4411
  2017-08-09       assets-a1.kompasiana.com

Benarkah Iri Hati Berdampak Pada Kesehatan Fisik seseorang?

Benarkah iri hati mempengaruhi kesehatan fisik seseorang? Lalu bagaimana mencegahnya? Cek artikel berikut ini yuk!

Deane Lene 87 views

Selama masa hidup seorang manusia di dunia tidak pernah terlepas dari situasi menyenangkan dan tidak menyenangkan. Ada berjuta cara seseorang menghadapi masing-masing situasi tersebut. Situasi yang menenyangkan tentunya tidak menimbulkan permasalahan yang begitu berarti dibandingkan situasi yang tidak menyenangkan.

Ibarat sebuah roda yang berputar, pada satu bagiannya akan berada di atas dan kemudian seiring perputaran roda, bagian itu akan berada di bawah dan kemudian akan kembali ke atas. Situasi yang tidak menyenangkan tentunya memiliki tantangan tersendiri untuk menghadapinya dan tentunya tetap berada dalam jalan yang benar.

Tidak menutup kemungkinan kalian akan berbohong ketika situasi dan keadaan tidak sesuai dengan harapan, akan iri jika kebutuhan kalian tidak kunjung terpenuhi, akan riya jika kalian menginginkan sebuah pengakuan dan masih banyak lagi.

Perilaku diatas merupakan beberapa jenis dari sekian banyak penyakit hati dalam islam yang tentunya sangat berbahaya bila hal tersebut berlangsung selama kehidupan kalian. Simak Faktanya disini yuk.

Apa itu iri hati?

Iri adalah sebuah perilaku yang disebabkan oleh sebuah keinginan dan harapan yang tidak mampu untuk diraih. Seseorang yang menampilkan perilaku iri cenderung akan menampilkan perilaku dengki karena iri dan dengki merupakan satu kesatuan yang sangat sulit dipisahkan.

Biasanya, seseorang yang iri terhadap orang lain akan merasa senang jika orang lain sedang berada dalam kesulitan dan memilih untuk enggan untuk menawarkan bantuan. Sebaliknya, ia akan merutuk segala keberhasilan, pencapaian dan kebahagiaan orang lain karena merasa tersaingi dan tentunya jika ia sedang berada dalam kesulitan, ia cenderung akan menolak bantuan dari siapapun tanpa terkecuali karena ia beranggapan bahwa jika ia menerima pertolongan dari orang lain, maka gugur lah harga dirinya.

Ketika seseorang sedang iri terhadap keberhasilan orang lain, ia memilki sejuta cara untuk meruntuhkannya. Pada situasi seperti ini, seseorang yang sedang iri akan tertutup hatinya oleh hawa nafsu dan ambisi yang semu. Maka ia secara tidak sadar sedang mendekatkan dirinya pada sesuatu hal yang berbahaya bagi dirinya sendiri.

Perintah untuk menjauhi penyakit hati ini terkandung dalam firman Allah ayat berikut

وَلَا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا ۖ وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ ۚ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS An Nisa : 32)

Benarkah berdampak pada kesehatan fisik?

Ketika seseorang iri terhadap sesuatu hal yang ada pada orang lain, dan berambisi untuk meruntuhkannya atau ingin mengambil apa dimiliki orang lain, maka ia sedang mengantar dirinya pada penyakit fisik yang sebenarnya.

Mengapa bisa?
Karena pada saat seseorang sedang dalam suasana hati yang mengebu-gebu untuk mendapatkan sesuatu, jantung akan bekerja dua kali lipat lebih cepat daripada keadaan biasanya dan sirkulasi darah dalam tubuh juga akan mengikuti pola kerja jantung. Kepala akan berdenyut lebih kencang dan paru-paru akan bekerja dua kali lipat akibat pola pernapasan yang lebih cepat dari keadaan normal. Otot pun akan mengalami ketegangan. Dan, organ lainnya pun juga akan mengalami kondisi stress ketika seeorang tidak bisa mengontrol sebuah ambisi.

Lalu apa kemungkinan penyakit yang akan diderita jika hal ini terus berlanjut?
Sangat besar kemungkinan bahwa seseorang akan mengalami serangan jantung, stroke, darah tinggi dan penyakit lainnya yang tentunya akan sulit untuk ditangani dan membutuhkan perawatan khusus dan kemungkinan besar akan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Cegah yuk sebelum terlambat!

Source: i.huffpost.com

Jika sampai detik ini kalian masih menyimpan perilaku iri hati sebagi kebiasaan kalian, sebaiknya cobalah untuk menghentikannya secara bertahap.

Bagaimana caranya?
Hal pertama yang harus kalian lakukan setiap kali ingin memunculkan perilaku iri, segera beristigfar dan kemudian alihkan pandangan kalian dari sumber perilaku iri tersebut.

Kedua, temukan kegiatan positif yang memungkinkan kalian fokus hanya pada kegiatan tersebut seperti berolahraga, mengikuti kelas masak, bekerja, dan sebagainya.

Ketiga, jika kalian masih belum bisa membantu diri kalian sendiri untuk menyelesakian masalah, maka jangan segan untuk meminta bantuan pada orang yang kalian percaya dapat membantu kalian.

Keempat, pastikan kalian selalu berusaha mendekatkan diri pada Allah SWT. Semakin hari semakin dekat hingga kalian merasakan ketenangan dalam hati dan menyadari bahwa perbuatan yang kalian lakukan dimasa lalu adalah perbuatan yang tidak baik.

Kunci utama dari usaha melepaskan diri dari perilaku iri dan dengki ini adalah IKHLAS dan BERSYUKUR atas apa yang telah Allah SWT berikan dalam setiap kehidupan kalian, dari setiap tarikan napas yang kalian lakukan. Percayalah bahwa Allah SWT adalah sebaik-baiknya pembuat rencana.


Aku yakin, kalian para Moeslemates di manapun kalian berada adalah orang-orang yang baik. Jika memang di antara kalian masih memiliki perilaku iri dan dengki ini, aku yakin kalian haya sedang hilang arah dan akan segera kembali pada jalan yang benar dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dikemudian hari. Aamiin.

Deane Lene Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Sen...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Deane Lene
Deane Lene
I love learn, watch, listen, read and make something. Send me email to deanelene@gmail.com

no comments

Follow Moeslema on SNS