4438
  2017-08-20       yangmuda.com

Menyemir Rambut Dalam Pandangan Islam

Buat kamu yang senang menyemir rambut dalam berbagai warna atau bahkan dengan warna hitam pekat, simak dulu yuk hukum-hukumnya dalam Islam.

Lidya O. 106 views

Assalamu'alaikum Moeslemates.

Bagi seorang wanita, tumbuhnya uban atau rambut yang bercabang dapat membuat kepercayaan diri berkurang. Walaupun berhijab, tentunya penampilan di depan suami dan anak-anak tetap harus diperhatikan karena prinsip yang benar adalah berdandan di dalam rumah dan sesederhana mungkin berpakaian di luar rumah termasuk menggunakan make up dan wewangian. Lalu, bagaimana hukum dalam Islam mengenai penyemiran rambut untuk menutupi uban? Bagaimana pula Islam menjawab perihal penyemiran rambut dengan tujuan untuk mempercantik atau menyemirnya dengan warna selain hitam?

Simak yuk penjelasan di bawah ini yang bersumberkan Rumaysho.

1. Bolehkah Menyemir Uban Dengan Warna Hitam Untuk Membuat Penampilan Lebih Menarik?

Source: www.merdeka.com

Bagi mayoritas wanita, memiliki rambut yang sehat dan berwarna hitam alami tidaklah mudah. Butuh perawatan khusus dan terutama yang berhijab. Setiap kali keramas, mereka harus mengeringkannya hingga betul-betul kering karena akan berpengaruh buruk jika langsung ditutupi kerudung. Nah, cara instan yang paling praktis dan digemari beberapa wanita untuk memiliki rambut yang hitam adalah dengan menyemirnya. Namun, bagaimana Islam menanggapi hal ini ya? Jika tujuannya adalah untuk mempercantik penampilan, apakah itu diperbolehkan?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsamin pernah ditanyakan mengenai penyemiran jenggot dan rambut kepala dengan warna hitam. Kemudian beliau menjawab:

"Menyemir jenggot atau rambut kepala dengan warna hitam adalah haram. Alasannya adalah sabda Nabi Muhammad yang berkata 'Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tapi hindarilah warna hitam.'"

Lalu, jika tujuannya untuk kecantikan dan penampilan yang menarik, maka beliau menjawab:

"Umumnya yang mewarnai ubannya dengan warna hitam, tujuannya adalah untuk mempercantik diri, agar terlihat lebih muda. Kalau tidak demikian, lalu apa tujuannya? Perbuatan semacam ini hanya akan membuang-buang waktu dan harta."
Source: Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 1/5, Mawqi’ Asy Syabkah Al Islamiyah

Hadist Rasulullah yang bersabda “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim) menerangkan larangan menyemir rambut dengan warna hitam. Dalam Al Liqo' Al Bab Al Maftuh, 234/27 yang dilansir dari Rumaysho menyebutkan bolehnya memakai katm (inai) yang dicampur dengan hinaa' (pacar) untuk dipergunakan sebagai pewarna rambut. Dan ada jenis pewarna yang wajib dihindari yaitu pewarna yang tidak menyerap ke rambut namun membentuk lapisan tersendiri di kulit rambut. Hal ini dapat menyebabkan air tidak masuk ke kulit rambut ketika berwudhu sehingga dapat menyebabkan wudhunya tidak sah.

2. Bagaimana Hukum Menyemir Rambut Karena Munculnya Uban Di Usia Muda?

Lain halnya dengan kecantikan, bagaimana jika kasusnya adalah karena ingin menutupi uban yang tumbuh di usia muda?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin ditanyakan:

"Seorang pemuda sudah nampak padanya uban. Dia ingin merubah uban tersebut dengan warna hitam. Bagaimana hukum mengenai hal ini?"

Syaikh rahimahullah menjawab:

"Ini termasuk mengelabui (tadlis). Seseorang yang ingin menikah, lalu di kepalanya terdapat uban sedangkan dia masih muda, maka melakukan semacam ini termasuk mengelabui (tadlis). Akan tetapi kami katakan bahwa yang lebih utama jika dia ingin mengubah ubannya tadi, maka gunakanlah warna selain hitam. Dia boleh mencampur hina’ (pacar) dan katm (inai), lalu dia gunakan untuk menyemir ubannya. Pada saat ini, tidak nampak lagi uban. Bahkan perbuatan ini adalah termasuk ajaran Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu merubah uban dengan warna selain hitam. Adapun merubah uban tadi dengan warna hitam, maka yang benar hal ini termasuk perbuatan yang diharamkan. Karena Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kita menjauhi warna hitam ketika akan menyemir rambut, bahkan terdapat ancaman yang sangat keras mengenai hal ini dalam sabda beliau."
Source: Liqo’ Al Bab Al Maftuh, 188/23

Menyemir rambut dengan warna hitam dikarenakan uban yang membuat risih atau malu tetap tidak diperbolehkan. Dan solusinya adalah mengganti cat rambut hitam tersebut dengan mencampurkan katm (inai) dan hinaa (pacar) agar warnanya tidak 100% hitam.

3. Bagaimana Hukum Menyemir Rambut Dengan Warna Selain Hitam?

Source: www.zinc.co.id

Mewarnai rambut dalam warna yang selain hitam untuk menutupi uban maupun untuk menambah penampilan yang menarik? Bagaimana Islam menjawabnya?

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al Utsaimin pernah ditanyakan,

“Apakah boleh merubah rambut wanita yang semula berwarna hitam disemir menjadi warna selain hitam misalnya warna merah?”

Syaikh rahimahullah menjawab:

"Jawaban dari pertanyaan mengenai menyemir rambut wanita yang berwarna hitam menjadi warna selainnya, ini dibangun di atas kaedah penting. Kaedah tersebut yaitu hukum asal segala adalah halal dan mubah. Inilah kaedah asal yang mesti diperhatikan. Misalnya seseorang mengenakan pakaian yang dia suka atau dia berhias sesuai dengan kemauannya, maka syari’at tidak melarang hal ini. Menyemir misalnya, hal ini terlarang secara syar’i karena terdapat hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ubahlah uban, namun jauhilah warna hitam”. Jika seseorang merubah uban tersebut dengan warna selain hitam, maka inilah yang diperintahkan sebagaimana merubah uban dengan hinaa’ (pacar) dan katm (inai). Bahkan perkara ini dapat termasuk dalam perkara yang didiamkan (tidak dilarang dan tidak diperintahkan dalam syari’at, artinya boleh-boleh saja)."
Source: Rumaysho

Nah, dari ketiga poin yang sudah dipaparkan tadi, kita bisa mengambil simpulan dengan urutan seperti di bawah ini:

1. Warna yang diperintahkan untuk digunakan sebagai pewarna rambut adalah yang seperti hinaa'.
2. Warna yang dilarang untuk digunakan adalah warna hitam
3. Warna yang dibolehkan memakainya adalah yang selain warna hitam asalkan halal bahan-bahannya.

Dengan kata lain, menyemir rambut dengan warna yang selain hitam diperbolehkan. Namun yang harus diperhatikan adalah jangan sampai kita mencontoh perilaku-perilaku jahiliyah dan menyerupai suatu golongan. Dan kamu tidak perlu terlalu sering merubah warna rambut karena selain bisa menghemat uang, pengecatan rambut yang dilakukan berjam-jam juga sangat wasting time.

Wallahu'alam bisshawab. Semoga bermanfaat ya Moeslemates.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS