6094
  2018-08-24       Dokumentasi Pribadi

Festival Saudi House Digelar untuk Meriahkan Asian Games 2018

Kebudayaan arab apa sih yang ditampilkan di Saudi House? Simak ulasannya yuk!

Marizka Witya Putrini 97 views

Assalamu'alaikum Moeslemates

Dalam rangka menyemarakan Asian Games 2018 di Jakarta, Saudi House sebuah upaya gabungan Komite Olimpiade Arab Saudi dan Otoritas Budaya Umum Saudi menyelenggarakan Festival Kebudayaan Arab berskala besar. Acara ini dilaksanakan dari tanggal 19-22 dan 24-28 Agustus 2018 di restoran Pulau Dua, Senayan, tak jauh dari Stadion Gelora Bung Karno.

Menempati area seluas 4500 m2, Saudi House dapat dikunjungi secara gratis oleh masyarakat. Terdapat 6 Paviliun yang menyajikan tema yang berbeda untuk dapat dinikmati oleh para pengunjung. Apa saja sih tema yang disajikan di masing-masing Paviliun? Penasaran, simak ulasannya yuk!

Paviliun Tanah Suci

Source: Dokumentasi Pribadi

Paviliun ini menyajikan pengalaman mengunjungi Mekah dan Madinah. Di dalamnya terdapat miniatur Masjidil Haram dan Ka'bah yang dibuat mirip, dengan dominasi warna putih. Selain itu, terdapat juga gambar Hajar Aswad (Batu Suci Umat Islam), Makam Ibrahim, Zamzam Station (Tempat Pengambilan Air Zam-zam) serta penjelasan tentang perubahan struktur bangunan Ka'bah, dimulai dari masa Nabi Ibrahim, Quraisy, Ibnu Al-Zubair, hingga Al-Hajaj Al-Thaqafi.

Paviliun Kuliner Saudi

Source: Dokumentasi Pribadi

Berbicara soal kebudayaan di suatu negara, tak lengkap rasanya bila tak mencicipi kuliner khas negara tersebut. Pada Festival Kebudayaan Arab Saudi ini, Saudi House mendatangkan 'Chef' langsung dari negara tersebut. Kuliner yang disajikan seperti Nasi Kabsa yang bentuknya mirip nasi kebuli, namun rasanya sedikit manis, margoog kue khas arab yang kaya rempah dan Kopi khas Arab. Kuliner ini dibagikan secara gratis untuk para pengunjung.

Paviliun Kurma Saudi

Source: Dokumentasi Pribadi

Siapa yang tidak tahu kurma? buah yang berasal dari Arab Saudi ini, sudah sangat familiar di Indonesia. Pada Festival Kebudayaan kali ini, Saudi House mendatangkan langsung 100 jenis kurma terkenal dari wilayah Al-Qaseem. Salah satu jenis kurma termahal yaitu 'Sukari' ada disini. Harga normalnya bisa mencapai 90 Real perkilogram, atau setara dengan Rp. 349.000,00 Pengunjung dapat melihat, mencicipi dan membawa pulang kurma yang disediakan secara gratis.

Paviliun Air Zamzam

Source: Dokumentasi Pribadi

Air Zamzam adalah Air Suci Umat Islam yang berasal dari Arab Saudi. Air ini memiliki sejarah spiritual yang sangat penting untuk Agama Islam. Pada Festival Kebudayaan Arab Saudi ini, Saudi House juga menyediakan Air Zamzam yang dibawa langsung dari Kota Suci Mekah untuk dapat dinikmati oleh pengunjung secara gratis.

Paviliun Kebudayaan

Source: Dokumentasi Pribadi

Paviliun ini merupakan paviliun yang paling sering dikunjungi masyarakat, karena menampilkan beberapa koleksi busana tradisional, 'workshop' hena tradisional, belajar seni kaligrafi arab dari ahlinya hingga menonton tarian rakyat dan pertunjukan musik tradisional Arab Saudi.

Pakaian Tradisional Arab Saudi

Source: Dokumentasi Pribadi

Beberapa pengunjung berfoto menggunakan baju tradisional Arab saudi

Setiap negara memiliki pakaian busana khasnya sendiri, tak terkecuali Arab Saudi. Busana yang ditampilkan disini terdiri dari berbagai jenis kain tradisional, sulaman, pola, dan desain. Pengunjung dapat memilih, mencoba dan berfoto dengan menggunakan pakaian tradisional Arab Saudi yang diinginkan.

Henna Tradisional

Source: Dokumentasi Pribadi

Pengunjung sedang dilukiskan motif di tangan dengan menggunakan henna

Melukis dengan henna adalah sebuah metode geometrik yang rumit yang pada awalnya dipakai saat pernikahan atau perayaan tertentu. Berbeda dengan sekarang, melukis dengan henna malah menjadi tren di berbagai negara, bentuknya yang unik dan rumit menjadi daya tarik tersendiri. Melukis motif dengan hena tradisional, adalah kegiatan yang paling sering dikunjungi oleh pengunjung wanita di festival kebudayaan Arab Saudi. Disini tangan pengunjung dilukis dengan motif indah dan rumit menggunakan hena.

Kaligrafi Arab

Like our facebook page if you like this article!
Category: NEWS&EVENT


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS