585
  2016-08-16       www.joblo.com

Film Review: Suicide Squad

sulit untuk di deskripsikan dan sangat mudah unutk di lakukan

Deane Lene 75 views

Assalamualaikum moeslemates...

kali ini aku review film nih. kali pasti sudah menonton film suicide squad nih. Langsung aja ya.

Film "Suicide Squad" ini bercerita tentang sekelompok pemerintah yang ingin merancang sebuah misi rahasia, bernama Argus. Di dalam Argus tersebut sekelompok komplotan penjahat-penjahat paling berbahaya dan paling ditakuti. Tidak mudah untuk masuk dalam kolompok Argus tersebut karena syaratnya yang cukup sulit. Syarat tersebut yaitu mereka harus bersedia ambil bagian dalam misi berbahaya dan sangat rahasia

Penjahat penjahat yang masuk dalam organisasi Argus tersebut yaitu adalah Deadshot (Will Smith), Harley Quinn (Margot Robbie), Joker (Jared Leto), Kapten Boomerang (Jai Courtney), Enchantress (Cara Delevingne).

Dan ternyata ketua dan pemilik oraganisasi tersebut merupakan sorang wanita tangguh dan berani yang bernama Amanda Waller (Viola Davis). Akan kah penjahat tersebut bisa sukses menjalannkan sebuah misi rahasia itu?

Source: nerdist.com

Suicide Squad selalu punya cara dalam meningkatkan hasrat para calon penontonnya untuk tetap teguh menyaksikan film ini di bioskop. Penampilan Joker yang eksentrik di trailer perdananya, serta lagu Bohemian Rhapsody yang padu dengan editing-nya jadi salah satu faktor marketing yang bisa dibilang sukses di media sosial. Data pun menyebutkan bahwa sejak Maret hingga Mei 2016, film ini berhasil menguasai perbicangan di Twitter dan mengalahkan Finding Dory serta Ghostbusters. Sebuah bukti sederhana bahwa film ini perkasa dari segi pemasaran, khususnya dalam hal mencuri atensi. Tapi apa lacur, Suicide Squad tak ubahnya menu restoran fast food yang hanya tampak nikmat dalam poster, namun justru mengecewakan saat dihidangkan.

Sama seperti formula film pada umumnya, Suicide Squad dimulai dengan pengenalan para anggota yang akan dikumpulkan dalam Task Force X atau yang disebut juga Suicide Squad. Bagian ini dikemas dengan pace yang begitu cepat dan back story yang tak bertele-tele. Setting kisah pun mengambil waktu pasca film Batman v Superman: Dawn of Justice, yang sudah diperlihatkan dalam beberapa trailer film ini.
Setelah memasuki tahap pengenalan, sesuatu yang mengganjal di film Suicide Squad perlahan mulai terasa. Meskipun harus diakui ada masalah lainnya, namun inilah yang paling menggangu, yaitu kedangkalan latar belakang konflik yang jadi dasar cerita. Ibarat sebuah badan, film ini memiliki penyakit serius di jantungnya, yang tak terlihat secara kasat mata namun berpengaruh pada organ lainnya. Ya, cerita dalam film ini amat klise dan sayangnya tak ada sangkut pautnya dengan kisah di film Batman v Superman. Mengecewakan, karena kisah dari film Batman v Superman sejatinya meninggalkan banyak pertanyaan penting dan bibit masalah yang bisa saja digali lebih dalam.

Pengembangan konflik dan inti permasalahan yang terlalu dangkal ini sebenarnya bisa diobati dengan penampilan karakter yang kuat. Namun sayang hanya Deadshot, Rick Flag, Captain Boomerang dan Harley Quinn saja yang mampu mencuri perhatian, sisanya hadir dengan porsi seadanya dan tak menggairahkan. Ada dua anggota Suicide Squad yang tak begitu penting, atau bahkan bisa hapus dari dalam cerita film ini. Maaf, saya tak bisa menyebutkan siapa mereka.
Penampilan Joker dan Harley Quinn

Sayang sungguh sayang, Jared Leto yang dijadikan umpan dalam memancing penonton justru tak diberi porsi besar dalam film ini. Padahal ia hadir dengan feel Joker yang berbeda. Lebih metroseksual, melankolis, dan kejam. Namun karena sorotan untuk karakter Joker terbatas, kemampuan Jared Leto yang pernah menggondol piala Oscar ini tak tercurah dengan maksimal. Bahkan, ada beberapa scene dalam trailer Suicide Squad yang tak ditampilkan dalam film ini. Entah apa alasannya, namun minimnya durasi penampilan Joker justru mengurangi keseruan Suicide Squad. Beruntung, Harley Quinn sukses mencuri perhatian sebagai subtitusi Joker meskipun keunikan karakternya tak sepadan.

Baik Jared Leto (Joker) dan Margot Robbie (Harley Quinn), keduanya berhasil tampil memukau dan menjalin chemistry yang kuat. Sebuah penggambaran unik kisah cinta pasangan kriminal gila yang awam untuk ditemui dalam film superhero lainnya.Chemistry yang dibangun kedua karakter ini terjalin sangat kuat, terlebih setelah Dr Harleen Quinzel berubah menjadi sosok Harley Quinn.

Di lain sisi, banyak pihak yang meragukan kualitas Jared Leto saat ia dipilih sebagai pemeran Joker di film ini. Seakan berusaha lepas dari bayang-bayang Joker a la Heath Ledger, Leto ternyata berhasil menampilkan Joker versinya sendiri dengan suara khas dan gestur anehnya yang tampak jelas dalam film ini. Mengingat minimnya porsi sang Joker, tentu belum pantas untuk membandingkan Leto dengan Ledger hanya dengan Suicide Squad. Jika Joker (Jared Leto) ditampilkan lagi dalam film soloBatman nantinya, mungkin ia akan memiliki porsi dan juga pengembangan karakter yang lebih dalam. Di sanalah, sepertinya lebih bijak untuk membandingkan kedua aktor ini sebagai pemeran Joker.

Bukan Will Smith atau Jared Leto, namun Margot Robbie adalah yang terbaik dalam film ini. Mudah untuk mencintai karakter Quinn dan juga kagum atas akting Margot Robbie. Kata “Puddin” yang terucap dari Harley Quinn terdengar begitu pas, apalagi dilengkapi dengan akting berkualitas Margot Robbie. She’s simply the most powerful character in this film.

Source: i.imgur.com

Di balik kekurangan, masih ada poin positif yang bisa dipetik dalam film ini. Fun dan juga sajian action yang bertubi-tubi membuat film ini terasa begitu cepat dan mengalir. Dilantunkan dengan penuh distorsi, musik yang hadir dalam film ini juga memperkuat nuansa bad guys para karakternya. Bisa dibilang Ayer memiliki sense yang baik dalam menempatkan musik dalam film ini. Selain selera musik, keunikan Ayer juga datang dari gaya visual effect yang ia hadirkan. Seperti menonton game dalam bioskop, Ayer memperlihatkan banyak warna cerah dan grafis memukau yang senada dengan tone film ini. CGI-nya pun tampak rapi, meskipun ada beberapa bagian yang terasa kurang dipoles.
Jika menganggap bahwa Batman v Superman kekurangan unsur humor, maka Suicide Squad berhasil menambal kesalahan ini. Namun sayangnya, Suicide Squad menciptakan kesalahan baru lagi yaitu kedangkalan cerita dan produksi yang (kabarnya) berantakan. Ekspektasi Anda yang begitu tinggi harus dikubur dalam-dalam karena overall film ini biasa saja dan tak meninggalkan kesan yang berlebih. Bahkan, Batman v Superman yang notabene dianggap begitu kacau masih punya banyak scene yang memukau dan memorable.

Para Pemain

Source: www.duniaku.net

Genre : Action
Sutradara : David Ayer
Produser : Charles Roven, Richard Suckle
Penulis Naskah : David Ayer, Justin Marks
Pemain Film Suicide Squad :

Will Smith sebagai (Floyd Lawton / Deadshot)
Jared Leto sebagai (The Joker)
Margot Robbie sebagai (Dr. Harleen F. Quinzel / Harley Quinn)
Jai Courtney sebagai (Captain Boomerang)
Cara Delevingne sebagai (Enchantress)
Viola Davis sebagai (Amanda Waller)
Ben Affleck sebagai ( Bruce Wayne / Batman)

Tanggal Rilis Perdana : 05 Agustus 2016
Produksi : Atlas Entertainment, DC Entertainment

Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: REVIEW


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS