4205
  2017-07-05       alhusnakuwait.blogspot.co.id

5 Kedudukan Anak Yang Wajib Orangtua Ketahui

Menurut kamu, anak itu mempunyai kedudukan apa saja sih bagi orangtuanya?

Lidya O. 136 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Di artikel kali ini saya akan membahas tentang kedudukan anak bagi orangtua yang bisa kita temukan dalilnya di Al-Qur'an. Setelah kemarin saya menulis artikel bertemakan pernikahan, suami-istri dan yang semisalnya, kali ini kita akan sedikit maju untuk membahas tentang anak. Simak yuk!

1. Anak Sebagai Amanah

"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras; mereka tidak mendurhakai Allah atas apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan."
Source: QS. At-Tahrim: 6

Kebanyakan dari kita yang memahami akan kedudukan anak adalah sebagai amanahnya orangtua; titipan yang wajib dijaga, dipenuhi kebutuhannya dan juga memiliki tanggungjawab atas semua yang dikerjakannya di dunia dan bagaimana menyelamatkan mereka dari api neraka. Wah, ternyata diberikan anak oleh Allah ternyata tanggungjawabnya tidak main-main ya. Seorang ayah juga wajib menyuruh anak perempuannya berhijab saat sudah baliq. Jika cuek dan tidak menasihati anaknya, tentu yang berdosa adalah orangtuanya.

2. Anak Sebagai Penenang Hati

"Dan orang-orang yang berkata 'Ya tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.'"
Source: QS. Al-Furqan: 74

Kedudukan anak bagi orangtua tidak hanya sebagai amanah saja lho Moeslemates. Dengan hadirnya anak di tengah-tengah orangtuanya akan menjadi pelipur lara di saat sedang stres dengan pekerjaan di kantor misalnya. Ataupun saat sedang capek bebersih di rumah, anak yang datang untuk mengingatkan shalat atau sekadar memberikan kejutan untuk orangtuanya mampu menjadi penenang hati. Wah, rasanya kalau di rumah kita banyak anak-anak yang seperti itu, pasti suasana rumah akan terus adem ya Moeslemates.

3. Anak Sebagai Perhiasan Dunia

"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih pahalanya disisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan."
Source: QS. Al-Kahf: 46

Anak sebagai perhiasan dunia? Maksudnya apa tuh? Coba bayangkan deh Moeslemates, orangtua yang amat menyayangi anaknya pasti akan menganggap anaknya itu sebagai suatu keindahan yang ia miliki di dunia ini, 'kan? Apalagi kalau anak perempuan. Cantik, lucu, pintar dan sayang sama orangtuanya. Wah, orangtua mana yang tidak bahagia punya anak seperti itu? Tapi ingatlah bahwa mencintai anak pun tidak boleh berlebihan. Jangan sampai kita sebagai orangtua terlena dan sedikit demi sedikit mulai meninggalkan Allah. Misalnya, waktu shalat ditinggalkan hanya karena sedang bermain dengan anaknya. Hal kecil seperti itu kalau dibiarkan bisa sangat berbahaya lho. Alangkah baiknya jika menghabiskan waktu dengan anak untuk belajar dan perdalam agama, supaya ia pun terbiasa dan bisa tumbuh kembang sesuai dengan apa yang diajarkan dalam Islam.

4. Anak Sebagai Ujian

"Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya disisi Allah ada pahala yang besar."
Source: QS. Al-Anfal: 28

Saat Allah telah mengaruniai anak kepada kita tentunya tidak hanya hal-hal baik saja yang akan kita dapatkan, tetapi juga kemungkinan hal-hal buruk pun bisa terjadi. Nah, yang paling sulit adalah mendidiknya. Kalau salah didikan, anak bisa saja keluar jalur dari yang pernah orangtuanya bayangkan. Maka dari itu anak pun memiliki kedudukan sebagai cobaan. Bisa jadi dia membawa kita pada kebaikan namun bisa jadi pula dia membawa kita untuk lupa kepada Allah.

5. Anak Sebagai Musuh

"Hai orang-orang yang beriman! Sesungguhnya di antara istri dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu maafkan dan kamu santuni serta ampuni (mereka), maka sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha penyayang."
Source: QS. At-Taghabun: 14

Yang terakhir adalah anak sebagai musuh. Lho kok bisa? Tentu bisa! Pernah tidak mendengar cerita seorang ayah yang rela mencari uang dan sampai berhutang sana-sini hanya demi membelikan hp untuk anaknya? Nah, contoh sederhananya seperti itu tuh Moeslemates. Cinta kepada anak tidak dilarang, tapi ingat jangan berlebihan. Jangan sampai membuat kita bersikap seolah-olah anak adalah segalanya. Kita harus tetap mendahulukan Allah; menomorsatukan Allah dibanding siapa pun. Karena kalau kita terlalu cinta kepada anak, begitu Allah ambil, kita pasti akan sangat merasa kehilangan. Ada orangtua yang jadi gila sampai harus masuk RSJ karena anaknya meninggal? Ada. Itulah pentingnya menanamkan ketauhidan di hati kita. Karena jika kita sudah mampu bertauhid dengan tauhid yang sebenar-benarnya, insyaAllah kehilangan apa pun kita mampu mengikhlaskannya.


Semoga bermanfaat ya artikel kali ini. Mudah-mudahan bisa menjadi ilmu baru bagi calon ibu. Bisa menjadi reminder atau pengingat untuk yang sudah lama menjabat sebagai ibu rumah tangga. Atau bahkan bisa menjadi knowledge list kamu yang sedang mempersiapkan ilmu-ilmu tentang pernikahan dan keluarga.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS