531
  2016-08-11    

Japan Islamic Beauty Trip: Rainy Spring in Asakusa

Reshare cerita perjalanan pertama saya ke Jepang

Dian Kurnia Utami 107 views

Assalaamu’alaikum!

Hari ini kami pergi ke Asakusa moeslemate. Asakusa adalah tempat yang terkenal akan Sensoo-ji yaitu sebuah kuil budha. Nah selain main-main di daerah kuil, kami juga mengunjungi restoran vegan halal, yes it is vegan and halal, yang ada disini. Seperti biasa kami kesini menggunakan metro sekitar 45 menit. Jadi FYI rumah kami terletak di daerah Suginami-ku yang notabene lumayan ada di tengah Tokyo dan Asukusa ini ada di bagian sebelah baratnya Tokyo.

Oh dan saya lupa cerita, waktu di Bucarest, saya ngerasa untuk keliling kota sekelas Ibukota semua bisa ditempuh dengan jalan kaki. Saya inget banget pernah jalan dari pusat kota ke rumah saya disana. Memang lumayan bikin lelah dan pegal kaki apalagi saya bukan orang yang biasa jalan jauh waktu itu, tapi bisa. Nah di Tokyo ini rasanya keliling Tokyo berjalan kaki adalah hal yang buat saya tergolong enggan untuk saya lakukan. Setelah kepo, ternyata benar Bucharest hanya seluas kurang lebih 282 KM2 sementara Tokyo kurang lebih 13.572 KM2. Hahaha pantas ongkos di Tokyo pun tergolong mahal.

Balik lagi ke Asakusa, sesampainya disana, kami keluar via pintu exit 1 dari Ginza Line. Begitu keluar, kita akan berada di daerah perbelanjaan atau di jejeran ruko-ruko yang cukup dekat dengan kuil. Pintu ini merupakan pintu keluar terdekat dengan Kaminarimon atau gerbang halilintar (Thunder Gate). Gerbang ini merupakan gerbang utama untuk menuju ke Sensoo-ji. Sambil berjalan menuju Kaminarimon, kita bisa melihat banyak tukang beca manusia khas jepang atau Jinrikisha (katanya asal mula kata Rickshaw yang artinya becak bermula dari kata Jirikisha ini loh moeslemate). Tarifnya saya lupa, tapi sepertinya sekitar 6000 yen/orang tapi kalo berdua 10.000 yen kalau tidak salah. Yang jelas karena hari itu hujan, saya tidak menaiki jinrikisha.

Kaminarimon

 

Saya: foto Kaminarimon
Mas Fuad: stock shoot

 

Sesampainya di Kaminarimon, biarpun hari hujan tapi ramainyaa MasyaaAllah sekali. A lot of people are taking pictures in front of the gate. Tapi memang sih tempat ini mempesona. Kami hanya sebentar disini karena hari sudah siang dan lagi-lagi, kami sudah punya janji dengan salah satu tempat makan di Asakusa. Kami perlu berjalan sekitar 10-15 menit dari Kaminarimon untuk sampai ke tempat tujuan. Tempat makan ini bernama Kaemon Asakusa Vegetarian Restauran letaknya di lantai 3 sebuah bangunan. Dari bawah kita bisa lihat plang halal food dan tempat restaurannya. Jadi untuk masuk kesini kita cuma perlu naik ke lantai 3 dengan menggunakan lift.

Jejeran toko di balik Karimon. Ramai ~~~

 

Begitu masuk suasananya nyaman sekali dan bonus lampunya warna kuning-putih jadi bikin cocok buat foto-foto. Perlu diingat yah moeslemate, kalo selfie bebas selama tidak menggangu pengunjung lain. Menu yang disediakan berupa kari vegetarian, complete set, spaghetti, dan juga dessert! Sebenarnya saya rada lupa tingkatan di vegetarian sih. Ada istilah untuk masing-masing tingkatan, tapi intinya restoran ini sepertinya masih menggunakan susu untuk dessert. Jadi untuk yang benar-benar tidak mengkonsumsi produk turunan hewan, coba tanya pelayannya dulu ya. Mereka ramah kok.

Paket komplit :9

 

Chocolate cake

 

Saya pesan complete set. Isinya miso soup, nasi multi grain, umbi-umbian (ini setiap makan proper meal rasanya saya menemukan umbi-umbian terus), salad, semacam karage tapi ini soy karage, dan terakhir saya lupa ini hidangan red beans atau olive (bentuknya sama sih.lol). So far rasanya khas Jepang dan khas vegetarian. Kalau kalian tau restoran vegetarian di Bandung yang namanya Kehidupan dan pernah makan disana, nah kurang lebih tipikalnya sama tapi rasanya khas Jepang. Enak tapi khas Jepang. Semoga kalian mengerti maksud saya ^^. Untuk dessert, kami pesan es krim matcha yang entah bagaimana rasanya mirip alpukat, dan chocolate cake yang enak banget. Selesai makan, kami kembali lagi ke Kaminarimon untuk eksplor lebih sekaligus melihat Sensoo-ji.

I'm the happiest when it comes to food.hahah

 

BTS detail makan? Hahahah *grins face

 

Kami foto bersama staff di Restoran Kaemon

 

Melewati Kaminarimon, kita bisa liat jejeran toko-toko yang menjual banyak banyak barang disini. Cocok buat yang nyari oleh-oleh. Tapi ya gitu, even people that live in Japan/Tokyo said that omiyage atau oleh-oleh is quite expensive. Apalagi untuk yang belom punya gaji, kaya saya, harus lebih selektif saat pemilihan oleh-oleh. Tapi setidaknya di sini kita punya banyak pilihan buat oleh-oleh (InsyaaAllah ada bagian untuk omiyage ini sendiri nanti saya bahas). Setidaknya disini saya menemukan snack halal. Namanya Tokyo Arare. Ini semacam snack beras dengan dua rasa pilihan pedas manis dan seaweed. Ini enak banget dan saya recommend ini untuk dijadikan oleh-oleh.

Tokyo Arare Picture from Google

 

Berjalan sekitar 5 menit dari Kaminarimon (tapi tanpa noleh-noleh ke toko-toko loh yaa) kita sampai ke Sensoo-ji. Senjoo-ji ini merupakan kuil paling tua di Tokyo dan diantara kuil yang saya liat, ini merupakan kuil yang paling besar dan paling ramai.Setelah puas lat-liat kuil, kami memutuskan untuk pulang. Yaah matahari juga udah mulai ga keliatan sih.

Sekilas soal tips untuk mencari makanan halal di Jepang: seperti yang sama-sama kita tahu, Jepang lagi semangat banget menjadi Muslim Friendly Country. Memang seperti yang saya bilang dipostingan sebelumnya, menurut saya belum cukup banyak. Akan tapi mengingat bahwa Jepang memang bukan negara Muslim, jadi jumlah restoran yang ada sekarang bisa dibilang cukup. Setidaknya di tempat-tempat rekreasi atau di daerah yang ramai pengunjung dari luar negri kita bisa menemukan tempat-tempat yang menjual snack dan makanan halal. Klik disini untuk list restoran halal lainnya di Jepang ya moeslemate.

Ayo pulang, kami sudah kedinginan~~~

 

Tips lainnya datanglah di hari yang cerah. Well basically you might need a good weather to enjoy Japan in Autumn/Winter. Rainy or snowy days tend to make the weather get colder especially after raining or snowing. But never let the rainy day make your trip gloomy moeslemate! Enjoy your trip and holiday.

 

Lots of Love

Dian Kurnia Utami

Wassalaamu’alaykum

Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS