532
  2016-08-11    

Japan Islamic Beauty Trip: Hi Harajuku, Hi Tokyo from 150 m height.

Reshare cerita perjalanan pertama saya ke Jepang

Dian Kurnia Utami 87 views

Assalaamu’alaikum!

Harajuku moeslemate. Harajuku!

Siapa yang ga tau Harajuku? Jujur saya penasaran sama yang namanya Shibuya dan Harajuku karena kartun Gals. Yaah, saya suka Jepang juga korban anime sih. Intinya kali ini saya berkesampatan untuk explore Harajuku dan main point-nya adalah Takeshita Street. Harajuku ini bisa dibilang gajauh dari rumah, keluar dari pintu stasiun pun kita langsung berhadapan dengan Takeshita Street. Bahkan kalau mau, jalan kaki dari shibuya pun bisa. Jadi pilihannya di Tokyo ini walk or pay. Somehow I feel like that. Kalo saya iseng sendiri ke Tokyo sih maunya jalan. Kenapa? Penasaran aja. Pulangnya baru naik angkutan.hehe

Takeshita Street dan yes yg dipinggiran itu saya~~~

 

Wefie!

 

Selfie

 

Bengong ._.

 

Daaan gapapa ini outernya keren aja, ngembang-ngembang. Bisa cek outer ini di bit.ly/ootd456

 

Selfie lagi...

 

yo peace!

 

Ada tiga hal unik yang harus saya cobain di Harajuku kata Aulia. Saya juga gatau sih, mungkin ini hal umum yang orang-orang lakukan kalau di Harajuku. Tiga hal tersebut adalah jalan sepanjang Takeshita Street, cobain crepes, dan yang terakhir cobain purikura. Sebenarnya ini hal yang istilahnya bisa disambi sih. Takeshita Street merupakan jalanan yang isinya toko-toko mulai dari barang yang relatif murah sampai barang yang relatif mahal. Sambil jalan saya nyobain purikura terus makan crepes.

Saya dan aksesoris yang dijual, saya mah cuma liat :p

 

Ice cream anyone? Saya ga sanggup T_T

 

Buat yang belum tau, purikura adalah foto box tapi with semi-auto editing tools. Kalo ada yang pernah pake selfie cam dari hape sony yang ada efek slimming, large-ing eyes, smoothen face, and so on, nah purikura take you to advanced level dengan 400 yen.lol

Hasil foto purikura kedua saya.

Jalan terus ke bagian tengah, kalian akan menemukan Marion crepes. Toko crepes ini sudah berdiri sejak 1976. Dulu, menurut Mba Fida dan Mba Carol, Marion crepes ini sizenya besaaar sekali dan kalau kalian cek reviewnya yes it was having larger size compared to the other. Tapi sekarang sizenya relatif standar. Terlepas dari sizenya, hampir semua toko crepes di Harajuku ini memiliki ratusaaaaan menu. Yes RATUSAN! Harganya juga bervariasi dari 300 yen – 700 yen. Crepes yang saya pesan adalah Strawberry Cheesecake harganya 460 yen *kalau tidak salah.

 

dan... 1/sekian dari pilihan rasa crepes yang ada

 

Setelah selesai makan, saya lanjut berjalan menuju bagian ujung dari Takeshita Street. Saya akan mencoba menyebutkan toko apa saja yang ada di sini. Kosmetik, baju mulai dari yang normal; ala Lolita, ala gypsy; ala rocker; ala anime; dan ala ala lainnya, aksesoris, souvenir, sepatu, topi, jam, bakery, takoyaki dan okonomiyaki, churros, calbee (salah satu brand snack kentang popular di Jepang), restoran fastfood sampai restoran keluarga, dan purikura.

Buat yang suka fashion dan suka bereksperimen, disini pas banget buat splurging your money on. Well, here and Shibuya would be the best choices actually. Disini tersedia sepatu dengan berbagai macam tipe. Saya sebenernya suka sama banyak barang disini, tapi suka mikir mau dipake kemana. Masih sayang kalo barang kaya gini tuh dipake kemana. Saya mah apa. Tapi serius, in case kalian oranngnya pedean dan apalagi yang dituntut pekerjaan, kalau ke Jepang dan bisa mampir ke dua daerah ini you are welcomed to simple heaven on earth. Untuk makan, kami memilihi Yoshinoya *lagi*. Yang namanya Yoshinoya itu udah semacam MCD/KFC di Jakarta kali yah. Hampir ditiap tempat ada.

Selesai makan, kami pergi ke salah satu Landmark kota Tokyo, yep Tokyo Tower. Tokyo tower adalah sebuah toweryang digunakan untuk kebutuhan komunikasi dan juga sebagai tempat observasi. Untuk observasi terdapat dua deck, Main Observatory (MO) di ketinggian 150m dengan biaya masuk 900 yen dan Special Observatory (SO) di ketinggiam 250m dan biaya masuk 1600 yen jadi kita harus ke MO terlebih dahulu lalu membeli tiket ke SO seharga 700 yen. Saya cuma ke Main Observatory tapi dari sini pun pemandangannya buat kita ber-MasyaaAllah ria. Kalau aja monas boleh masuk di malam hari, mungkin pemandangannya tidak kalah bagus.

Pemandangan salah satu sisi kota Tokyo dari Tokyo Tower

 

Hiasan di tangga Tokyo Tower. Lucu >.<

 

Saya nemuin ini di semacam pohon hiasan, ga ngerti sih tulisannya apa tapi gambarnya bagus...

 

Tapi kalau boleh jujur, hampir semua tempat wisata di Tokyo dikonsepkan dan terawat dengan baik. Cuma kadang, untuk toilet umum, karena digunakan oleh berbagai pengungjung dari berbagai negara, saya akui sering kali kondisinya buruk. Kalian tau kan ada beberapa negera yang kebiasaan di kamar mandinya cenderung jelek? Jangan sampe negara Indonesia terkenal dengan kebiasaan jelek di kamar mandinya yah moeslemate.

Di MO selain bisa lihat pemandangan, kita juga bisa beli souvenir. Ada toko dan vending machine souvenir. How cool is that? Anyway MO ini terdiri dari dua lantai. Lantai atas yang ada tokonya dan lantai bawah yang ada semacam lantai dari kaca yang artinya kalian bisa see through down there. Seru banget. Tapi kalau kalian takut ketinggian gausah dicoba, pusing yang ada. Disini juga ada pertunjukan animasi dari proektor yang layarna adalah kaca ke luar. Karena ini mendekati bulan Desember, nuansa natal juga terlihat di sini. Ada hiasan langit-langit di tangganya seperti Kristal-kristal yang memanjakan mata. Over all went to Tokyo Tower at night is very amusing and recommended. Kita mungkin gabisa foto-foto banyak di bawah kecuali sewaktu ada event, tapi pemandangan yang bisa kita liat dari atas is worth more than 900 yen.

Selfie di tangga, gapapa asal ga ngalangin jalan ;)

 

Koin Tokyo Tower, lumayan buat kerokan :0

 

Oh FYI moeslemate, di dalam Tokyo Tower ini ada Special Deck yang isinya semacam pertunjukan drama One Piece dengan efek dari proyektor. Tapi harga masuknya sekitar 3900 yen. Sangat bikin sedih waktu itu. Terus ada café di dalam MO jadi kalau laper atau haus bisa mampir kesini. Begitu turun pun kalian akan disuguhkan dengan berbagai toko souvenir yang sayangnya waktu itu sudah mulai tutup karena kami datang terlalu malam. Ada juga toko souvenir one piece. Jadi buat kalian para pecinta one piece, ini adalah surga kalian. Setelah puas dari sini, kami pun kembali ke rumah.

Fifah, Airin, Saya d depan toko souveir One Piece. Iyaap kami cumaah lewat haha

 

Sampai di rumah, saya mendapatkan kejutan dari Aulia. Aulia dan Mba murnia memang pulang lebih dahulu. Dari pagi memang saya tahu kalau Aulia ada rapat dengan Nakamura San, tapi ternyata itu cma alibi. Begitu masuk rumah, koridor atas gelap. Saya pikir Mba Murni mungkin tidur dan Aulia Rapat di luar. Ternyata begitu naik saya dikagetkan oleh Aulia dan Mba Murnia. Well, that was my birthday. I wasn’e expect something since everyone is kinda busy and I was thinking that tea from Wardah wouldn’t know it. Dari koridor saya dibawa ke ruang tengah dan ternyata sudah ada Nakamura San, Jimba San, dan Elsa yang ketiganya merupakan tim Moeslema.com dari Jepang. They give me a birthday cake. Waa thank you minna...

Cakee~~~

 

Birthday Cake from Mba Carol

 

Tidak lama kemudian, Nakamura San dan Elsa kembali membawa kue. It’s Aulia cake. Just FYI Aulia berulang tahun tanggal 19 November dan saya tepat satu minggu kemudian, 26 November! Nova juga 25 November. Jadi it somehow double birthday bash, kalau Nova ada then it would be triple birthday bash. Tambah Park Chanyeol tanggal 27 November jadi quadruple bash! All I could say is thank you for all may Allah always granted happier birthday for all of you. Thank you for everything. Thank you for the cake all, and the special cake from Mba Carol.

Buka kado dari Nakamura San, mba Caroool mukanya bahagia banget >.<

 

First ever "Banana Birthday" or "Birthday Banana" from Jimba

Saya keingetan sama Ka Meuthia yang punya cita-cita merayakan ulang tahun di berbagai negara. Pengen ikutan ah kak!

 

26 - 11 - 2015
Tokyo Tower

 

A gift from Tokyo Tower

 

Thank you 2015 for the blast!

 

Lots of Love

Dian Kurnia Utami

Wassalaamu’alaikum

Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS