607
  2016-08-19       camillestyles.com

8 Hal Yang Harus Dipersiapkan Sebelum Solo Traveling

Baru pertama kali pergi traveling sendirian? Ini 8 hal yang harus kamu persiapkan sebelum solo traveling!

meutia fachrina 197 views

“Sometimes One Day In A Different Place Gives You More Than Ten Years Of Life At Home”

Sejak kecil, keluarga saya memang hobi travel. Awal mulanya simpel, dari mudik ke kampung halaman kami, Jakarta – Yogya, dengan mobil pribadi. Ayah saya jadi hobi keliling Indonesia dengan menyusun ‘itenerary’ sendiri. Mulai dari Bali, Lampung sampai Aceh (yang lagi- lagi dengan mobil pribadi). Jadilah kebiasaan mengurus “itenerary’ sendiri menular ke saya.

Source: www.flickr.com

Perjalanan solo terakhir yang saya lakukan adalah pada pertengahan Desember 2015 kemarin, saya travel sendiri keliling Seoul, Korea Selatan. Tahun 2014 lalu, saya juga pergi ke Jepang mengelilingi 3 kota, Tokyo, Kyoto, Osaka, sendirian! Pada tahun 2013 saya juga pergi ke Hongkong, Macau & Cina, bertiga bersama rekan saya tanpa travel agency.

Saya ingin mencoba sharing “How & why you should love being a solo traveler”

1. Do some advance planning.

Saya bukan pembuat planning yang baik, tapi setidaknya saya membuat planning dasar seperti kota tujuan & tempat – tempat wisata yang mau dikunjungi. Sebelum berangkat, pastikan mencari tahu tentang persyaratan Visa negara tersebut (jika dibutuhkan) & pelajari kurs mata uangnya (ini penting!). Pastikan juga bahwa passport anda belum kadaluarsa minimal 6 bulan, karena beberapa negara memiliki batasan minimum kadaluarsa bulan yang berbeda- beda.

2. Book your first night’s accommodation in advance.

Sebisa mungkin, booking lah hotel/hostel beberapa minggu sebelum keberangkatan (saya sarankan cek booking.com , ini juga bisa digunakan untuk keperluan kelengkapan dokumen Visa, karena mereka bisa di batalkan (Tentunya dengan term & condition yang berlaku).

3. Study a map.

I love maps. Karena peta menunjukkan bird’s eye view akan tempat tujuan saya. Peta bisa didapatkan di bandara (ambilah seperlunya). Peta bisa memberitahu jarak dan lokasi tempat – tempat yang mau saya kunjungi, dan hal – hal yang dapat saya lakukan untuk hari itu. Kalau tidak mengerti, tanya petugas hotel/ hostel-nya. Saya bisa pastikan, setidaknya ada 1 orang petugas hotel yang bisa bahasa Inggris (jika anda ke negara yang bukan English speaker). Saya juga minta tolong petugas hotel untuk menuliskan alamat hostel dalam bahasa lokal supaya tidak ada miss komunikasi. All of this can reduce stress.

4. Think about how you’ll get around.

Saya sangat suka naik transportasi publik di manapun (bahkan di Jakarta). Selain hemat, anda bisa merasakan jadi orang lokal di tempat tersebut, tapi tetap siapkan budget taxi untuk jaga- jaga. Ini bisa digunakan jika saya harus kembali ke hotel di malam hari.

5. Don’t plan much for your first day.

Selalu menyediakan hari pertama untuk city tour. Pelajari aturan – aturan dan kebiasaan kota tersebut. Seperti budaya mengantrinya, street food-nya dan tempat – tempat common buat turis. Ketika di Tokyo, saya keliling Harajuku, Shibuya, Akihabara & Asakusa tanpa tujuan. Saya hanya ingin menikmati kota tersebut (dengan sedikit berbelanja ;))

6. Ask questions.

Kesasar, itu nama tengah saya ;D. Tapi seperti yang saya sebutkan sebelumnya, minta petugas hotel untuk menuliskan alamat hotel dengan bahasa lokal (jika diperlukan). Jangan takut bertanya, tapi bertanya juga pilih- pilih. Lebih aman bertanya ke supir taksi, kasir mini market atau pelayan restoran. Tetapi selama saya di Jepang, saya banyak mengandalkan bahasa “tarzan” alias sumimasen – tunjuk peta- dan minta orang tersebut menggambar arahnya (jangan lupa selalu kantongi note & pulpen ya). Anyone who could be of assistance.

7. Add important numbers to your phone.

meutia fachrina meutia fachrina
Dress maker | Traveler | Fangirl | December
Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction
meutia fachrina
meutia fachrina
Dress maker | Traveler | Fangirl | December

no comments

Follow Moeslema on SNS