4217
  2017-07-07       www.kumpulanmisteri.com

3 Adab Berhias Bagi Muslimah

Tidak ada larangan dalam Islam bagi seorang wanita untuk berhias apalagi jika untuk mempercantik diri di depan suami. Tapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan nih Moeslemates.

Lidya O. 259 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Berhias adalah aktivitas normal yang dilakukan seorang wanita. Namun ada kalanya hiasan kita memicu timbulnya syahwat laki-laki lain dan membawa kita pada dosa. Sebagai muslimah, kita wajib tahu nih adab-adabnya ketika akan berhias. Yuk simak apa saja poin-poin pentingnya!

1. Hindari Tabarruj

Imam asy-Syaukani berkata,

"At-Tabarruj adalah dengan seorang wanita menampakkan sebagian dari perhiasan dan kecantikannya yang (seharusnya) wajib untuk ditutupinya, yang mana dapat memancing syahwat (hasrat) laki-laki."
Source: Fathul Qadiir karya Asy-Syaukani (dilansir dari Muslimah.or.id)

Pertama, kita wajib menghindari yang namanya tabarruj. Apa itu tabarruj?

Secara bahasa, tabarruj diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang dan tampak). Jadi maknanya lebih mengarah ke perilaku berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan. Seperti: kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis dan anggota tubuh lainnya ataupun menampakkan perhiasan tambahan.

Adapun kaidah pertama yang harus diperhatikan bagi wanita yang hendak berhias adalah hendaknya ia menghindari perbuatan tabarruj. Tabarruj secara bahasa diambil dari kata al-burj (bintang, sesuatu yang terang, dan tampak). Di antara maknanya adalah berlebihan dalam menampakkan perhiasan dan kecantikan, seperti: kepala, wajah, leher, dada, lengan, betis, dan anggota tubuh lainnya, atau menampakkan perhiasan tambahan.

Perhatikan juga ayat Al-Qur'an di bawah ini.

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu,"
Source: QS. Al-Ahzaab: 33

Wanita-wanita jahiliyah yang terdahulu tidak memiliki ilmu pengetahuan agama dan iman sehingga mereka berhias tanpa memperhatikan adab-adabnya. Syaikh Abdur Rahman as-Sa'di yang dilansir dari artikel Muslimah.or.id menafsirkan ayat di atas dan beliau berkata, "Arti ayat ini: janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya." (Taisiirul Kariimir Rahmaan karya Syaikh ‘Abdur Rahman as-Sa‘di)

2. Memperhatikan Masalah Aurat

Wanita itu aurat, apabila ia keluar (dari rumahnya) setan senantiasa mengintainya.
Source: HR. Tirmidzi

Berhias tidak dilarang asalkan tidak mengumbar aurat. Nah, kita perlu tahu bagian mana yang disebut aurat dan bagian mana yang boleh diperlihatkan. Hanya ada dua yang boleh ditampakkan oleh muslimah ketika keluar rumah adalah telapak tangan dan wajah. Hal ini sudah merupakan ijima' (kesepakatan) para ulama. Jadi, jika yang selain itu ditunjukkan atau tidak ditutupi maka hukumnya adalah haram.

Tidak boleh seorang pria melihat aurat pria lainnya, dan tidak boleh seorang wanita melihat aurat wanita lainnya.
Source: HR. Muslim

Namun terdapat perincian aurat wanita di hadapan wanita lain adalah anggota-anggota tubuh yang biasa diberi perhiasan.

Syaikh al-Albani mengatakan, "Sedangkan perempuan muslimah di hadapan sesama perempuan muslimah maka perempuan adalah aurat kecuali bagian tubuhnya yang biasa diberi perhiasan. Yaitu kepala, telinga, leher, bagian atas dada yang biasa diberi kalung, hasta dengan sedikit lengan atas yang biasa diberi hiasan lengan, telapak kaki, dan bagian bawah betis yang biasa diberi gelang kaki. Sedangkan bagian tubuh yang lain adalah aurat, tidak boleh bagi seorang muslimah demikian pula mahram dari seorang perempuan untuk melihat bagian-bagian tubuh di atas dan tidak boleh bagi perempuan tersebut untuk menampakkannya."

Dan bagi seorang istri, auratnya adalah tidak ada di hadapan suaminya artinya boleh diperlihatkan keseluruhan tubuhnya.

Ayat tersebut menunjukkan bahwa seorang suami dihalalkan untuk melakukan sesuatu yang lebih dari sekedar memandangi perhiasan istrinya, yaitu menyentuh dan mendatangi istrinya. Jika seorang suami dihalalkan untuk menikmati perhiasan dan keindahan istrinya, maka apalagi hanya sekedar melihat dan menyentuh tubuh istrinya.

3. Memperhatikan Cara Berhias Yang Dilarang

Yang terakhir adalah memperhatikan cara berhias yang dilarang Allah. Berhias semenarik mungkin untuk sang suami sangat dibolehkan tapi tetap harus mengikuti syariat yang berlaku ya Moeslemates. Beberapa di antara yang haram adalah al-washl (menyambung rambut), al-wasim (menato tubuh), an-namsh (mencukur alis atau yang seperti alis sambungan) dan at-taflij (mengikir gigi). Semua perbuatan ini tidak boleh dikerjakan muslimah meskipun dengan niat mempercantik diri di depan suami. Kita bisa menggantinya dengan menjaga kebersihan badan, menyisir rambut, mengenakan wewangian dan mengenakan baju yang menarik.

Untuk memahami apa saja cara-cara berhias yang haram ketika keluar rumah bisa kalian baca di artikel yang saya tulis beberapa waktu lalu.


Itulah poin-poin penting yang harus diperhatikan ketika hendak berhias. Semoga bermanfaat ya Moeslemates.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS