4234
  2017-07-19       www.beritaunik.net

3 Contoh Perbuatan Menyambung Rambut Dalam Pandangan Islam

Salah satu cara berhias bagi muslimah yang haram adalah menyambung rambut. Namun, dalam hal ini ada beberapa contoh nyata yang pasti sudah tidak asing lagi dengan kita. Apa saja itu?

Lidya O. 155 views

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah SAW bersabda:

"Allah melaknat wanita yang menyambung rambut dan wanita yang minta disambung rambutnya."
Source: HR. Bukhari

Assalamu'alaikum Moeslemates. Sebagai wanita, pasti kita sangat mengenal ketiga benda palsu seperti wig, bulu mata palsu dan sanggul. Di sini, saya akan memaparkan bagaimana hukumnya memakai ketiga benda tersebut dalam sudut pandang syariat Islam. Simak bersama-sama yuk!

1. Memakai Wig

Di dalam Islam, hukum memakai wig dikategorikan ke dalam 2 bagian.

Pertama, wig yang terbuat dari rambut manusia.
Untuk hal ini, semua Imam Empat Madzhab (Imam Hanafi, Imam Maliki, Imam Syafi’i dan Imam Hambali) sepakat mengharamkannya.

Perlu Moeslemates tahu bahwa Rasulullah sangat keras dalam melarang hal ini. Sampai-sampai beliau tidak memperbolehkan orang sakit yang rambutnya rontok untuk disambung dengan rambut lain meskipun ia akan menjadi pengantin pada pesta pernikahannya.

Al-Khaththabi berkata:

Diberikannya ancaman yang sangat keras dalam masalah ini karena perbuatan-perbuatan itu mengandung penipuan dan pemalsuan. Kalau ada salah satunya yang diperkenankan, niscaya hal ini akan menjadi preseden diperkenankannya bentuk-bentuk penipuan yang lain. Di samping karena perbuatan itu merupakan tindakan mengubah ciptaan Allah sebagaimana diisyaratkan dalam hadis Ibnu Mas'ud: "Wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah."

Dalam kitab Mugni Muhtaj juga diterangkan bahwa memakai wig yang terbuat dari rambut manusia hukumnya haram karena hal itu merupakan perbuatan memanfaatkan bagian anggota tubuh manusia lainnya. Tujuan dilarangnya menggunakan bagian tubuh manusia untuk keperluan pribadi adalah karena Islam menjaga kemuliaan manusia walaupun sudah meninggal.

Kedua, wig yang terbuat dari yang selain rambut manusia.

Jenis wig yang satu itu biasanya terbuat dari bahan plastik, bulu domba, bulu unta dan bulu hewan lainnya. Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat tentang hukum memakainya.

Menurut Imam Syafi'i, wig yang terbuat dari bahan selain rambut manusia hukumnya masih diperinci. Jika rambut atau bulu itu berasal dari hewan yang dagingnya tidak diharamkan seperti domba, unta, dan lain sebagainya maka hukumnya diperbolehkan. Sedangkan, jika rambut atau bulu itu berasal dari hewan yang dagingnya diharamkan untuk dimakan maka hukumnya dilarang. Demikian juga rambut atau bulu yang berasal dari hewan yang sudah menjadi bangkai maka hukumnya adalah dilarang juga.
Menurut Imam Muhammad bin Ismail Al Amir Ash Shan’ani dalam kitabnya yang terkenal Subulu as-Salam bahwa menyambung rambut (wig) memakai benang yang tidak menyerupai rambut manusia asli maka hukumnya diperbolehkan.

Intinya, jika dirasa memakai wig jenis ini diragukan, lebih baik dihindari ya Moeslemates. Dan dilihat juga tujuannya untuk apa. Setahu saya, ada beberapa wanita yang senang memakai wig baik itu jenis pertama maupun jenis kedua dengan tujuan untuk kesenangan atau hobi. Misalnya, untuk acara cosplay. Walaupun ada beberapa di antara mereka yang berhijab, mereka tetap memakai wig karena mengikuti karakter yang diperaninya. Dalam hal ini, saya sangat tidak setuju untuk diikuti karena tujuannya tidaklah syar'i.

2. Memakai Bulu Mata Palsu

Dilansir dari artikel muslimah.or.id tentang pertanyaan dan jawaban seputar memakai bulu mata palsu oleh Syaikh Abdul Karim Al Khudhair tertulis bahwa bulu mata yang dikenakan di kelopak mata, jika terbuat dari rambut maka tidak ragu lagi keharamannya. Namun jika ia terbuat dari bahan lain yang bentuknya menyerupai bulu mata yang terbuat dari rambut, maka hukumnya tidak berbeda. Karena orang yang melihatnya akan mengatakan bahwa itu adalah penyambungan rambut. Lain halnya dengan yang terbuat dari bahan yang selain rambut dan tidak menyerupai bulu mata hukumnya minimal makruh. Karena tetap ada unsur penyambungan. Hanya saja memang yang terlarang adalah menyambung yang berupa rambut dan yang semakna dengannya serta yang semisalnya dengannya dalam hukum dikarenakan adanya unsur tasyabbuh (menyerupai rambut bulu mata). Jika ada unsur tasyabbuh, maka haram untuk menyambungnya apapun bahannya.

Allah melarang sesuatu ini dan sesuatu itu tentunya dengan alasan. Sudah terbukti bahwa penggunaan bulu mata palsu ternyata membahayakan lho. Dikutip dari CNN Indonesia, menurut Robert Dorin dari Tru and Dorin Medical Group di Kota New York, Amerika Serikat bahwa penggunaan bulu mata palsu bisa menyebabkan reaksi alergi dan bakteri dapat menetap di sana sehingga membuat infeksi jamur dan virus.

Saya pun dulu pernah memakainya untuk acara tertentu dan jujur merasa sangat tidak nyaman. Bahkan, seusainya mata saya merah dan gatal. Dan jika diperhatikan, sebenarnya penggunaan bulu mata palsu itu tidak lain dan tidak bukan adalah untuk kecantikan, bukan? Tidak ada hubungannya dengan kesehatan atau pun anjuran dokter, bukan? Inilah yang dilarang oleh Allah dan Rasulullah. Jika berniat untuk mempercantik diri di depan umum dengan cara mengubah bentuk atau menyambung sesuatu yang tadinya pendek hingga menjadi panjang dan cantik hukumnya haram. Jika dipertunjukkan hanya di depan suami pun hukumnya haram karena seperti yang sudah dijelaskan di atas dengan bahan apapun yang bentuknya menyambung rambut termasuk dalam tasyabbuh adalah haram.

3. Memakai Konde/Sanggul

Sebelum saya berhijab, saya pernah menggunakan konde atau sanggul sebagai penghias ketika menghadiri acara besar. Tujuannya apa? Tentulah untuk mempercantik penampilan agar lebih menarik dilihat. Konde maupun sanggul yang terbuat dari rambut hukumnya sama persis dengan menyambung rambut.

Dan satu lagi, saya pernah melihat wanita yang menggunakan konde dengan hijab di bagian lehernya. Lalu, yang seperti bagaimana? Jelas dalam Islam ini sangat dilarang. Karena selain hijabnya tidak menutup dada bahkan sedikit memperlihatkan telinga dan leher, ini adalah perbuatan menyambung rambut yang dilaknat Allah dan Rasulullah.

"Yang diharamkan ialah menyambung rambut dengan rambut, karena terdapat tadlis (penipuan) dan menggunakan sesuatu yang masih diperdebatkan kenajisannya. Adapun selain itu, maka tidak diharamkan, karena tidak mengandung makna ini (tadlis dan najis), juga adanya maslahah untuk mempercantik diri kepada suami dengan tidak mendatangkan madharat (bahaya)."
Source: Al-Mughni, 1/70

Pernyataan di atas menerangkan bahwa segala sesuatu yang berniat untuk dipalsukan dengan tujuan kecantikan hukumnya adalah haram. Sekalipun itu digunakan untuk mempercantik diri di depan suami, bukan berarti ini dibolehkan. Para ulama menyarankan untuk berhias diri dengan menggunakan tata rias maupun aksesori yang tidak berlebihan, tidak mengandung unsur menyambung rambut dan menjauhi benda-benda haram. Seperti itulah kira-kira penjelasannya.


Wallahu'alam bisshawab. Semoga kita selalu diberikan keteguhan dan keistiqomahan dalam mempelajari, memperdalam dan menjalankan sunnah. Wassalamu'alaikum.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS