624
  2016-08-23       sunone.co.id

Yuk, Bijak dalam Konsumsi Daging Merah dan Batasi Hasil Olahannya

Harus diingat bahwa makan dengan porsi yang tepat untuk konsumsi daging merah agar tidak mengganggu kesehatan. Para peneliti dan ahli nutrisi menganjurkan agar jumlah yang dikonsumsi dibatasi sebanyak 70 gram per hari.

Triwitaan 44 views

Dalam dunia kuliner dan para ahli nutrisi membagi kedua jenis daging menjadi 2 jenis yaitu, daging merah dan daging putih. Daging merah adalah jenis daging yang berwarna merah saat belum dimasak. Seperti Sapi, kerbau, kambing, domba dan babi. Setiap hari pasti ditemui hidangan pada makanan sehari-hari berupa daging merah dan hasil olahan daging merah, Ya, daging merah seperti sudah disebutkan, sapi, kerbau, kambing, domba dan babi serta hasil olahannya, yaitu bakso, sosis, kornet dan jenis olahan daging merah lain.

Harus diingat bahwa makan dengan porsi yang tepat untuk konsumsi daging merah agar tidak mengganggu kesehatan. Para peneliti dan ahli nutrisi menganjurkan agar jumlah yang dikonsumsi dibatasi sebanyak 70 gram per hari.

Kenapa harus dibatasi? Karena daging merahlah yang menjadi pemicu atas berbagai penyakit. Mulai dari kolesterol yang tinggi, darah tinggi, hingga kanker.

Source: brighterlife.co.id

Daging merah merupakan penyebab kanker usus besar. Menurut para peneliti, hal ini disebabkan karena kandungan karsinogen (pencetus kanker) yang muncul saat proses memasak daging. Sehingga jika dikonsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko terhadap kanker –khususnya kanker usus besar.
Source: 2007, World Cancer Research Fund

Di Indonesia sendiri industri pangan yang berbasis industri daging, jelas perlu secara cermat memantau perkembangan ilmu pengetahuan dan gizi seputar daging. Hal ini tentu berpengaruh dengan permasalahan daging yang terjadi terjadi di Indonesia, karena :

1. Konsumsi daging rata-rata penduduk yang relatif masih rendah.
2. Status gizi masyarakat yang juga masih memprihatinkan, antara di sebabkan dengan tingginya anak-anak
kurang gizi dan pendek (stunted).
3. Serta masih tinggi ketergantungan pada daging impor

Menurut laporan The International Agency For Research on Cancer (IARC) menyimpulkan bahwa konsumsi 50 gram porsi daging merah olahan setiap hari akan meningkatkan risiko terkena kanker kolorektal sebesar 18%. Suatu daging merah diklarifikasikan sebagai “probably carcinogenic to humans (Group 2A). Hal ini berarti bahwa berdasarkan pada bukti-bukti yang terbatas (limited evidence) konsumsi daging merah menyebabkan kanker pada manusia, disertai dengan bukti mekanik kuat yang mendukung pengaruh karsinogentitasnya. Utamanya kanker kolorektal, konsumsi daging olahan diklasifikasikan sebagai “carcinogenic to humans” (Group 1), yang berarti bahwa berdasarkan pada bukti-bukti yang cukup (sufficient evidence) bahwa konsumsi daging olahan menyebabkan kanker kolorektal.

Source: dapurhalal.com

Dalam laporan IARC (Oktober 2015) mengenai konsumsi daging olahan, WHO ikut menekankan kepada masyarakat bukan tidak direkomendasikan untuk berhenti mengkonsumsi daging olahan, tetapi mengindikasi bahwa mengurangi resiko terkena kanker Kolorektal. Dalam WHO akan segera melakukan review untuk melihat peranan daging dan olahan dalam konteks diet dan hubungannya dengan kesehatan publik.

Jelas semua faktor ini akan berpengaruh akan berpengaruh pada industri pangan Indonesia. Dengan status masyarakat Indonesia yang masih rendah, ini bukan berarti Indonesia aman dari penyakit kanker kolorektal. Tapi perlu diantisipasi bahwa isu mutakhir yang satu dengan yang lainnya atau ketiganya bisa saling berkaitan. Khususnya mengenai kolestrol, lemak (sama lemak), minyak dan daging. Karena itu, sekali lagi, berbagai pihak yang berkiprah di bidang pangan dan gizi, baik sector pemerintah, industri, peneliti/akademisi, masyarakat perlu mengikuti perkembangan isu dengan seksama.

Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Related Tags
Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS