4456
  2017-08-01       www.akidahislam.com

7 Penyakit Hati Dalam Islam Yang Harus Dijauhi

Kenali 7 penyakit hati dalam Islam yang harus dihindari agar tak merugikan diri sendiri.

santi lisnawati 628 views

Assalamu'alaikum, Moeslemates!

Tak hanya baik bagi diri sendiri, penyakit hati juga bisa merugikan orang lain. Selain itu, balasan adzab dan kesukaran dalam hidup juga akan didapat jika penyakit hati terus dipelihara. Lalu apa saja sih penyakit hati yang berbahaya ini? Berikut 7 macam penyakit hati dalam Islam yang harus dijauhi.

1. Sombong (Takabbur)

Sombong atau tinggi hati bisa bermacam-macam bentuknya. Pertama, menganggap rendah orang lain. Kedua, tidak bisa menerima saran dan kritik membangun dari orang lain. Kedua hal tersebut disebabkan sifat sombong yang merasa diri sendiri jauh lebih baik dari orang lain, serta merasa tidak perlu saran dari orang lain karena menganggap dirinya selalu benar.

Allah SWT berfirman:

Janganlah kalian berjalan di muka bumi dengan penuh kesombongan. Karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung. (QS al-Isra’ [17]: 37)

Sifat sombong ini bisa diatasi dengan cara membuka hati. Sadari bahwa di atas langit masih ada langit. Jadi sudah sepatutnya tidak menganggap rendah orang lain karena pasti ada orang lain yang memiliki kemampuan lebih tinggi. Membuka hati terhadap saran dan kritik dari orang lain juga perlu disadari untuk membangun dan mengembangkan diri jadi lebih baik lagi. So, be humble!

2. Pamer (Riya')

Dalam konteks ini, riya' yang dimaksud adalah memperlihatkan amal shaleh di depan orang lain. Sifat riya' menunjukkan adanya kebutuhan untuk dihargai dan dihormati oleh sesama umat manusia atas amalan apa saja yang telah dilakukan. Padahal, seharusnya urusan amal shaleh itu dijadikan niat untuk beribadah kepada Allah SWT semata. Riya' bisa muncul kapan saja, baik sebelum atau saat sedang beramal.

Sifat riya' sudah seharusnya dijauhi terutama saat memberikan sedekah bagi kaum yang membutuhkan. Jangan sampai amalan dari sedekah itu hilang tak berbekas karena terselip niat riya' di dalamnya.

Janganlah kalian menghilangkan pahala shadaqah kalian dengan menyebut-nyebutnya atau menyakiti (perasaan si penerima) seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak berimana kepada Allah dan hari kemudian. (QS. Al-Baqarah: 264)

3. Narsis (Ujub)

Source: chirpstory.com

Ujub adalah sifat yang terlalu mengagumi diri sendiri atas semua kebaikan yang ada dalam dirinya, tanpa ingat bahwa semua karunia yang ia dapat adalah pemberian dari Allah SWT. Ada beberapa hal yang bisa menimbulkan sifat ujub, di antaranya sering berhasil melakukan pekerjaan, meraih banyak pujian dari orang lain, punya wewenang tinggi, memiliki penampilan fisik sempurna dan masih banyak lagi.

Rasulullah SAW bersabda:

Tiga perkara yang membinasakan: rasa pelit yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti dan ujubnya seseorang terhadap dirinya sendiri. (HR. At-Thabrani dalam Mu’jam Al-Ausath)
Source: https://muslimah.or.id/6085-jangan-sombong-dan-ujub-wahai-jiwa-engkau-ini-belumlah-apa-apa.html



Jangan biarkan sifat ujub atau narsis ini menggerogoti iman. Tetaplah berdzikir karena setiap keberhasilan dan kelebihan yang didapat manusia tentu semua datangnya dari Allah SWT.

4. Sum'ah

Source: creatiwe.ru

Secara harfiah, sum'ah artinya memperdengarkan. Dalam artian, awalnya amalan shaleh dilakukan tanpa diketahui oleh publik. Namun, setelahnya disampaikan kepada orang lain demi mendapatkan penghargaan, pengakuan atau keuntungan secara materi.

Rasulullah SAW bersabda:

Siapa yang berlaku sum’ah maka akan diperlakukan dengan sum’ah oleh Allah dan siapa yang berlaku riya maka akan dibalas dengan riya. (HR. Bukhari)











TO THE NEXT PAGE ->

santi lisnawati santi lisnawati
writing and traveling enthusiast
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
santi lisnawati
santi lisnawati
writing and traveling enthusiast

no comments

Follow Moeslema on SNS