6146
  2018-09-29       Dokumentasi Pribadi

Kiat Berbinis Syariah #ZamanNow

Ingin tahu kiat berbisnis syariah zaman now? Yuk simak ulasannya!

Official Moeslema Team 94 views

Assalamu'alaikum Moeslemates,

Alami Sharia adalah perusahaan teknologi finansial aggregator syariah pertama di Indonesia. Berdiri sejak 2017 Alami menargetkan dapat menghubungkan UKM dan pemodal syariah dengan cara yang paling sederhana dengan mengandalkan teknologi. Perusahaan ini memiliki keyakinan kuat bahwa setiap bisnis berhak mendapatkan akses yang sama dalam hal pembiayaan syariah.

Pada hari Kamis 27 September 2018 kemarin, bertempat di Plaza Kuningan, Alami menyelenggrakan acara bertajuk "Kiat Berbisnis Syariah Jaman Now". Tujuan dari diadakannya acara ini adalah Alami ingin mengedukasi para peserta tentang sistem syariah Islam dalam berbisnis. Penasaran apa saja yang dibahas dalam gelaran acara ini? Selengkapnya disini!

Mengapa Syariah?

Source: Dokumentasi Pribadi

Dibuka dengan menghadirkan ahli perbankan yaitu Hadi Wijaya selaku "Head of Cash Management" dari Bank Permata Syariah, beliau menjelaskan tentang alasan mengapa memilih berbisnis syariah,

Alasan mengapa berbisnis syariah adalah bisnis syariah lebih adil jujur dan tidak zalim, selain itu produknya pun variatif dan berkompetitif. (Hadi wijaya, Head of Cash Management Bank Permata Syariah)

Lebih lanjut beliau menjelaskan bisnis syariah memilki prospek yang bagus untuk masa kini dan nanti karena prinsip syariah mengedepankan sistem bagi hasil yang adil sesuai profit yang didapatkan pada saat itu. Untung dan ruginya pun ditanggung bersama sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Terakhir yang paling penting adalah bisnis syariah tidak melanggar aturan Agama Islam.

Prinsip-Prinsip Syariah

Source: Dokumentasi Pribadi

Sesi kedua dilanjutkan dengan penjelasan prinsip-prinsip syariah dengan pembicara Dima Djani selaku CEO dari Alami.

Ada 5 prinsip syariah yang harus dihindari jika ingin berbisnis syariah yaitu riba atau penambahan pendapatan secara tidak sah, maysir yaitu tidak pasti dan untung-untungan. Gharar yaitu barang yang diperjual belikan nominalnya belum pasti seperti membeli anak kambing yang masih dalam kandungan, dan haram yaitu objek yang diperjual belikan adalah barang yang dilarang dalam Islam contohnya minuman keras.

Perusahaan-perusahaan besar di dunia saat ini tidak hanya mencari profit saja, tetapi memperhatikan social impactnya. Hal ini sama dengan penerapan bisnis syariah. (Dima Djani, CEO Alami)

Perusahaan #JamanNow

Source: www.google.com

Keuntungan yang sehat adalah keuntungan yang didapat setelah memperhatikan hak orang lain. (Dima Djani, CEO Alami)

Perusahaan #zamannow adalah perusahaan yang mengkombinasikan antara profit dan impact. Perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Unilever, Patagonia, Nestle dan PNG sudah menerapkan hal ini. Dima menjelaskan, secara garis besar 5 aspek penting yang harus diperhatikan jika ingin berbisnis jaman now adalah charity (amal), social enterprise (usaha sosial), impact-driven (dampak dari perusahaan kepada masyarakat), sustainable bisnis (bisnis berkelanjutan), dan tradisonal business (bisnis tradisonal). Dampak yang didapatkan jika menerapkan hal ini akan menghasilkan brand royalty (royalti merek), good impression (kesan yang baik), good marketing (pemasaran yang baik, dan good story (cerita yang baik tentang perusahaan).


Moeslemates, itulah beberapa pembahasan menarik dalam gelaran acara Kiat Berbisnis Syariah bersama Alami yang mengggandeng Permata Bank Syariah sebagai partner kerjanya. Keduanya berharap dengan acara ini, akhirnya bisa bersama-sama memajukan industri keuangan syariah di Indonesia yang penestrasinya masih sedikit dengan memanfaatkan teknologi yang mumpuni. Tertarik untuk membuat bisnis berbasis syariah? Yuk cari tahu selengkapnya di website Alami berikut ini!

Official Moeslema Team
Official Moeslema Team
Official Team of Moeslema.com
Like our facebook page if you like this article!
Category: NEWS&EVENT


Curator Introduction
Official Moeslema Team
Official Moeslema Team
Official Team of Moeslema.com

no comments

Follow Moeslema on SNS