4220
  2017-07-06       www.imgrum.net

3 Ayat Al-Qur'an Yang Dapat Memotivasikanmu Untuk Menikah

Stop baper, jangan kebanyakan galau! Daripada baper dan galau, yuk tadabburi Al-Qur'annya agar kelak ketika Allah mempertemukan kita dengan sang jodoh, kita sudah cukup memahami ilmunya.

Lidya O. 173 views

Menikah adalah ibadah; menyempurnakan separuh agama. Dalilnya banyak baik dari Al-Qur'an maupun hadist. Namun terkadang menikah dijadikan suatu momen yang tidak lagi sakral. Misalnya, membuat pesta besar-besaran dan mengundang ribuan tamu guna mengembalikan modal awal. Kemudian, meninggalkan shalat wajib dan tetap menyelenggaran pesta pernikahan. Nah, untuk itu kita wajib memahami bagaimana Islam mensyariatkan pernikahan yang syar'i. Beberapa di antara kita juga ada yang masih merasa belum mampu menikah karena misalnya kurang biaya, masih ingin meneruskan kuliah, menunggu yang sempurna datang, dan lain-lain. Sebenarnya, hal-hal tersebut adalah bentuk keraguan hati yang masih berat untuk melangkah pada pernikahan.

Sebelum menikah, kita memang harus mempersiapkan segalanya dengan matang. Namun, ada yang beranggapan bahwa jika belum mapan, sebaiknya jangan menikah dulu. Dan pertanyaannya, mau sampai kapan menunggu hingga mapan? Dan bagaimana tolak ukur kemapaman itu? Justru dengan menikah, kita akan memulai sebuah proses. Proses menuju kematangan; pelajaran hidup, bagaimana caranya menjalani setiap masalah kehidupan bersama dan membuka pintu-pintu rezeki lebih luas lagi.

1. QS. An-Nisa: 3

"Maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki."
Source: QS. An-Nisa: 3

Ayat di atas menunjukkan adanya tentang kewajiban menikah. Eits, tapi kalau soal poligami, jangan dibahas dulu ya. Sebaliknya, yang akan ditekankan di sini adalah bagaimana kita memahami perintah Allah akan pernikahan.

2. QS. Al-Baqarah: 187

"Mereka adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka."
Source: QS. Al-Baqarah: 187

Yang dimaksudkan "pakaian" di sini adalah sebagai penghias dan memperindah diri. Dan juga layaknya sebagai pakaian yang digunakan untuk melindungi, menjaga dan menutupi bagian tubuh yang tidak boleh diperlihatkan. Jadi, pasangan suami istri sudah sepatutnya saling melengkapi kekurangan masing-masing dan menutup aib-aib yang tidak semestinya diketahui oleh orang lain. Itulah guna "pakaian" yang disematkan dalam ayat tersebut.

Imam Ath-Thabari menafsirkan ayat ini dengan sangat indah, beliau berkata, "Hunna Libasun lakum, yang maknanya adalah hendaknya masing-masing dari mereka berdua menjadikan dirinya sebagai pakaian bagi pasangannya. Sebab, ketelanjangan mereka pada saat tidur dan berkumpulnya mereka dalam satu pakaian (selimut). Berhimpunnya masing-masing dari mereka kepada pasangannya tersebut sama kedudukannya dengan pakaian yang ia kenakan pada tubuhnya." (Elmina)

3. QS. An-Nur: 33

"Dan orang-orang yang tidak mampu menikah hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya."
Source: QS. An-Nur: 33

Kata "mampu" yang disebutkan dalam ayat di atas bermakna luas. Salah satunya adalah kemampuan biologis untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan yang artinya sudah cukup umur. Kemudian, ada juga kemampuan secara mental untuk menjadi seorang ayah maupun ibu ketika kelak mereka punya keturunan. Selanjutnya, kemampuan ekonomi yang merujuk pada pekerjaan sang suami. Jika dirasa belum mampu dalam ketiga hal tersebut, sebaiknya bicarakan dengan wali maupun keluarga terdekat untuk mendapatkan solusi. Nah, jika belum mampu, coba biasakan untuk berpuasa dan bersabarlah sampai Allah benar-benar memberikan waktu terbaik untuk bertemu sang jodoh.


Masya Allah, semoga siapapun yang pernah merasa ragu, bimbang, dan segala macam kegundahan hati yang akan menjauhkan kita pada keyakinan untuk menikah, bisa segera kembali bersemangat ya! Baik sebelum ataupun sesudah menikah, pasti selalu ada cobaan yang Allah berikan. Tapi bukan berarti itu menjadikan kita lemah dan terbujuk rayuan setan. Terutama masalah dana. Sebenarnya yang wajib kita ingat adalah bagaimana melangsungkan pernikahan yang sederhana tanpa harus bersikap berlebihan. Menikah itu tidak mahal kok jika kita benar-benar memahami bagaimana syariatnya. Yang mahal adalah resepsi dan segala macam embel-embelnya. Walaupun tidak dilarang, ada baiknya kita memperhatikan apakah kita ingin menghabiskan uang hanya untuk pesta atau lebih memilih menabung untuk persiapan setelah menikah?

Semoga bermanfaat ya Moeslemates dan tetap semangat ya menjemput sang jodoh. Jangan lupa untuk selalu selipkan doa kepada Allah agar disegerakan bagi yang belum juga mendapat calon. Bagi yang sudah, semoga selalu diberikan perlindungan oleh Allah dan diberkahi sebagaimana pernikahan-pernikahan yang dilakukan Rasulullah kepada istri-istri beliau. Aamiin.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS