5434
  2017-12-06    

Tips Manis + Sariayu Hijab Siap Babat Habis Pahitnya Masalah Rambut Berhijabmu!

Karena setiap helai rambut berhak mendapatkan perhatian dan perawatan yang sama :)

Ajeng Pujianti Lestari 24 views

Assallammuallaikum, halo moeslemates se-Indonesia Raya

Masih ingat nggak kapan pertama kali memutuskan untuk berhijab?
Saya menjatuhkan pilihan untuk berhijab justru saat euforia menjadi mahasiswi di kampus biru masih terasa hangat.

Berubah itu nggak selalu asyik!
Eh bener loh, yang namanya berubah itu memang tidak selalu sekeren teriakan HENSHIN-nya ksatria baja hitam. Hal ini saya rasakan ketika proses transisi dari tidak berhijab menjadi berhijab. Saat SMA saya termasuk orang yang peduli pada penampilan, terutama rambut. Ceritanya hampir setiap mbak-mbak salon selalu bilang kalau rambut saya ini sangat hitam, tebal dan lurus alami. Tipikal rambut yang bisa bikin orang lain iri (termasuk mbak salonnya).

Ketika memutuskan untuk berhijab rambut saya yang sepanjang punggung sering digelung supaya bisa masuk ke dalaman hijab dan tidak kewer-kewer. Mmmm, rasanya tidak nyaman sekali, panas dan gerah yang membuat produksi keringat di kepala jadi lebih banyak. Akibatnya sudah dapat ditebak, rambut menjadi lepek dan gatal. Itu masih belum seberapa dibanding rambut yang berubah bentuk jadi mencuat kesan-kesini dan sulit diatur ketika gelungan dilepas gara-gara mengikat terlalu kencang. Masalah lainnya muncul kalau saya terburu-buru ada acara dan tidak punya waktu untuk mengeringkan rambut secara alami. bisa dipastikan saat hijab dibuka rambut jadi apek dan bau keringat. Saya yakin ini pasti sempat jadi masalah teman-teman yang berhijab, iya kan? Iya kan! Ngakuu Hehehe

Pada akhirnya karena belum menemukan solusi perawatan rambut yang tepat saya mengambil keputusan untuk menggunting pendek rambut supaya tidak perlu dikuncir dan kepanasan lagi. Sedih banget.

Anyway, walaupun kepala bermasalah semangat saya untuk berhijab tetep diusahakan untuk istiqomah. Harus! Ketika sudah memutuskan sesuatu, saya harus bertanggung jawab dan menerima efek positif maupun negatifnya, itu prinsip saya. Apalagi ini memang sesuatu yang sifatnya wajib, sesuatu yang dulu sering saya acuhkan dan tunda pelaksanaannya, dengan berbagai alasan.

Pengalaman yang menambah keyakinan saya untuk terus berhijab justru didapat di luar negeri, singapura lebih tepatnya. Saat itu kami hendak makan siang di kawasan universal studio.Ketika kami baru saja masuk ke sebuah gerai, seorang bapak-bapak yang sepertinya manajer restoran menghampiri kami.

“Mohon maaf bapak-ibu, restoran ini tidak menyediakan makanan halal” kata bapak tersebut dengan bahasa inggris “boleh saya lihat peta anda?” Lanjut beliau, sebelum kami menjawab.

Saya menyerahkan peta universal studio padanya. Kemudian si bapak menunjuk beberapa restoran yang ada di dalam peta.

“Kalian bisa pergi ke restoran yang ini, atau yang ini. itu adalah restoran yang menjual makanan halal, aman bagi kalian” kata beliau tersenyum sambil mengembalikan peta saya.

Saya takjub, terpukau dengan perhatian si bapak. Setelah mengobrol sesaat, akhirnya saya tahu kenapa beliau melarang saya untuk makan di restoran tempat dia bekerja. Karena hijab yang saya kenakan menunjukkan saya muslim.

Alhamdulillah, hijab menyelamatkan kami semua dari mengonsumsi makanan yang tidak halal. Senang banget rasanya waktu itu, walaupun sempat terbersit rasa sedih karena penyelamat untuk rambut berhijab belum saya temui.

Pengalaman selanjutnya muncul saat saya merasakan musim panas di kota Dalian, Cina Utara. Tidak pernah terbayang akan merasakan udara yang begitu kering dan cahaya matahari yang menyengat kulit. Untunglah saya membawa hijab dari bahan yang ringan dan warna-warna cerah sehingga berhijab terasa lebih nyaman. Pernah suatu hari saya memakai hijab berwarna gelap yang menyerap panas, saya menjadi kegerahan. Dari pengalaman tersebut saya belajar bahwa hijab berwarna gelap lebih oke dipakai untuk malam hari.

bertemu sebuah keluarga muslim di Cina, perhatikan cara berhijabnya. walaupun nampak berbeda tujuannya sama :)

Setelah masa-masa kuliah berlalu saya menikah di usia muda dan pindah ke kota kecil tempat suami bertugas. Sebagai seorang istri saya menjadi lebih perhatian untuk merawat tubuh, terutama rambut. Bagi saya, memiliki rambut yang halus, tebal dan wangi saat dihirup oleh suami itu penting. Terutama untuk saya yang senang sekali bermanja-manja minta dielus kepalanya oleh suami.

Masalah rambut kembali muncul setelah saya melahirkan dan masuk fase menyusui. Rambut saya rontok, rontok parah! Setiap kali bersisir selalu ada rambut yang menempel bahkan sekedar ditarik lembut pun langsung copot. Setiap menyapu rumah kadang saya merinding sendiri melihat begitu banyak rambut yang jatuh tercecer dimana-mana. Hiiii

Setelah mencari informasi kesana-sini akhirnya saya tahu kalau hal ini wajar terjadi karena kurangnya nutrisi. Saat menyusui hampir semua nutrisi akan diserap oleh bayi melalui asi. Hal ini menjadi penyebab utama rambut menjadi rapuh, selain karena keringat atau faktor luar yang lain.

Dua kali melahirkan dua kali saya mengalami hal tersebut. Biasanya setelah si bayi mulai makan dan tidak full menyusu masalah rambut rontok akan berlalu dengan sendirinya. Situasi paling parah terjadi saat anak kedua sembilan bulan dan saya hamil lagi. Ya allah, kondisi rambut saya sungguh mengenaskan. Lepek, rapuh dan bau menjadi hal yang biasa. Saya kesal karena lagi-lagi belum menemukan solusi untuk rambut saya

bersama bayi nomer 1 yang tahun ini berusia 5 tahun

Merawat rambut bukan lagi menjadi hal yang mudah. Kalau saya mau pergi ke salon berarti meninggalkan anak-anak. Sebaliknya, membeli p meerawatan rambut bermerk yang lain harganya mahal dan ribet, sulit sekali untuk diaplikasikan oleh saya yang hanya IRT tanpa pembantu saat itu. Hopeless betul karena hal ini menjadi berpengaruh pada kepercayaan diri saya di hadapan suami. Saya jadi kikuk kalau suami mau mengecup puncak kepala atau sekedar mengelus rambut saya. Huhuhu

Lalu hari itu datang..
Saya sedang berbelanja di supermarket dekat rumah ketika melihat produk Sariayu Hijab series. Shampo yang diciptakan khusus untuk wanita yang menggunakan hijab! Ternyata oh ternyata, produk seperti itu telah nyata keberadaannya (maklum saya tidak menggunakan TV sehingga jadi kudet). Saya langsung membeli 2 produk yaitu sariayu hijab intense series shampoo hairfall dan juga sariayu hijab series hairmist.

peralatan peranguntuk melawan masalah rambut saya

Sore harinya saya mandi dan mencoba shampoo-nya dengan tidak sabar. Kesan pertama yang saya dapatkan adalah shampoonya harum! Saya juga membaca kalau produk sariayu hijab intense series shampoo hairfall yang ada di tangan saya ini memiliki kandungan alami kacang polong dan kedelai dengan langkah intense membantu pertumbuhan rambut baru lebih kuat, mengurangi rambut rontok serta menguatkan akar rambut. Saya mengeramasi rambut dengan gembira, pelan-pelan memijat kulit kepala supaya peredaran darah menjadi lancar. Saya tidak pernah menyangka bahwa keramas akan menjadi sesi yang seru serta menyenangkan.

Shampo hairfall dari produk sariayu hijab intense series rutin saya pakai sejak saat itu dan perubahannya terasa sekali. Saat ini saya sedang menyusui bayi yang berusia hampir 2 bulan dan ketakutan saya bahwa rambut akan rontok tidak terjadi. Selain itu, ketika suami pulang saya jadi punya kebiasaan baru, semprot-semprot sariayuhijab hairmist yang bisa banget bikin rambut segar dan harum seketika. Terbukti saat suami tiba-tiba mengelus dan mengecup rambut saya dia komentar

“Istriku rambutnya harum banget”

Pujian sederhana yang bisa buat hati saya berbunga-bunga setelah seharian bekerja. Rasa percaya diri saya akhirnya kembali, yeaaii!

Nah, dari berbagai pengalaman sejak jadi mahasiswi, istri dan ibu serta pengalaman hidup di luar negeri yang memiliki musim berbeda saya merasa punya cukup banyak masalah rambut. Alhamdulillah, pengalaman itu pula yang membuat saya kreatif untuk mencari jalan keluarnya. Beberapa hal ini mungkin bisa menjadi tips supaya aku, kamu dan kita semua semakin #bebasberhijab ;

1. Bila rambut kita panjang, pastikan tidak mengikatnya terlalu kencang saat mengenakan hijab karena beresiko mematahkan batang rambut. Ikat lemes saja dan gelung agak longgar. Ikatan terlalu kencang juga bisa menyebabkan kita pusing sakit kepala.

2. Memakai dalaman hijab serta hijab yang nyaman. Saya memakai dalaman hijab bertopi terbuat dari bahan katun yang terasa adem. Hijab yang saya pakai dulu modelnya enteng namun agak terawang. Lambat laun saya mulai mencari bahan yang tebal,adem dan membentuk tubuh. Pilihannya bisa bahan wolfis atau yang model bolak-balik sehingga tidak terawang. Jangan pilih hijab yang bahannya kasar dipegang dan terasa panas ya, itu sangat tidak nyaman. Warna hijab juga berpengaruh loh, warna-warna lembut cocok digunakan siang hari atau kegiatan luar karena tidak terlalu menyerap panas.

3. Usahakan untuk selalu mengeringkan rambut sebelum memakai hijab. Belajar dari pengalaman, misal ada agenda untuk pagi maka sorenya saya keramas. Sebaliknya kalau acaranya sore, maka pagi hari keramas. Rambut saya keringkan alami tanpa alami kecuali kepepet. Kipas angin menjadi pilihan bila butuh cepat. Kondisi rambut minimal setengah kering ya, jangan sampai masih basah sudah ditutup hijab. Khawatir memicu keringat berlebih yang menjadi salah satu penyebab gatal dan munculnya ketombe.

4. Jangan terlalu sering menguncir rambut dirumah. Karet rambut bisa diganti dengan jepitan. Buat saya, jepitan tidak sekencang karet rambut sehingga terasa nyaman.

5. Dari buku bergenre historical romance yang sering saya baca para lady inggris jaman dulu (tahun 1800an) menggerai dan mengepang longgar rambut mereka saat hendak pergi tidur. Hal tersebut dilakukan dalam rangka mengistirahatkan rambut. Tips ini juga saya lakukan karena simpel dan tidur memang lebih enak bila rambut digerai.

6. Khusus untuk para ibu menyusui saya menyarankan pilihan rambut pendek. Selain agar rambut tetap mendapat nutrisi dari akar ke ujung juga bisa membuat momen menyusui lebih nyaman. Setelah usia setahun dengan sendirinya rambut akan memanjang. Saat itu transfer nutrisi ke rambut biasanya sudah normal kembali karena bayi sudah tidak full menyusu.

7. Bahagia. Perasaan bahagia itu rahasia kesehatan dan kecantikan paling mendasar loh buibu. Do everything that make you happy. Rasa bahagia akan memicu produksi hormon kebahagiaan yang sangat baik untuk menyehatkan tubuh termasuk rambut.

8. Konsumsi makanan bernutrisi. Makanan akan selalu menjadi faktor sehat atau tidak sehatnya tubuh. Banyak mengonsumsi sayur dan buah buat saya pribadi terasa sekali sehatnya. Tidak perlu yang mahal, yang murah seperti sayur bayam atau jus tomat saja sudah cukup baik loh untuk kesehatan tubuh maupun rambut kita.

9. Gunakan produk perawatan rambut yang diformulasikan khusus untuk berhijab. Nah, ini nih yang paling istimewa sebenarnya. Teman-teman boleh coba rangkaian produk sariayu hijab intense series yang bisa #JadikanRambutKuatdanSehat . Tinggal pilih saja yang sesuai untuk masalah rambut kita. Sariayu Hijab Intense Series punya shampoo hairfall untuk mengatasi rambut rontok dan Shampoo anti dandruff untuk rambut berketombe. Shampoo tersebut bisa dikombinasikan dengan Sariayu hijab series conditioner, Sariayu hijab series hair tonic lotion dan sariayu hijab series hair mist untuk hasil yang maksimal.

Yap, itulah lika-liku perjalanan saya menemukan tips dan produk perawatan rambut yang benar-benar cocok di rambut, dompet maupun hati saya. Eh, enggak lebay ya karena semua produk sariayu hijab intense series ini semuanya sudah mendapatkan sertifikasi halal dan sertifikasi sistem jaminan grade A sampai 3 kali berturut-turut dari LPPOM MUI. Nggak salah deh saya yang sudah beranak 3 pilih produk ini.

So girls, chin up and keep smile lalu kenakan hijabmu dengan bangga dan serahkan semua masalah rambutmu pada rangkaian produk sariayu hijab intense series yang akan #JadikanRambutKuatdanSehat :)

Like our facebook page if you like this article!
Category: FASHION&BEAUTY


Related Tags
Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS