4611
  2017-08-26       bersamadakwah.net

Sudah Tahukah Kamu Tata Cara Mandi Wajib Yang Benar?

Perkara kecil yang sebenarnya tidak boleh terabaikan salah satunya adalah mandi wajib. Sudahkah kamu memahami bagaimana runtutan cara mandi wajib yang sesuai dengan sunnah Rasulullah?

Lidya O. 233 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Di artikel kali ini saya akan coba membahas satu tema menarik tentang tata cara mandi wajib yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Dilansir dari nara sumber muslim.or.id, mari kita simak ulasannya di bawah ini.

Sebagai muslimah, terdapat dua kewajiban dalam membersihkan diri dari najis yaitu ketika selesai haid dan selesai melakukan hubungan dengan suami. Untuk itu, muslimah wajib memahami bagaimana tata cara mandi yang benar sambil berlatih untuk menghidupkan sunnah Rasulullah. Dan hal pertama yang wajib diingat adalah niat. Sebelum mandi wajib, niatkanlah terlebih dahulu untuk Allah dan mulailah untuk membasuh bagian anggota tubuh seperti urutan di bawah ini.

Pertama

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan,

“Boleh jadi tujuan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di sini adalah untuk membersihkan tangan dari kotoran. Juga boleh jadi tujuannya adalah karena mandi tersebut dilakukan setelah bangun tidur.”
Source: Fathul Bari, 1/360

Yang pertama adalah mencuci tangan terlebih dahulu sebelum kamu mengambil air dari gayung. Kemudian, bacalah niat mandi wajib.

Niat Mandi Wajib Karena Bersetubuh

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari ‘An Jamiil Badanii Likhuruji Maniyyi Minal Inaabati Fardhan Lillahi Ta’ala.”

"Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari seluruh tubuhku karena mani dari jinabat fardhu karena Allah ta’ala."

Niat Mandi Wajib Karena Haid

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala.”

"Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari haid fardu karena Allah ta’ala."

Niat Mandi Wajib Karena Nifas

“Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Nifasi Fardhlon Lillahi Ta’ala.”

"Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadast besar dari nifas fardu karena Allah ta’ala."

Kedua

An Nawawi rahimahullah mengatakan,

“Disunnahkan bagi orang yang beristinja’ (membersihkan kotoran) dengan air, ketika selesai, hendaklah ia mencuci tangannya dengan debu atau semacam sabun, atau hendaklah ia menggosokkan tangannya ke tanah atau tembok untuk menghilangkan kotoran yang ada.”
Source: Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, 3/231, Dar Ihya’ At Turots Al ‘Arobi, 1392

Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri. Dan bagi muslimah yang akan melakukan mandi wajib seusai nifas maupun menstruasi, jangan lupa untuk membersihkan bagian kewanitaan dengan menggunakan sabun antiseptik atau pembersih lainnya. Dan satu lagi yang perlu diperhatikan adalah membawa kapas atau potongan kain untuk diusapkan ke tempat keluarnya darah guna menghilangkan sisa-sisanya. Selain itu, disunnahkan juga untuk mengusap bekas darah pada kemaluan dengan minyak agar bau yang tidak sedap tidak lagi tercium.

Ketiga

Cucilah tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggunakan sabun.

Keempat

Kemudian berwudhulah dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat.

Kelima

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS