599
  2016-09-06       Photo © Meutia Fachrina

Satu Hari Berkeliling Kyoto: Arashiyama, Kuil Fushimi Inari, Sannen-zaka Path, dan Mencoba Kimono!

Penasaran apa yang membuat Kyoto jadi salah satu destinasi favorit turis dari seluruh dunia? Yuk baca artikel saya karena kali ini saya full berkeliling Kyoto!

meutia fachrina 331 views

Source: Photo © Meutia Fachrina

Lanjut ke hari kedua saya di Kyoto! Hari ini saya akan mengeksplor secara lebih dalam apa saja yang ada di Kyoto!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Destinasi pertama saya kali ini adalah hutan bambu Arashiyama!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Saya nggak henti-hentinya berdecak kagum dan mengucapkan 'Subhanallah' dalam hati karena tempat ini indah banget!

Bambu-bambu yang ada disini digunakan sebagai bahan baku kerajinan tangan toko-toko souvenir lokal. Contohnya yaitu keranjang, kotak penyimpanan, dan mangkuk.

Apa saja yang bisa kamu lihat di Arashiyama selain hutan bambu?

- Iwatayama Monkey Park.
Lebih dari 170 monyet tinggal di Iwatayama Monkey Park. Jangan khawatir, monyet-monyet ini sudah terbiasa dengan manusia! Iwatayama Monkey Park ini terletak tidak jauh dari stasiun Saga-Arashiyama. Disini, pengunjung bisa bercengkrama dengan monyet-monyet yang ada disini.

- "Moon Crossing Bridge" (渡月橋, Togetsukyō)
Jembatan ini terkenal akan view-nya yang baguuuus banget saat cherry blossom (musim bunga sakura berkembang) dan musim gugur.

- Tenryū-ji temple
Kuil utama dari Rinzai School, salah satu sekte Budha utama di Jepang.

- The hamlet of Kiyotaki
Desa kecil yang terletak di kaki gunung Atago. Desa ini terkenal akan pemandangannya yang indah!

- Matsunoo-taisha,
Sebuah kuil yang berjarak setengah mil dari Arashiyama. Tempat ini adalah salah satu kuil tertua di Kyoto, dibangun pada tahun 700.

- Ōkōchi Sansō
Rumah dan taman bergaya Jepang milik aktor Denjirō Ōkōchi.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Papan informasi yang dapat membantu kamu memahami kawasan. Papan ini biasanya diletakkan di tempat-tempat strategis, jadi kamu tidak perlu khawatir akan tersasar!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Dari hutan bambu Arashiyama, saya pindah ke kuil Fushimi Inari! Kuil ini adalah salah satu kuil paling populer yang harus kamu datangi ketika sedang berkunjung ke Kyoto!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Kuil ini terkenal akan ribuan gerbang Torii berwarna jingga berjajar sepanjang 2,3 km dari kaki hingga puncak gunung Inari.

Untuk menuju puncak gunung Inari melalui gerbang Torii dengan berjalan kaki, di butuhkan waktu selama 2 jam.

Waktu yang paling baik untuk berkunjung kesini adalah pagi hari. Jam 9 pagi bisa dibilang waktu yang paling tepat karena suasananya masih sepi. Kalau kamu berkunjung kesini sekitar pukul 11 siang, tempat ini akan ramai oleh turis.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Bendera-bendera yang ada di sepanjang kuil Inari-Fushimi.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Di kuil Inari-Fushimi, prayer board-nya dibuat dengan bentuk seperti kitsune (rubah). Pengunjung dapat menghias bagian depan prayer board mereka sehingga terlihat lucu, dan menuliskan doa atau harapan mereka pada bagian belakang.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Gerbang Torii super besar yang ada di depang kuil Fushimi Inari!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Saya juga berkunjung ke kuil Kiyozumi-Dera. Namun sayang sekali ketika saya kesini, saya tidak bisa berkunjung hingga ke dalam kuil karena sedang ada upacara tradisional :(

Source: Photo © Meutia Fachrina

Akhirnya saya hanya foto-foto ornamen yang ada di luar kuil saja deh.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Setelah puas berkeliling kuil, saya memulai Kyoto city trip!

Mengunjungi Kyoto rasanya nggak lengkap tanpa berjalan kaki menyusuri Sannen-zaka dan Ninen-zaka path.

Tempat ini benar-benar dekat dari tempat yang saya kunjungi sebelumnya yaitu kuil Kiyozumi-Dera. Cukup berjalan kaki mengikuti pathway dari Kiyozumi-Dera, tidak lama kemudian kita sampai di Sannen-zaka dan Ninen-zaka Path!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Suka banget suasana di Sannen-zaka dan Ninen-zaka Path, masih kental banget akan budaya Jepang!

Toko dan restoran yang berjajar disini masih mempertahankan gaya arsitektur kuno khas Jepang. Kalau kamu mencari souvenir khas kyoto, disini kamu bisa mendapatkannya dengan harga yang lebih murah daripada di departemen store.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Toko-toko di sepanjang jalanan Kyoto.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Selain toko, kamu juga bisa menemukan banyak restoran disini.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Ada becak tradisional Jepang juga!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Salah satu toko kopi terkenal di Kyoto, % ARABICA!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Mampir ke Studio Ghibli Shop yang ada di Kyoto untuk membeli beberapa titipan teman. Can't resist with the cuteness of this shop!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Totoro super besar ini rasanya ingin dibawa pulang!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Suasana pertokoan di ninen-zaka Path.

Setelah itu, saya mampir ke tempat rental kimono!

Source: Photo © Meutia Fachrina

Lapisan kimono yang saya pakai kali ini. Setiap bagian dari kimono ini punya nama lho!
- Dōura: upper lining on a woman's kimono.
- Eri: collar.
- Fuki: hem guard.
- Sode: sleeve below the armhole.
- Obi: a belt used to tuck excess cloth away from the seeing public.
- Maemigoro: front main panel, excluding sleeves. The covering portion of the other side of the back, maemigoro is divided into "right maemigoro" and "left maemigoro".
- Miyatsukuchi: opening under the sleeve.
- Okumi: front inside panel on the front edge of the left and right, excluding the sleeve of a kimono. Until the collar, down to the bottom of the dress goes, up and down part of the strip of cloth. Have sewn the front body.
- Sode: sleeve.
- Sodeguchi: sleeve opening.
- Sodetsuke: kimono armhole.
- Susomawashi: lower lining.
- Tamoto: sleeve pouch.
- Tomoeri: over-collar (collar protector).
- Uraeri: inner collar.
- Ushiromigoro: back main panel, excluding sleeves, covering the back portion. They are basically sewn back-centered and consist of "right ushiromigoro" and "left ushiromigoro", but for wool fabric, the ushiromigoro consists of one piece.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Saya memilih paket untuk menggunakan kimono selama 30 menit, dimana kita boleh menggunakan kimono ini untuk berfoto dan berjalan-jalan namun hanya disekitar toko saja. Paket ini harganya 1700 yen.

Ketika memakai kimono ini, saya dibantu oleh satu orang asisten toko. Memakai kimono ternyata tidak mudah lho! Kimono yang saya pakai ini ada dua lapis, kimono putih sebagai dalaman, dan kimono yang memiliki corak sebagai luarannya.

Source: Photo © Meutia Fachrina

Setelah kimono telah digunakan dengan rapi, kemudian tahap selanjutnya yaitu menggunakan obi.

meutia fachrina meutia fachrina
Dress maker | Traveler | Fangirl | December
Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction
meutia fachrina
meutia fachrina
Dress maker | Traveler | Fangirl | December

no comments

Follow Moeslema on SNS