menit. Dan akhirnya saya berhasil meluncur ke bawah dengan rasa takut yang juga dibawa sampai ke tempat peluncuran. Kalau saya tidak meluncur, mungkin saya tidak akan tahu rasanya permainan seru ini. Saya jadi mau terbang lagi nih.

Source: Photo © Lidya Oktariani

Selesai bermain panahan dan flying fox, kita foto lagi yuk!

Nah, kira-kira seperti itulah kegiatan saya dan keluarga saya waktu bermain di Taman Budaya Sentul City. Kami berencana untuk melanjutkan perjalanan ke Pasar Apung Ah Poong untuk makan sore. Jadi, kami tidak makan dan mengambil foto di kantin yang ada di Taman Budaya. Mau tahu lagi keseruan saya dan keluarga saya di Pasar Apung Ah Poong? Nantikan di artikel selanjutnya ya!

Moeslemates bisa juga membawa keluarga untuk menghabiskan waktu santai bersama di Taman Budaya. Berikut adalah informasi yang diperlukan:

Taman Budaya Sentul City
Jl. Siliwangi No. 01, Sentul City, Bogor
021-87961579/80
cs@tamanbudaya.co.id

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS