485
  2016-08-10    

Japan Islamic Beauty Trip: Arrival Day, Let The Wonder Begin!

Reshare cerita perjalanan pertama saya ke Jepang

Dian Kurnia Utami 45 views

Assalaamu’alaikum!

Dear dearest Moeslemate. Kali ini saya mau share soal keberangkatan dan kedatangan saya ke Jepang serta beberapa hal yang langsung saya sadari di hari kedatangan saya. Selamat membaca dan maaf kalo kepanjangan.

“So yeah finally the day has come,” itu yang ada dipikiran saya waktu itu. Tanggal 19 November 2015 adalah hari keberangkatan saya, Moeslema Team yang diwakili oleh Aulia dan Airin, serta Tim dari Wardah yaitu Mas Fuadi, Mas Armand, Mba Intan, Mba fida, Mba Carol dan anaknya Ovi, serta yang ga kalah penting, Mba Murni. Pesawat kami take off jam 23.35 tapi kami kumpul di Bandara mulai dari Jam 8.

Saya diantar keluarga minus Oki, adik saya paling besar. Yaa waktu ke luar tahun lalu juga dianter sih, tapi lengkap… Alhamdulillah tahun ini kedua orang tua saya masih bisa mendampingi, semoga bisa terus mendampingi sampe teruuus cucu-cucu mereka komplit :”)

Some sort story, we were all complete and time to check in. Menjadi satu tim yang terdiri dari 10 orang, bisa kebayang ga sih bagasi kami kaya apa? Yeep buanyaaak sekali. Like for sure so many. Perjalanan cuma sekitar 6 jam, tapi karena waktu di jepang lebih cepat dua jam jadi seperti seolah-seolah 8 jam. Alhamdulillah penerbanganny ga ada masalah… Oh iya di pesawat, saya duduk di sebelah pak kusir Airin.

Kami sampai di Haneda Airport sekitar jam setengah delapan pagi, kemudian seperti bisa harus mengurus beberapa hal di bagian imigrasi bandara dll. Dari bandara kami naik taksi, 2 taksi. Taksinya dalam bentuk mobil Alphard dan sebenernya bisa dibilang 1/3 dari dua mobil tersebut adalah untuk barang. Kami sampai di rumah sekitar jam 10 pagi.

Rumah yang akan kami tinggali selama di Jepang ada di Suginami-ku. Daerah ini sepertinya memang wilayah perumahan sih, cenderung sepi untuk ukuran perkotaan. Rumah yang saya tinggali sangat nyaman, lengkap, dan lokasinya menurut saya sangat strategis. Cuma sekitar 2 menit ke conbini (convenient store) terdekat dengan berjalan kaki dan ke tempat belanja makanan seperti swalayan sekitar 8-10 menit, begitu juga ke stasiun. For sure kalo boleh ngekos di rumah itu saya mau deh. Tanpa bermaksud promosi, this is what I think so well about Airbnb. Kita bisa milih detail rumah yang mau kita tinggalin sendiri, sesuai kemauan. Asal kalian tau rumah ini way more complete than hotel or even an apartment. Basically, kita cuma perlu datang bawa pakaian dan uang buat ongkos atau buat beli makan. Keperluan lain udah ada. Thank you Suzuki San! Anata wa kakkoi desu! Thank you for being super nice host, sorry for the ruckus that we made :)

Setelah selesai beberes dan segala macem, sorenya kami ke Shibuya. Ga semua sih, cuma saya, Aulia, Airin, Mba Intan, Mas Fuad, dan Mas Armand. Kami mau ketemu Teh Azki dan sebenernya sih saya sekedar mau strolling around. Jadilah kami terbagi tiga, saya berduaan lagi sama airin, mas-mas dan mba bertigaan, dan Aulia sama Teh Azki. Setelah selesai, kami pun pulang. Malamnya kami ngebahas soal konsep video dan apa yang harus kami lakukan besok.

That’s it. Simpel banget yah ceritanya? Hehe namanya juga arrival day.

Tapi Japan Islamic Beauty Trip ini bukan sekedar trip, jadi jangan lupa stay tune terus sama postingan saya...

Salam dari Indomie :*

 

Arrival day note: for sure I realize lot of stuff during that day…

Paling pertama, sebenernya hal yang perlu kita syukuri itu ada terlalu banyak dan terlepas dari apapun yang terjadi, betapa buruknya hari yang kita lalui, betapa banyak hal yang kita gapunya, betapa seringnya kita envy sama orang lain, percayalah dan yakinlah kalo setiap hari akan ada banyak hal baru yang bisa kita syukuri. Pasti ada walaupun yang bisa kita lihat di hari itu cuma satu hal baru. Ini yang saya sadari sepanjang tahun ini…

Speaking of Japan and their civilization, yes for sure I envy them. Saya berharap Indonesia bisa semaju Jepang, tetap menjadi bangsa seramah bahkan lebih ramah lagi dari sekarang, dan semoga pemudanya selalu memajukan bangsa. Di Jepang semuanya serba bersih biarpun tong sampah tergolong jarang dan kalau pun ada ga semua sampah bisa masuk. Lebih jelasnya, InsyaaAllah setelah semua posting hari-hari saya di Jepang bakalan saya posting soal beberapa hal lain.

Kenapa saya harus iri? Well, sebagai soal calon insinyur teknik sipil (Alhamdulillah sekarang sudah jadi Insinyur) – yang gampang terdistract akibat terlalu mudah suka akan berbagai hal – saya memperhatikan infrastruktur setiap tempat yang saya lalui. Iyaa sih saya sering tidur di jalan, can’t help, tapi setiap saya ga tidur saya masih memperhatikan infrasturkurnya loh. Sebut lah pengamatan saya ini pengamatan orang awam… Jujur saya suka banget infrastruktur di Jepang. Menurut saya lebih terencana.

Lebar jalan mungkin relatif sama dan seperti di Jakarta. Tapiiiiiii jalan di Tokyo mulus, gimana saya ga iri? Belum lagi marka jalannya jelas sekalipun di jalan kecil depan rumah. FYI jalan depan rumah itu cuma muat satu mobil. Tipikal jalan perumahan di Jakarta Coret (no offense tapi serius kurang lebih kaya gini). More plus, yep di aspal dan bagus ._.

Oh iyaa bentuk terowongan di Jepang juga sepanjang yang saya liat selalu bulat. Biasanya kalo bulat itu bagian di bawah jalannya dimanfaatkan untuk instalasi-instalasi lain. Seriusan terowongan mereka bagus banget. Biar tanpa efek LED dan segala macem duh, salut banget. Ada jalan buat inspeksi, ada blower buat terowongan yang panjang, bahkan sampe ada plang dan rambu segala macem.

Selanjutnya, berhubung beberapa teman saya da yang skripsi atau KP nya bahas soal K3, disini saya ngeliat betapa yang namanya K3 dalam proyek itu sangat diperhatikan. Coba kalian bayangin, saya kasih waktu beberapa detik buat kalian ngebayangin jalanan di Jepang, kalo udah sambil dibayangin lagi saya mau kasih info kalau bahkan mereka ngecek atau sekedar monitoring jalan pun pake safety tools. LENGKAP! Saya cuma bisa nganga ._.

Soo yaah kurang lebih that’s all about my arrival day. I hope you guys find this interesting and useful. More coming soon.

 

Lots of love

Dian Kurnia Utami

Wassalaamu’alaikum

Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS