5520
  2017-12-13       www.tawakkolkarman.net

Kesuksesan 3 Wanita Muslimah Ini Bisa Menjadi Inspirasimu

Sukses adalah peluang bagi setiap orang, terlepas ia muslim atau bukan, berhijab atau tidak. Buktinya kesuksesan 3 wanita muslimah ini bisa menjadi inspirasimu!

Official Moeslema Team 1,613 views

Assalamu'alaikum Moeslemates,

Siapa tokoh inspiratifmu? Apa sih yang membuat Kamu terinspirasi dan termotivasi untuk jadi orang hebat seperti idolamu itu? Mungkin kita sering mendengar "Man jadda wa jada" artinya barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti berhasil, atau "You can if you think you can" bisa jika Kamu berpikir bisa. Pepatah-pepatah tersebut nyatanya tidak pernah salah, banyak orang yang saat ini sukses dengan penuh perjuangan dan jerih payah, karena jika Kamu menemukan kesuksesan yang didapatkan dengan mudah, pasti ia akan hilang dengan mudah pula. Sebagaimana perjuangan dari para muslimah berikut ini yang sudah semestinya menginspirasi kaum muslimah di seluruh dunia. Ingin tahu siapa sajakah mereka? Yuk simak selengkapnya di sini!

Tawakkul Karman, Wartawan

Pernah dengar nama Tawakkul Karman? Tawakkul Karman adalah salah seorang muslimah berhijab yang menginspirasi dari Negara Arab. Memiliki nama lengkap Tawakel Abdel-Salam Karman, dia lahir di Yaman 7 Februari 1979. Ibu 3 orang anak ini adalah seorang jurnalis sekaligus aktivis yang memperjuangkan hak dan asasi manusia (HAM). Di Yaman, kebebasan berpendapat, berekspresi serta berdemokrasi adalah 3 hal yang langka, hal ini tentunya bertolak belakang dengan profesinya sebagai seorang jurnalis yang menjadi media penghubung antara pemerintah dan rakyat. Dia adalah muslimah pertama di Yaman yang menolak dan menentang keras rezim Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh.

Perjuangannya dimulai sejak tahun 2005 saat mendirikan Perhimpunan Wanita Jurnalis Tanpa Belenggu dan tak lama bergabung dengan partai oposisi yakni Partai At Tajammu Al Yamani Lil Ishlah (Perhimpunan Yaman untuk Reformasi). Hal ini sontak menjadikannya sebagai sorotan dan mendapatkan perhatian besar dari negaranya, terlebih lagi pada tahun 2007 Karman menjadi pendukung layanan berita telepon genggam dan mulai memimpin protes kebebasan pers, memperjuangkan hak-hak perempuan, memperjuangkan demokrasi yang membuatnya beberapa kali harus masuk penjara.

Mungkin pada waktu itu, suara dan kekuatan seorang perempuan tidaklah seperti zaman sekarang yang cenderung lebih bebas berpendapat dan memiliki hak yang sama dengan laki-laki. Karena itu, meskipun di negara yang bisa disebut kental keagamaanya, Karman sering disebut tidak islami dan dianggap menjauhkan wanita dari rumahnya. Karman merupakan seorang wanita Arab pertama di Yaman yang juga menentang pernikahan anak-anak di bawah umur, karena saat itu masih belum ada batasan usia pernikahan. Dari beragam argumentasi dan berbagai unjuk rasa yang ia lakukan, tak jarang ia berkali-kali diancam akan dibunuh bahkan sempat mengalami percobaan pembunuhan.

Jika kita sering mendengar sejarah tentang bagaimana perjuangan para pahlawan melawan penjajah, mungkin hal serupa dilakukan oleh Tawakkul Karman. Seorang ibu dari 3 orang anak dengan usia 32 tahun pada saat itu, harus menggulingkan rezim yang berusia 30 tahun. Seperti kata pepatah "Tak ada keringat yang tidak dibayar" akhirnya perjuangan seorang Tawakkul Karman pun berbuah manis, ia akhirnya mendapat dukungan dari berbagai pihak hingga akhirnya di apresiasi dengan mendapatkan nobel perdamaian pada tahun 2011 dan merupakan perempuan Arab pertama yang mendapatkan hadiah tersebut.

Iman Aldebe, Fahion Designer

Inspirasi selanjutnya datang dari seorang muslimah asal Swedia, Iman Aldebe. Memiliki nama lengkap Aldebe Haute Coulture, wanita yang menyukai dunia fashion ini akhirnya memutuskan untuk mempelajari fashion design saat berusia 16 tahun. Jika melihat kondisi masyarkat pada saat ini, seorang designer hijab mungkin tidak menjadi hal yang tabu lagi, seperti halnya di Indonesia yang memiliki banyak designer hijab diantaranya Dian Pelangi, Ria Miranda, Ranni Hatta dan masih banyak lagi. Menjadi seorang fashion design di negara Eropa bukanlah hal yang mudah, terutama Iman Aldebe adalah seorang muslim yang menggunakan hijab dan merupakan putri dari seorang imam Masjid.

Keinginan terbesar Iman Aldebe sejak awal adalah menjadi seorang muslim yang bisa tampil fashionable dan trendy. Tentu saja pada waktu itu hal ini adalah sesuatu yang tidak mudah didapatkan, sseringkali ia mendapatkan banyak celaan baik dari orang-orang non-muslim, bahkan muslim itu sendiri. Gelarnya sebagai seorang putri imam Masjid nyatanya membuat impian dan hidupnya jadi penuh tantangan dan tidak berjalan mudah dan mulus. Fashion adalah dunianya, karena itu Iman Aldebe sering mengeluarkan ide-ide unik yang anti mainstream dan selalu ingin memberikan warna yang berbeda di dalam dunia fashion, meskipun dalam kehidupannya ia dituntut untuk memakai pakaian yang sederhana dan tidak perlu bervariasi.

Memulai karirnya dengan mendesain gaun wisuda, seragam untuk pernikahan yang ia buat untuk keluarga dan teman-temannya saja. Meskipun begitu, desain Iman Aldebe tidak langsung diterima oleh penggiat fashion. Berkali-kali ia ditolak oleh toko-toko ritel, tidak lantas menyerah ia justru menjadikannya sebagai motivasi untuk membuktikan bahwa busana muslim bisa eksis di dunia fashion. Kemudian ia menciptakan hijab simpel yang ia beri nama "Happy Turban" yang mendapat sambutan baik tidak hanya oleh orang muslim tapi juga wanita non-muslim. Sayangnya kabar baik tersebut akhirnya mendapat kritikan bahkan kecaman dari masyarakat setempat sejak terjadi aksi teror 11 September 2001 di New York. Tidak hanya bagi Iman Aldebe, masa-masa itu menjadi waktu yang sulit bagi seluruh muslim di Eropa.

Hal ini justru membuat Iman Aldebe semakin kreatif dan inovatif dalam menciptakan fashion design yang memberikan kemudahan bagi para muslimah agar tetap bisa berhijab dalam pekerjaan sehari-harinya. Ia juga mematahkan anggapan bahwa seorang muslim yang menggunakan hijab tidak pantas menjalani pekerjaan-pekerjaan tertentu seperti polisi, pengusaha, tentara dan pekerjaan lainnya. Iman Aldebe menjadi pelopor dalam mendesain jilbab resmi yang cocok untuk dikenakan oleh para muslimah ketika bekerja dan mendongkrak citra muslimah yang tertindas di negara Barat agar tidak terisolasi saat menjalankan hidupnya di tengah-tengah masyarakat.

Nurhayati Subakat, CEO PT Paragon Technology Innovation (PTI)

Lain negara, lain pula perjuangannya. Di Negara Indonesia, ada seorang perempuan yang dapat menginspirasi muslimah di seluruh dunia, yakni Nurhayati Subakat pendiri sekaligus CEO PT Paragon Technology Innovation (PTI). Nurhayati Subakat merupakan wanita kelahiran Padang Panjang 1950 lulusan farmasi Institute Tekhnologi Bandung (ITB) yang memulai karirnya sebagai Staf Quality Control di salah satu perusahaan kosmetik terkenal namun memutuskan untuk keluar dan memulai bisnisnya sendiri. Sejak kecil Nurhayati Subakat memang memiliki otak yang cerdas, berbekal dari pengalamannya sebagai staf di perusahaan kosmetik tersebut akhirnya ia mencoba membuat produk shampo bermerk "Puteri".

Source: www.isigood.com

Usaha shamponya ini ia jalankan di rumahnya dengan menggandeng satu karyawan yakni pembantunya sendiri. Perlahan tapi pasti, shamponya dapat diterima oleh masyarakat melalui perjuangannya door to door memperkenalkan produknya di salon-salon yang berada di daerah Jakarta. Hal ini terus ia lakukan hingga akhirnya produk shampo Puteri mulai diterima masyakarakat luas. Berkat ketekunan dan kepintarannya dalam membaca pasar, bisnisnya semakin maju dan menjadikannya lebih optimis hingga akhirnya mendirikan PT Pusaka Tradisi Ibu dalam memanajemen usaha shamponya. Lima tahun sejak dimulainya bisnis shampo Puteri, naas pabriknya malah terbakar sedangkan hutang di bank masih menumpuk.

Sempat berpikir untuk menyerah dan mengakhiri bisnisnya, Nurhayati Subakat memutuskan untuk tetap maju dan memulai dari nol dengan modal tabungan dari suaminya. Tahun 1995 ia menciptakan produk baru yang ia beri nama "Wardah" dengan membidik muslimah sebagai target penjualannya. Memilih wanita muslim sebagai target penjualan tentu tidak hanya embel-embel semata, Wardah diformulasikan oleh bahan-bahan yang halal dan mengedepankan prinsip yang halal pula, Wardah juga dibuat dengan kualitas yang baik dan aman untuk digunakan. Tidak lantas langsung diterima oleh masyarakat, trend kosmetik halal yang diciptakan oleh Nurhayati Subakat sempat mendapat cemooh dengan disebut-sebut menjual agama.

Tidak lantas mundur, Nurhayati Sebakat menjelaskan bahwa idenya menciptkan produk kosmetik halal ini terinspirasi dari background pendidikannya yang pernah tinggal di pesantren. Berkat kegigihannya dan manajemen yang tertata dengan baik, Wardah Cosmetics akhirnya dapat diterima di masyarakat luas yang terbukti dari penjualnnya yang meningkat di tahun 1999-2003. Memenuhi kebutuhan masyarakat mayoritas muslim dengan menciptakan produk halal adalah langkah cerdas Nurhayati Subakat pada saat itu, tidak semua orang pernah berpikir bahwa kosmetik halal adalah hal yang penting. Akhirnya pada tahun 2011, PT Pusaka Tradisi Ibu milik Nurhayati Subakat kemudian berganti nama menjadi PT Paragon Technology and Innovation. Wardah Cosmetics menjadi produk kosmetik halal Indonesia yang bisa go international dan mulai dilirik perusahaan kosmetik dunia.

Official Moeslema Team
Official Moeslema Team
Official Team of Moeslema.com
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Official Moeslema Team
Official Moeslema Team
Official Team of Moeslema.com

1 comments

raj
raj 2018-02-03 19:27:32

To the awesome the game steam wallet http://stmkeyscodes.net

Follow Moeslema on SNS