483
  2016-08-10    

Japan Islamic Beauty Trip: Day Two, Crowded Shibuya

Reshare cerita perjalanan pertama saya ke Jepang

Dian Kurnia Utami 48 views

Assalaamu’alaikum!

It’s Shibuya Time moeslemate!! Pada dasarnya hampir semua kota di Jepang biasanya saya dengar via anime. Alhamdulillah saya ke Shibuya lagi. Di hari ke dua ini kami cuma sekadar strolling around Shibuya, lhiat patung Hachiko, mencoba Shibuya crossingline, dan mampir buat belanja.

Sesampainya di Shibuya, karena kebetulan hari itu adalah hari minggu, padatnya bukan main. Bahkan untuk duduk pun susah. Di Shibuya ini, disediakan banyak bangku di sekitar patung Hachiko. Buat yang belum tahu, patung Hachiko ini ada di dekat pintu masuk stasiun Shibuya. Jadi begitu keluar, jalan sedikiiiit and say hi to Hachiko!

Rame kan? Rame...

 

Setelah puas liat-liat Hachiko dan nyobain Crossing line, saya istirahat sebentar. Selagi istirahat saya nyobain strawberry. Apa sih cuma strawberry aja. Well, in case you think somehow like that, unfortunately the Indonesian strawberry taste differently with other country. I prefer the Japanese tho, but it is about four times pricier than the imported strawberry that I could find in Carrefour or pretty much about sixteen times the local one. Crazy right? Well, the fruit in Japan is basically expensive other than other countries but yes they do have good quality.

Strawberry anyone?

 

We were discussing how to cross the line ^^

 

Saya dan Aul, Make Up by Mba Carol & Mba Murni.

 

Selesai istirahat, kami pergi liat-liat di sekitar mall yang terdekat dengan stasiun while Aulia, Airin, Mba Intan, Mas fuad, dan Mas Armand pergi ke Masjid Camii Tokyo karena ada janji lain. Di mall ini kalian bisa nemuin banyak kosmetik dengan berbagai merek. Setelah itu karena mulai lapar, jadilah kami makan ke restoran terdekat. Setelah makan, kami sempat belanja di salah satu store yang ada di Shibuya dan kemudian Aulia dan teman-teman yang tadi ke masjid Camii sudah kembali ke Shibuya. Karena mereka belum makan, jadilah mereka makan dulu lalu kami pergi ke 109 building yang terkenal sebagai pusat belanja fashion di Shibuya. Sebenarnya ada banyak toko fashion yang menyerupai 109 building berjejer di sekitaran Shibuya di sepanjang mata memandang, tapi apa daya, waktu sehari tidak akan cukup memasuki semua toko, meskipun inginnya luar biasa.

Kebetulan, Uniqlo sedang ulang tahun dan mereka mengadakan sale yang besar. Sepanjang pengetahuan saya, harga barang Uniqlo di Jepang lebih murah daripada di Jakarta, tambah diskon dan bam Alhamdulillah. I do really need their heat tech stuff. Selesai belanja akhirnya kami pulang. Alhamdulillah another day passed happily, healthy, and safely.

Last Picture with Hachiko

 

Dari hasil pengamatan saya selama di Shibuya, saya ga sendirian nyobain bolak-balik di Shibuya crossing line (hampir semua turis sama excited-nya seperti saya), mau foto di Hachiko itu ngantrinya luar biasa dan toko-toko di Shibuya mulai tutup sekitar jam sepuluh malam.

Shibuya mau malem pun tetep ramai loh moeslemate

 

Sebenarnya, saya mau banget bandingin Shibuya sama salah satu daerah di Jakarta cuma sebagai gambaran tapi sayangnya, saya belum menemukan daerah yang menyerupai Shibuya. Yes it is crowded and so do Jakarta but something was like totally different. Yang ada di gambaran saya soal Shibuya adalah belanja. Di sini kita bisa nemuin barang dari yang murah sampai yang mahal. Barang bermerek yang biasa kita temuin pun lumayan banyak di sini. Sebagai bocoran, in case you like Shu Emura product, try to go to the store nearest the subway station entrance. Harganya bisa selisih 300-500 ribu. Saya sempet liat-liat beberapa kosmetik lain sih, MAC bisa sedikit lebih murah, Bobbi Brown, Nars, dan Lancome sepertinya juga sama seperti di Jakarta.

So thank you moeslemate for reading this article. I hope you find this informative.

 

Lots of Love

Dian Kurnia Utami

Wassalaamu’alaykum

 

Ps: Kalian mau tau apa yang unik dari selfie kami?

Scroll down!

Wefie evolution!

Like our facebook page if you like this article!
Category: TRAVEL


Curator Introduction

no comments

Follow Moeslema on SNS