4466
  2017-08-03       www.sfidn.com

Temukan Inspirasi Gaya Berbusana Olahraga Muslimah Dari Atlet Dunia

Para atlet cantik muslimah di bawah ini bisa menjadi inspirasi gaya berbusanamu untuk berolahraga.

Lidya O. 52 views

Muslimah, hijab tidak akan menjadi penghalang kita untuk tetap bisa berolahraga. Tapi jangan juga jadikan alasan karena berolahraga kita meninggalkan yang wajib misalnya membuka aurat. Banyak sekali wanita-wanita muslim dari seluruh dunia yang menggemari olahraga dan tetap menjalankan perintah Allah yaitu berhijab. Mereka-mereka adalah atlet dunia yang menurut saya sangat keren karena bisa tetap berhijab dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Berikut ini adalah kumpulan foto-foto para atlet muslimah internasional yang mungkin bisa menginspirasi kita berbusana saat berolahraga.

Maryam Toosi

Maryam Toosi of Iran competes in the women's 200 metres heats during day six of the 13th IAAF World Athletics Championships at the Daegu Stadium on September 1, 2011 in Daegu, South Korea.
Source: Zimbio

Maryam Toosi ini mengenakan jilbab putih yang dimasukkan ke dalam T-shirtnya yang juga berwarna putih. Walaupun mengenakan T-shirt, jangan lupakan manset untuk menutupi bagian lenganmu. Ohya, satu lagi, beliau memakai pita hitam besar di bagian kepala untuk menunjukkan semangat yang membara saat sedang bertanding.

Sara Mohamed Baraka & Fatma Rashed

Sara Mohamed Baraka and Fatma Rashed after the women's rowing lightweight double sculls repechages event in the 2012 Olympics.
Source: CNN

Ini adalah foto Sara Mohamed Baraka dan Fatma Rashed yang menggunakan jilbab putih dan kaus olahraga saat sedang mendayung di acara Olimpiade tahun 2012.

Zahra Lari

The 18-year-old figure skater from the United Arab Emirates is known to the folks back home as the "Ice Princess."

Dialah Zahra Lari, atlet skater dari Uni Emirat Arab yang sering disebut-sebut sebagai "Puteri Es". Gaya berbusananya cukup sederhana dan selalu mampu tampil memukau di setiap performanya. Memilih pakaian yang nyaman sangat penting untuk para performer seperti Zahra Lari ini.

Shaimaa Abdul Aziz

Shaimaa Abdul-Aziz is an Egyptian table tennis player. She won a silver medal, along with her partner Moselhi Emad, in the mixed doubles at the 2007 All-Africa Games in Algiers, Algeria. As of March 2013, Abdul-Aziz is ranked No. 566 in the world by the International Table Tennis Federation (ITTF). She is also right-handed, and uses the classic grip.

Shaima mengenakan pakaian olahraga berwarna biru dan jilbab putih yang dimasukkan ke dalam bajunya. Sebagai seorang petenis, tentunya wajib untuk melakukan gerak cepat dan keseimbangan tubuh. Pakaian olahraga yang dipakai harus mudah menyerap keringat dan tidak sempit di tubuh agar bisa bergerak maksimal tanpa harus merasakan sesak.

Hiba Awad

A ballerina and tap dancer from Texas, Hiba Awad is anxious to prove “how versatile and unique a Muslim woman can be.”

Hiba Awad adalah salah satu contoh muslim di Amerika yang tetap bisa bebas beraktivitas dengan hijabnya. Kostumnya pun sangat sopan. Atasannya berupa kaos yang tidak ketat, rok yang bahannya jatuh dan berpotongan di atas lutut, dan celananya bukan legging ketat seperti yang kita tahu selama ini lho, tapi celana drain-pipe ditambah dengan kaos kaki dan sepatu balet. Sopan, menutup aurat, tapi tetap terlihat cantik.

Kulsoom Abdullah

Kulsoom Abdullah is a 35 year old with a doctorate in electrical and computer engineering. But it's her passion outside of work that has put her at the center of a debate; one that could affect athletic competitions worldwide, even the Olympics.
Source: Josh Levs, CNN Atlanta

Angkat besi identik dengan kekuatan yang biasanya dimiliki oleh para atlet lelaki saja. Namun ternyata, masih ada lho atlet angkat besi wanita yang berhijab. Dia adalah Kulsoom Abdullah yang sering memenangi kejuaraan nasional. Dilansir dari artikel dari Republika, pakaian yang selalu dikenakan Kulsoom adalah pakaian yang menutupi aurat dengan baik. Namun tahukah kalian bahwa di setiap kompetisi angkat besi mensyaratkan para pesertanya untuk mengenakan kaus tak berlengan, celana pendek dan ketat agar juri bisa melihat dengan jelas bagaimana tehniknya. Namun, Kulsoom tidak menyerah begitu saja dan ia memperjuangkan hijabnya hingga ia menghubungi Majelis Hubungan Amerika-Islam (CAIR) dan Komite Olimpiade Amerika Serikat agar bisa mengizinkannya tetap mengenakan hijab selama bertanding. Dan hebatnya, Kulsoom berhasil setelah beberapa kali mendapat penolakan. Masya Allah ya.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: FASHION&BEAUTY


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS