588
  2016-08-16    

Wisata Kuliner di Jalan Sabang, Jakarta Pusat

Siapa bilang makanan enak susah di cari di ibu kota? ini dia tempatnya

Deane Lene 801 views

Assalamualaikum moeslemates...

Kita Kuliner yuk di Jalan Sabang, Jakarta.

Jalan Sabang sudah lama dipromosikan oleh Pemda DKI Jakarta sebagai salah satu pusat wisata kuliner. Tak salah, sih. Ada banyak hidangan nikmat yang tersedia di sini. Dari hidangan tradisional Indonesia sampai masakan mancanegara, dari kaki lima sampai restoran ber-AC, dari yang relatif murah sampai yang benar-benar mahal. Lengkap. Saya juga termasuk orang yang cukup senang makan-makan di Jalan Sabang. Berikut beberapa highlight tempat makan menarik di jalan yang nama resminya Jl. H. Agus Salim ini:

1. Beirut Lebanon – Rumah makan masakan Lebanon

Ini bukan warung murah ya guys. Rumah makan yang biaya makan perorangnya di kisaran Rp.200.000 ini menjual hidangan khas Lebanon. Tidak banyak rumah makan yang menyediakan masakan serupa di Jakarta, jadi para pecinta kuliner khas arab perlu mencoba makan di sini. Masakan di sini porsinya besar, jadi sebenarnya bisa untuk sharing. Rasanya? Kalau Anda pecinta bawang putih dan kambing, dijamin tidak akan menyesal makan di sini. Untuk yang ingin mencoba makanan unik, sop kambing dengan kuah yoghurt boleh dicoba ... asal tahan mental saja waktu makan. Untuk jam oprasional dari jam 10.00- 02.00 WIB

2. Kampung Kuliner Sabang

Source: kabarinews.com

Posisinya berada di tengah-tengah jalan Sabang. Kalau dari jalan utama, terlihat seperti sebuah gang kecil, yang dikiri-kanannya berjajar warung-warung makan. Di sini ada beragam makanan, antara lain sate, nasi goreng, tapi jagoannya adalah Warung Soto Ceker dan Ranjau Pak Gendut. Soto Ceker-nya terkenal banget, dan di weekend orang-orang bisa antre untuk makan di sini. Ceker di sini besar-besar, jadi gurihnya lebih terasa.

3. Sate Kambing dan Ayam Jaya Agung

Warung sate ini terletak di ujung Jalan Sabang. Tepatnya di perempatan antara Jl. H. Agus Salim dan Jl. K.H. Wahid Hasyim. Tempatnya strategis dan tidak akan bisa terlewatkan, terutama karena selalu ramai dan sering kali terlihat ada antrean orang menunggu tempat duduk. Kabarnya,warung sate ini sudah berdiri sejak tahun 1975. Harga per porsinya kisaran Rp.30.000-Rp.50.000 (sate/soto/rawon)

4. Nasi Gandul Khas Pati

Pernah makan nasi gandul? Nasi yang diberi kuah gurih ini adalah makanan khas daerah Pati. Saya hampir-hampir tidak pernah menemui penjual makanan ini kecuali di kios di Jalan Sabang ini. Untuk yang mau tahu rasanya, buruan datang ke sini dan coba rasanya! Harga yang ditawarkan berkisar Rp60.000 untuk 2 orang (rata - rata)

5. TWII Mart (Toko Khong Guan)

Biasanya toko ini bukan tempat yang umum disambangin pecinta kuliner. Tapi perlu dicatat juga, mengingat toko ini adalah salah satu bukti kejayaan Jalan Sabang dari puluhan tahun yang lalu. Tempatnya, menurut saya, jadul banget. Bagi penggemar cemilan biskuit dari pabrik grup Khong Guan, silakan mampir untuk membeli biskuit dengan harga yang relatif murah.

6. Modern Bakery Sakura Anpan

Walau namanya pakai kata “modern”, toko kue ini sudah ada sejak jaman dahulu kala. Kalau masuk ke sini, rasanya seperti masuk ke toko roti di jaman 90-an. Penataan rotinya juga jaman dulu banget. Rasanya sih biasa aja, yah. Tapi pengalaman masuk ke tokonya itu yang unik. Toko ini buka pada pukul 09.00-21.00 WIB. Dengan harga Rp.50.000 kalian sudah bisa membeli beberapa macam jenis kue.

