4707
  2017-08-30       www.google.co.id

5 Etika Menurut Islam Saat Kamu Jadi Pengantin Baru

Moeslemates sedang menuju pernikahan? Simak bagaimana selengkapnya hukum dan etika saat malam pertama bagi pengantin.

Triwitaan 359 views

Untuk memulai sesuatu yang baik, harus didasari dengan tindakan dan perilaku yang baik juga. Islam adalah rahmatan lil alamin, setiap bentuk kegiatan dan kehidupan manusia memiliki etika dan hukumnya. Mengikuti tuntutan dan pedoman Al-Quran dan sunah adalah suatu keharusan. Termasuk didalamnya hukum dan etika malam pertama pengantin. Setiap fase kehidupan, seperti menikah merupakan fase kehidupan yang menjadi tujuan didunia sebagai bentuk ibadah dan menyempurnakan agama. Adapun hal yang harus dijalani saat malam pertama bagi pengantin, berikut ini.

1. Bersikap Lemah Lembut

Saat malam pertama, dua insan sudah sah menjadi suami dan istri, yang mana sudah dapat menjalani segala bentuk hal-hal yang dibolehkan dan berbepahala, ketika menikah adalah jalan untuk jauh dari dosa berpacaran. Malam pertama pengantin bisa dilakukan dengan sikap lemah lembut. Hal ini sangat dianjurkan kepada sang suami untuk bersikap lemah lembut pada malam pertama dan mengajak bicara sehingga terjadi keakraban atau menyuguhkan segelas air minum sebagaimana yang diajarkan Rasululloh SAW. Menjalin komunikasi lebih intense dengan pasangan melalui tatapan dan menyuguhkan minuman dapat mencairkan suasana yang tegang untuk pengantin baru. Kalo ini akan teringat terus Moeslemates, ingat pada first impresion akan melewati tahap selanjutnya dengan baik, jadi awal yang baik perlu terjalin bukan?

2. Meletakkan Tangan di Kepala Istri

Setelah Bersikap lemah lembut, lakukan hal ini ya! Anjuran untuk meletakkan tangan kanan di atas ubun-ubun sang istri kemudian membaca doa yang diajarkan Rasululloh SAW. Hal ini memiliki makna mendalam bahwa istrinya akan menjadi keberkahan untuk sang suami, berharap perangainya menjadi teladan dan berkah bagi kedua pasangan, dan mendapatkan kebagiaan serta dijauhi dari segala bentuk keburukan. Filosopi ini mengatakan bahwa istri akan selalu mematuhi suami di setiap waktu, berdedikasi dan menjadi ladang amal shaleh untuk suaminya.

Dengan Nama Allah , ya Allah, jadikanlah keberkahan untuknya pada diriku dan satukanlah kami pada kebaikan. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu kebaikan (dzat)nya dan kebaikan perangainya yang telah engkau ciptakan.
Source: HR.Abu Dawud dan Ibnu Majah

3. Shalat dan Berdoa


Menjalani shalat berjamaah dianjurkan shalat 2 rakaat berjamaah, sang suami diiringi dengan istri dibelakang. Karena sebab itu lebih melanggengkan kasih dan sayang dari keduanya. Setelah itu jika ingin berhubungan badan hendaknya berdoa “Bismillah, ya Allah jauhkanlah kami dari setan dan jauhkanlah setan dari anak yang telah engkau karuniakan kepada kami” Berdoa agar setan dan sejenisnya tidak mempengaruhi generasi-generasi yang akan lahir menjadi pendiri agama, dan selalu berbuat kebaikan.


Apabila dia mengucapkan doa itu dan ditakdirkan mempunyai anak, maka setan tidak akan bisa membahayakannya selamanya.
Source: HR.Al-Bukhari

4. Ketentuan Menggauli Istri

Adapun etika saat menggauli istri tidak boleh menggauli istri kecuali ditempat jalan lahirnya bayi, dan boleh melakukan cumbu rayu sesuka hati. Namun tidak boleh menggaulinya ketika masa haid atau nifas. Apabila sang suami memiliki istri lebih dari satu istri, maka pada pagi hari dari malam pertama hendaknya sang suami mendatangi istri-istri lain dengan tujuan saling mendoakan. Dari Anas beliau berkata, Rasullullah SAW mengadakan resepsi pernikahan dengan Zainab dan membuat kaum Muslimin kenyang dengan roti dan daging, kemudian beliau keluar menemui istri-istrinya lalu mengucapkan salam kepada mereka dan mendoakan mereka. Mereka juga mengucapkan salam kepada beliau dan mendoakannyya, sementara beliau melakukan itu pada pagi hari dari malam pertama.

5. Dilarang menyebarkan rahasia hubungan seksual

Hal ini tentu menjadi sesuatu yang rahasia untuk dibicarakan, apalagi masalah hubungan terhadap pasangan. Tidak lumrah jika diceritakan. Jadi dianjurkan untuk merahsaiakan, karena hal itu termasuk dosa besar.

Perumpamaan orang tersebut seperti setan laki-laki bertemu dengan setan perempuan dijalan lalu menggaulinya sementara orag-orang melihatnya.
Source: HR.Imam Ahmad


Berikut adalah beberapa etika dan hukum yang sedemikian diajarkan kepada setiap calon pengantin, agar pernikahannya sejalan dengan prinsip keluarga yang islami. Semoga bermanfaat.

Triwitaan Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, F...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Triwitaan
Triwitaan
Writer, Nutrition Addict, Konference Journalist Addict, Food Fadism, Student, Medical E...

no comments

Follow Moeslema on SNS