6029
  2018-07-28       beritaanakcerdas.com

5 Tips Mendidik Anak-Anak Zaman Now

Dunia anak-anak kita hari ini, sudah amat sangat jauh berbeda dengan dunia kita saat masih anak-anak. Maka, pada beberapa hal, kita perlu meng-update strategi pendidikan kita terhadap anak.

Adiba 55 views

Beberapa fenomena yang terhadi pada anak-anak zaman now sungguh memprihatinkan. Ada yang kecanduan selfie berlebihan, kecanduan game online berlebihan, malah yang terparah na'udzubillahimndzalik ada yang hamil di luar nikah padahal masih SMA bahkan SMP. Yang tak kalah memprihatinkan, ada pula anak SD yang sudah berpacaran dan berciuman.

Penyebab fenomena tersebut memang ada banyak faktornya. Namun, sedikit atau banyak salah satunya adalah kurang optimalnya kita sebagai orang tua mendidik mereka. Salah satu bentuk optimal mendidik anak adalah, memahami fakta mereka itu seperti apa.

Karena bisa jadi, bahkan sudah memang sering terjadi, banyak orang tua zaman sekarang yang tidak begitu tahu fakta anaknya. Terlebih anak-anak zaman now. Sehingga, memungkin akan ada hal-hal salah pada anak yang tidak tercegah oleh orang tua.

Seperti misalnya, anak-anak sekarang bisa bermaksiat melalui aplikasi chatting dan social media-nya. Sementara, orang tua tidak memiliki akun-akun social media tersebut, bahkan tidak tahu faktanya.

Begitulah...

Nah, maka dari itu, penting bagi orang tua untuk senantiasa meng-update ilmunya. Setidaknya, berikut 5 tips mendidik anak-anak zaman now yang cukup penting Anda terapkan.

1. Ajak ia melakukan aktivitas bersama-sama secara menyenangkan, jangan biarkan ia sering menyendiri

Anak-anak zaman now kerap lekat dengan gadget. Yang namanya lekat dengan gadget, identik dengan menyendiri. Dan tatkala ia semakin sering menyendiri, ia akan lebih mendorong ia untuk melakukan hal-hal yang tidak mungkin ia lakukan kalau sedang banyak orang, terutam kalau sedang ada orang tua.

Maka, biasakanlah sejak kecil untuk mengajak anak Anda melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama-sama. Bisa dengan hal-hal yang sederhana:
● Memasak bareng
● Makan bareng sekeluarga, tentunya
● Ngaji bareng
● Belanja bareng
● Merawat tanaman bareng
● Berlibur bareng
● Membersihkan dan membereskan Rumah bareng-bareng
● Main sepak bola bareng
● Dan lain-lain...

Barengnya bisa dengan keluarga, maupun teman-temannya.

2. Gali potensi, minat, dan 'bakat' anak

Coba cari tahu, kira-kira apa potensi, minat, dan 'bakat' anak. Misalnya, anak:
● Gemar menulis
● Gemar menggambar
● Gemar public speaking
● Pandai berhitung
● Pandai memasak
● Mudah bergaul dengan orang
● Mahir memanah
● Dan sebagainya...

Bila sudah, teruslah apresiasi karya-karyanya, kontribusi-kontribusinya, dan tiap aktivitas-aktivitas yang ia minati tersebut. Katakan bahwa ia bisa menjadi ahli yang hebat di bidang itu.

Sehingga, anak akan senantiasa antusias mendalami dan fokus pada bidang itu. Bahkan, bila ia memilik gadget, dia akan cenderung memanfaat gadget sebagai alat untuk mencapai tujuan utamanya itu.

Begitulah, kalau anak sudah punya visi yang jelas. Sehingga ia tak mudah dialihkan ke yang lain-lain.

Sebaliknya, bila anak tidak punya visi, kemudian diberikan gadget, maka dia hanya akan mencari kesenangan dan kepuasan semata, berdasarkan naluriahnya semata tanpa visi.

3. Bantu mengedukasi anak tentang banyak hal

Source: www.go-dok.com

Orang tua perlu tetap memantau apa aktivitas anak saat memainkan gadget. Sesekali saat anak sedang melihat sesuatu, coba Anda tambahkan informasi yang ia butuhkan.

Dari perasaan ingin tahunya yang besar, Anda bisa memanfaatkan perasaan itu. Kemudian, coba alihkan maupun warnai dengan hal-hal yang bagus.

Meski tentu, dalam hal ini, orang tua dituntut untuk cerdas.

Memang sih, yang namanya mendidik anak itu butuh ilmu. Kalau sekadar mengasuh anak, kadang bisa dengan insting tanpa ilmu. Tapi kalau mendidik, yah harus punya ilmu. Maka, tentu orang tua harus senantiasa pelajari ilmu yang dapat menunjang pendidikan anak.

4. Fasilitasi tools-tools fisik non-digital

Source: blog.syiir.com

Berangkat dari minat-bakat serta perasaan ingin tahu anak, Anda bisa lebih mendorongnya dengan memberikan fasilitas berupa tools-tools fisik. Jangan lagi sekadar yang digital, seperti halnya aplikasi. Seperti halnya buku, pensil, busur dan anak panah, dan lainnya.

Meski tools digital tentu tetap penting, namun sesuaikan porsinya, jangan sampai mendominasi, apalagi bila anak masih kecil.

5. Bacakan kisah-kisah Islami

Source: www.dream.co.id

Salah satu tips mudah mendidik anak dan cukup ampuh sepanjang Sejarah, adalah dengan cerita. Kadang, cerita lebih ampuh daripada langsung menasehati, apalagi kritik dan marah-marah.

Maka, rutinkanlah untuk memberikan kisah-kisah Islami terhadap anak. Bisa dengan kisah Rasulullah SAW, para sahabat ra, para ulama, dan tokoh-tokoh Islam lainnya. Baik kisah nyata maupun fiksi. Meski ada baiknya yang nyata lebih dibanyakin dan didahulukan.

InsyaAllah, hal tersebut akan membantu pembentukan pola pikir anak dan pola sikap anak agar menjadi lebih Islami. Sehingga, tatkala ia menghadapi berbagai macam sarana-sarana zaman now, ia berusaha menilainya dari sudut pandang Islam terlebih dahulu.

Adiba
Adiba
Mari sama-sama belajar membentuk keluarga yang baik dan i...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Adiba
Adiba
Mari sama-sama belajar membentuk keluarga yang baik dan insyaAllah diridhai oleh Allah.

no comments

Follow Moeslema on SNS