7. Pempek Cawan Putih

Rumah makan asli Palembang ini menyediakan hidangan Palembang, termasuk pempek dan rasanya luar biasa enak! Bentuknya sih, ruko jadul, dan kalau masuk ke sini, kesannya seperti makan di rumah makan tahun 80-an. Tapi kalau soal rasa, boleh bersaing dengan restoran yang terlihat lebih modern. Dibandrol dengan harga Rp.80.000 kalian sudah bisa menikmati lezatnya makanan khas Palembang ini. Tempat ini selalu ramai jadi pastikan jangan sampai kehabisan ya. Jam oprasionalnya dari jam 09.00-21.00 WIB.

8. Kedai Pelangi

Source: www.qraved.com

Rumah makan khas makasar ini menjual berbagai hidangan Makasar. Nasi goreng di sini warnanya merah, khas Makasar. Buat yang suka mencoba berbagai hidangan tradisional, silakan mampir ke sini. Rumah mukan ini buka jam 09.00 hingga pukul 23.30 WIB. Dibandrol dengan harga Rp.90.000 untuk 2 orang kalian sudah bisa mencoba masakan di rumah makan ini guys.

9. Beberapa warung tenda yang buka malam hari di Sabang:

a. Warung nasi goreng
Letaknya agak di dekat perempatan antara Jl. H. Agus Salim dan Jl. K.H. Wahid Hasyim. Warung nasi goreng ini menjual beragam macam nasi goreng, jadi tinggal dipilih sesuai selera. Selain di sini, ada beberapa tempat yang juga menjual nasi goreng di Jalan Sabang, tapi menurut saya tidak seenak warung ini.

b. Penjual jus dan sop buah
Ada banyak warung jus buah di Jalan Sabang malam hari. Tinggal dipilih saja. Harganya lumayan mahal untuk ukuran jus, dan biaya nongkrong di sini bisa lebih mahal lagi karena setiap lima menit ada pengamen yang datang. Tapi kalau memang mau menikmati suasana Sabang di malam hari, patut dicoba.

c. Gerobak sate
Di ujung jalan Sabang di malam hari, banyak berjajar gerobak penjual sate. Kadang-kadang, saya rasa sate yang dijual di gerobak ini lebih enak dibandingkan sate yang dijual di rumah makan beneran di dekatnya. Paling tidak, antara harga dan rasa sebanding.

10. Cafe dan rumah makan tempat nongkrong

selain tempat-tempat yang aku sebutin sebelumnya dijalan sabang ini ada juga cafe-cafe tempat nongkrong dan rumah makan biasa seperti Dunkin Donuts, Hoka-Hoka Bento, Eatology, Kopi Oey, Sere Manis, dan beberapa rumah makan Padang.

Transportasi dan arahnya? Ini dia!

Hanya ada satu bus yang melewati Jalan Sabang, yaitu Metromini P15 jurusan Senen – Setiabudi. Tapi kalau tidak bisa naik bus ini, ada beberapa alternatif:

• Naik Transjakarta, turun di halte busway Sarinah K01-12. Halte ini merupakan bagian dari Koridor 1 yang melayani rute Blok M – Kota. Dari halte ini masih jalan kaki sekitar 10 menit untuk sampai di Jalan Sabang.

• Naik bus jurusan Tanah Abang yang lewat Jl. M.H. Thamrin, atau bus lain yang lewat Jl. M.H. Thamrin. Kendaraan umumnya sama seperti keterangan transportasi menuju ke IFI Thamrin di sini, karena memang Jalan Sabang letaknya relatif dekat dengan IFI Thamrin. Dari tempat turun bus, masih jalan kaki sekitar 10 menit.

• Untuk yang naik kendaraan pribadi, bisa lewat Jl. M.H. Thamrin dan belok di sebelah Gedung Sarinah, atau kalau dari Gereja Katholik Theresia tinggal lurus saja ke arah Monas. Jalan Sabang sempit dan untuk dua arah, jadi jangan heran kalau lalu lintasnya sering kacau. Di Jalan Sabang parkirnya bisa bayar pakai Flazz atau kartu pengganti tunai lainnya. Harga parkir Rp 5.000,- untuk satu jam pertama, terus ada biaya lagi untuk jam-jam berikutnya.

• kalau kalian masih kesulitan juga, bisa mencoba transportasi berbasis online sudah pasti sampai karna mengikuti arah yang telah tertera di peta dan navigasi aplikasinya.

Nah.... bagaimana? Masih bingung mau makan apa? Tempatnya dimana? Enak atau engga? Kalian bisa coba beberapa makanan yang ada di atas. mungkin salah satu dari makanan itu ada yang menjadi favorit kalian. Selamat mencoba.

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: RECIPE&CULINARY


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS