534
  2016-08-11    

Japan Islamic Beauty Trip: Fuji San, how are you?

Reshare cerita perjalanan pertama saya ke Jepang

Dian Kurnia Utami 111 views

Assalaamu’alaykum!
Siapa yang belum tau Fuji San? Saya pernah lupa Fuji San itu siapa.haha Well, this might gonna be short story but Fuji San is uwohsomeee~~~

Foto ini diambil langsung oleh Mba Fida atau Mba Intan. Bukan ambil dari internet loh :3

Foto ini diambil langsung oleh Mba Fida atau Mba Intan. Bukan ambil dari internet loh :3

Gunung Fuji identik sekali dengan Jepang. Buat yang datang ke Acara Wardah Blogger Gathering atau yang punya map dari Wardah, kalian pasti tau bahkan di map itu pun ada gambar gunung Fuji nya. I never into climbing slash hiking stuff. Alhamdulillah I did’t have to do it in Fuji. Why? It simply because it autumn! Too cold…

What am I doing in Fuji?

Well, saya cerita awalnya dulu yaah. Untuk berangkat ke Fuji San kali ini kami menggunakan mobil sewaan. Semacam Elf dengan kapasitas sebenarnya 9 orang tapi entah bagaimana ceritanya dipepet-pepetin jadi muat bersepuluh. Sebenernya saya agak ga enak juga sih, karena saya duduk di belakang supir yang notabene dua seat dan saya duduk berdua Teh Azki dan kami sama-sama kecil, saya engga kecil banget sih tapi kalau berdua Teh Azki kecil lah pokoknya. Bukannya apa-apa, tapi saya mudah sekali mabuk perjalanan. Bahkan bawa waktu awal-awal bawa mobil sendiri pun saya pusing. Bawa dari rumah ke rawamangun juga bisa pusing. Sedih.

Perjalanan menuju Fuji San ternyata hanya sekitar satu jam lebih. Jadi seingat saya, kami berangkat jam 5 dan sampai jam stengah 8. Masih pagi tapi dinginnya pol. Pemberhentian pertama, kami berhenti di sekitar Kawaguchi-ko atau danau Kawaguchi. Pemandangannya MasyaaAllah sekali. Yah saya mah apaa, semua yang saya lihat di Jepang serba bikin ber-MasyaaAllah. Dari pinggir Kawaguchi-ko ini kita bisa liat gunung Fuji persis seperti foto yang jadi sampul Path saya. Saya cuma bisa bilang MasyaaAllah *lagi* dan Alhamdulillah. Di pinggiran Kawaguchi-ko ini Aulia di make-up dan benar saja begitu pintu dibuka angin berhembus kencang dan udara dingin menyeruak ke dalam mobil.tsaaah

Suhu udaha di Fuji saat itu sekitar 3°C and yes we are not prepared for that kind of degree. Iya saya tau 3°C itu pasti dingin, tapi saya udah lupa rasanya 3°C itu seperti apa. Yang saya tahu terakhir kali saya kena 3°C yaa saya memang siap tempur dengan musim dingin.

Begitu selesai di makeup, kami pergi ke salah satu tempat yang bisa dibilang adalah tempat peristirahatan. Disini selain bisa santai menikmati pemandangan Kawaguchi-ko dan Fuji San, juga ada toko souvenir, semacam café tempat menjual minuman hangat, dan toko kelontong yang menjual es krim. Yes biarpun musim gugur dan cuaca dingin, toko es krim tetap ada dimana-mana dan selalu ada orang yang beli. Kadang saya juga suka beli sih.

Aulia sedang take vieo, ditunggu yah videonya :)

Aulia sedang take video, ditunggu yah videonya :)

 

Fuji San!

Fuji San!

 

Mba Murni yang selalu hits di foto >.<

Mba Murni yang selalu hits di foto >.<

 

Dari sini kami ke sebuah jalan yang di sepanjang jalannya terdapat pohon-pohon yang daunnya berguguran. Indah sekali. Ini adalah tempat yang dipakai Aulia shooting yang video teasernya ada di IG Moeslema.com. Bagus kaan? Banget!

See cantik kaaan >.<

See cantik kaaan >.<

 

Karena dingin, foto mepet-mepet bisa bantu menghangatkan :3

Karena dingin, foto mepet-mepet bisa bantu menghangatkan :3

 

Karena dingin, foto mepet-mepet bisa bantu menghangatkan :3 (2)

Karena dingin, foto mepet-mepet bisa bantu menghangatkan :3 (2)

 

yang namanya musim gugur kaya gini tuh bikin mau joget-joget...

yang namanya musim gugur kaya gini tuh bikin mau joget-joget...

 

:)

:)

 

Selanjutnya, kami mampir ke sebuah desa di kaki gunung Fuji. Oia, karena musim gugur dan cuaca sudah mulai mendingin, lajur pendakian ke Fuji San sudah ditutup dan akan dibuka kembali di musim semi. Kembali ke desa ini, desa yang bernama Oshino Hakkai ini letaknya menurut saya agak masuk-masuk. Biar begitu pemandangannya bagus sekali dan terdapat semacam penginapan tepat di depan toko souvenirnya. Disini kita dimanjakan dengan pemandangan dan hidangan tradisional khas Jepang. Tapi inget, harus pilih-pilih. Namanya juga di Jepang.

Entah kenapa saya ngerasa bagian depan penginapan ini bagus buat latar foto, jadilah saya minta tolong Teh Azki fotoin ._.

Entah kenapa saya ngerasa bagian depan penginapan ini bagus buat latar foto, jadilah saya minta tolong Teh Azki fotoin ._.

Pemandangan disini khas pedesaan sekali. Ada kolam ikan yang ikannya besar-besar. Seperti di Cibulan, ikan-ikan disini juga dianggap sakral. Ada tulisan dilarang melemparkan koin, tapi saya melihat ada banyak koin di dasar salah satu kolam. Kalau saya daripada lempar koin, lebih baik lempar pakan ikan. Kalau mau lempar koin daripada ke kolam mending lempar ke kantong saya.haha Selain makanan tradisional, saya juga menemukan semacam otak-otak yang ada isinya. Enak sekali dan porsi satuannya cukup besar. Tapi saya lupa harga satuannya berapa.

Team! Saya yang foto hihi

Team!
Saya yang foto hihi

 

Sesi fotografi singka dari Mba Afida

Sesi fotografi singka dari Mba Afida

 

Masih edisi kelas fotografi singkat dari Mba Afida

Masih edisi kelas fotografi singkat dari Mba Afida, saya lagi suka flare :3

 

Fifah dan Mba Carol

Fifah dan Mba Carol

 

Teh Azki dan Mba Intan

Teh Azki dan Mba Intan

 

IMG_1305

Jemur Jagung

 

IMG_1265

Suka pemandangannya

 

Kincir air :3

Kincir air :3

 

IMG_1372

Toko Rice Crackers khas Jepang

 

Ini tempat saya beli dango

Ini tempat saya beli dango

 

IMG_1376

Toko ini jual buah segar dan Mugwort Cake

 

Mugwort :3

Mugwort Cake with Azuki :3

 

IMG_1321

Dibelakang Aulia ada saya... dan kolam ikan :)

 

IMG_1349

Kolam ikan dan pemandangannya...

 

Salam dulu sama ikannya...

Salam dulu sama ikannya...

Ps: Kalau kalian mampir kesini dan tiba-tiba perlu menggunakan kamar mandi, saya menyarankan menggunakan yang ada di dalam toko souvenir. Selain relatif tidak mengantri, kamar mandi disini juga relatif lebih bersih. Ingaaat! Kalian juga harus jaga kbersihan yaa. Dimanapun moeslemate!

Dari desa ini, kami kembali ke tempat peristirahatan. Alasan? Sunset! I know the weather will definitely goes colder. In case kalian tau, I got freeze right after the last shoot. I couldn’t feel my hand for few minutes inside the van. Kairo is definitely a help in this situation. I recommend to bring the extra hot one. It was about 100 yen for 1, 3, or 6 pcs depend on the size.

Sebenernya hari ini adalah hari terakhir shooting buat Japan Islamic Beauty trip, tapi tenang masih ada sekitar cerita tiga hari selanjutnya, plus hari pulang, plus konten lain which I save for the last part. So stay tune moeslemate.

Kalau kamera dibelakang artinya muka saya ga dikontrol, seriusan dinginnya sampai ke tulan gT_T

Kalau kamera dibelakang artinya muka saya ga dikontrol, seriusan dinginnya sampai ke tulan gT_T

 

See you :3

See you :3

 

Lots of Love

Dian Kurnia Utami

Wassalaamu’alaykum

Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS