4437
  2017-08-04       harianamanah.id

3 Penyakit Hati Yang Wajib Kamu Jauhi

Apa sajakah penyakit hati yang wajib banget dihindari kita? Simak yuk ulasannya di artikel berikut ini.

Lidya O. 49 views

Assalamu'alaikum Moeslemates.

Di era globalisasi kini, sosial media dan segala jenis gadget sudah semakin canggih dan serba bisa. Kalau dibandingkan dengan orang dulu, masalah yang bermunculan perihal dunia maya pasti jauh lebih banyak yang sekarang. Misalnya, ada orang yang posting di akun sosial media pribadinya dengan mobil mewah atau rumah baru yang menyerupai istana. Kita yang melihatnya jadi punya perasaan ingin juga seperti dia dan di sinilah penyakit hati berkumpul. Oleh karena itu, kita sebagai pengguna sosial media wajib banget menahan diri dari berbagai fitnah dan berbagai penyakit hati yang dapat merusakkan keimanan kita kepada Allah. Nah, kita langsung saja yuk masuk ke inti pembahasan yang akan saya fokuskan pada 3 poin utama.

"Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir."
Source: QS. At Taubah: 125

1. Penyakit Hasad, Iri Dan Dengki

Yang pertama adalah penyakit hasad dan iri. Keduanya adalah perbuatan tidak senang jika saudaranya mendapat nikmat kebahagiaan. Contoh sederhananya, si A dan si B berteman baik. Kemudian si B memberitahukan kepada si A akan segera menikah dengan pria pujaannya. Sedangkan si A belum juga dilamar hingga kini. Si A merasa iri karena si B lebih dulu menikah. Perasaan-perasaan yang mungkin dianggap sepele inilah yang tidak boleh dibiarkan berkembang di hati kita. Justru jika mendengar kabar bahagia dari sahabat, apalagi saudara sesama muslim, kita patut mendoakannya. Jangan malah iri-irian ya Moeslemates. Rezeki dan kebahagiaan masing-masing orang 'kan berbeda-beda dan Allah sudah mengaturnya sedemikian rupa. Kita hanya perlu yakin kepada Allah saja kok.

Dan satu lagi, penyakit dengki yang sedikit berbeda dari hasad dan iri. Kalau dengki, biasanya tingkat ketidaksenangannya terhadap nikmat orang lain jauh lebih tinggi dari kedua sifat sebelumnya. Contohnya, jika kasus iri seperti di atas berujung pada perbuatan syirik; mendatangi dukun untuk membuat sulit orang yang sedang berbahagia. Nah, ini bahaya banget lho Moeslemates. Jangan sampai hanya karena perasaan iri yang bertambah-tambah menjadi dengki menghantarkan kita pada perbuatan syirik yang amat dilarang agama.

Sebagaimana yang telah Allah perintahkan yang tertulis dalam Al-Qur'an seperti di bawah ini:

"Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Source: QS. An-Nisa: 32

Ayat tersebut dipertegas dengan adanya hadits Rasulullah tentang penyakit hati hasad, iri dan dengki seperti berikut ini.

"Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu."
Source: HR. Abu Dawud

Subhanallah. Mudah-mudahan kita tidak termasuk pada orang-orang yang memiliki sifat hasad, iri dan dengki ini ya. Dan ingatlah selalu bahwa Allah pasti tidak akan membiarkan hamba-Nya terus dalam keadaan susah. Sejauh apa pun hamba tersebut kepada Rabbnya; bahkan jika hamba tersebut tidak mengerjakan shalat sekalipun, Allah tetap tidak akan lupa memberikan mereka rezeki.

2. Penyakit Sombong Dan Takabur

Jenis penyakit hati yang kedua adalah sombong dan takabur. Ini nih yang sangat dibenci oleh Allah. Hati-hati ya Moeslemates, karena terkadang kita lupa melakukan sesuatu atau mengatakan sesuatu kepada orang lain yang mengarah kepada kesombongan.

Sombong artinya bangga atas diri sendiri dan menganggap remeh orang lain. Coba ingat-ingat lagi, kita ini hanya manusia biasa, Rasulullah yang merupakan kekasihnya Allah saja tidak pernah menyombongkan diri padahal beliau begitu istimewa. Lalu bagaimana dengan kita? Kita yang mungkin masih belum istiqamah beribadahnya, masih jauh dari sunnah dan terlebih lagi masih sering bercampur baur dengan lawan jenis, dan masih banyak sekali hal-hal yang harus diperbaiki. Jadi, alasan apa yang membuat kita sombong?

"Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."
Source: QS. Al-Isra: 37

2. Penyakit Riya

Kemudian yang ketiga adalah penyakit riya dalam hal beribadah. Riya adalah perbuatan ingin dipuji ataupun hanya sekadar ingin pamer terhadap orang lain. Dalam Islam, beribadah baik sunnah maupun yang wajib memiliki pahala tersendiri yang hanya Allah saja yang tahu. Tapi, sebaiknya kita tidak perlu memberitahukan ibadah-ibadah kita itu kepada orang lain. Misalnya membacakan nominal sedekah dan mendokumentasikannya kepada orang lain. Namun, ada halnya jika sebuah organisasi yang bergerak di bidang sumbang-menyumbang, saling membantu dan menolong orang-orang miskin atau bahkan adik-adik yang sakit namun tidak punya biaya berobat, lalu mengajak orang-orang mampu untuk bersedekah maka itulah yang dianjurkan. Membuat orang lain tergerak hatinya untuk bersedekah dengan niat membantu sesama akan mendatangkan kebaikan-kebaikan yang berlimpah.

Tapi ingat ya, semua berawal dari sebuah niat. Jika kita niatkan untuk membantu, jangan sampai niat itu berubah menjadi ajang pamer agar orang lain kagum terhadap kita. Tidak ada untungnya lho melakukan perbuatan seperti ini. Justru, ini akan menjauhkan kita dari keberkahan. Setuju tidak, Moeslemates?

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."
Source: QS. Al Baqarah: 264

Nah, itu tadi ketiga poin yang ingin saya fokuskan di artikel kali ini. Semoga bermanfaat ya Moeslemates.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS