4384
  2017-08-12       lifestyle.sindonews.com

Pencegahan dan Pemeriksaan Kanker Serviks

Mencegah lebih baik daripada mengobati, yuk mulai antisipasi kanker serviks sedari dini.

Official Moeslema Team 61 views

Assalamu'alaikum Moeslemates,

World Health Organization pada tahun 2014 menyatakan terdapat 92 ribu kasus kematian wanita diseluruh dunia akibat kanker dan 10,3 persennya merupakan jumlah kematian yang diakibatkan kanker serviks. Kanker serviks, menyerang wanita pada kisaran usia 21-22 tahun di tahun 2000 dan mencapai usia di bawah 20 tahun pada tahun 2012. Kanker rahim merenggut nyawa Julia Perez pada tahun 2017 menandakan penyakit ini tidak mengenal usia dan siapa saja bisa terkena kanker serviks. Kanker serviks sangat umum ditemui dan merupakan salah satu jenis kanker yang paling populer pada wanita di seluruh dunia. Kondisi ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun.

Apa itu kanker serviks ?

Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual. Kanker serviks adalah kanker yang terjadi saat sel-sel pada serviks yang terletak dibagian bawah rahim mulai bertumbuh dengan tidak terkendali. Sel-sel baru berkembang cepat sehingga mengakibatkan tumor pada serviks.

Source: familinia.com

Hampir semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV umumnya ditularkan melalui hubungan seks. Ada banyak jenis HPV yang sebagian besar adalah virus yang tidak berbahaya seperti yang menyebabkan kutil di tangan, kaki, dan alat kelamin. Tapi beberapa jenis HPV dapat mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. Dari banyaknya jenis HPV, ada dua jenis virus HPV yang paling berbahaya, yaitu HPV 16 dan HPV 18. Kedua jenis virus ini yang menyebabkan 70 persen kasus kanker serviks.

Sayangnya banyak wanita tidak menyadari telah terinfeksi. Pada tahap awal, kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan di vagina pasca berhubungan seks, yang terjadi di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Tetapi meski terjadi pendarahan, belum berarti seseorang bisa dikatakan menderita kanker serviks. Jika dicurigai terdapat kanker serviks untuk memastikan hal tersebut ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis.

Pentingnya skrining penyakit ini

Selama bertahun-tahun, sel-sel pada permukaan leher rahim mengalami banyak perubahan. Sel-sel ini bisa perlahan-lahan berubah menjadi kanker, tapi sebenarnya perubahan sel di leher rahim bisa dideteksi sejak dini. Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang.

Hasil penelitian WHO juga menunjukkan tindakan skrining penyakit kanker serviks di Indonesia sangat kurang.
Hal itu juga menyebabkan jumlah kematian kanker serviks di Indonesia yang tergolong tinggi karena sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan dalam diagnosis. Biasanya, kanker sudah menyebar ke organ lain di dalam tubuh ketika seseorang memeriksakan kondisinya. Inilah penyebab pengobatan yang dilakukan menjadi semakin sulit.

Source: zan.14p.ir

Screening serviks bukanlah tes untuk mendiagnosis kanker serviks. Tes ini berguna untuk memeriksa kesehatan sel-sel di leher rahim dan mendeteksi jika ada sel yang abnormal. Dengan deteksi dan pengangkatan sel-sel abnormal, kanker serviks dapat dicegah secara maksimal. Screening untuk kanker serviks juga dikenal dengan sebutan pap smear atau tes smear. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. Saat melakukan pap smear, sampel sel diambil dari leher rahim dan diperiksa di bawah mikroskop.

Screening untuk mendeteksi kanker serviks amatlah penting. Karena itu pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun sangat disarankan untuk memeriksa setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun dapat diperiksa setiap lima tahun sekali.

Lakukan pencegahan

Saat terinfeksi HPV, sistem kekebalan tubuh akan mencegah HPV melukai rahim, tapi bagi sebagian wanita, virus HPV ini bisa bertahan bertahun-tahun yang akhirnya mengakibatkan sel-sel yang berada di permukaan leher rahim berubah menjadi sel kanker.

Kondom bisa melindungi kita dari HPV saat berhubungan seks, namun tidak berperan dalam mencegah terjadinya infeksi dari virus ini. Karena itu yang dapat mencegah infeksi HPV adalah vaksin. Vaksinasi HPV yang saat ini ada adalah vaksin bivalen untuk HPV 16 dan 18; vaksin kuadrivalen untuk HPV 6, 11, 16 dan 18; atau vaksin nonavalen untuk 9 jenis HPV yaitu 4 jenis ditambah 31,33, 45, 52, dan 58. Saat ini vaksin HPV sudah tersedia di Indonesia.

Dimana kamu bisa mendapatkan screening dan vaksin?

Source: www.practo.com

Kanker serviks dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. Kamu bisa mendapatkan screening kanker serviks dan vaksin HPV ini di Brawijaya Hospital. Disini kamu akan mendapatkan pelayanan yang maksimal dengan tenaga yang profesional dan alat-alat medis yang canggih dan terpercaya,

Mencegah lebih baik daripada mengobati, yuk mulai antisipasi kanker serviks sedari dini Moeslemates.

Official Moeslema Team Official Moeslema Team
Official Team of Moeslema.com
Like our facebook page if you like this article!
Category: LIFESTYLE


Related Tags
Curator Introduction
Official Moeslema Team
Official Moeslema Team
Official Team of Moeslema.com

no comments

Follow Moeslema on SNS