4189
  2017-07-01       duniajilbab.tumblr.com

Mengapa Rasulullah Begitu Menyayangi Kucing?

Moeslemates pernah dengar cerita tentang Muezza, kucing Nabi Muhammad? Sebenarnya apa saja sih membuat Nabi Muhammad begitu mencintai hewan manis yang satu ini? Simak yuk penjelasannya!

Lidya O. 218 views

Source: www.bintang.com

Assalamu'alaikum Moeslemates. Moeslemates termasuk yang pecinta kucing? Kalau saya sudah dari kecil memelihara kucing mulai dari yang kucing non ras (kucing kampung) sampai yang ras nih. Beberapa di antaranya adalah Turkish Van, Korean Short Hair dan Persian. Jauh sebelum saya mengetahui tentang hadist-hadist Rasulullah dan kisahnya tentang Muezza, saya sudah lebih dulu menyukai hewan berbulu dan manja tersebut.

Dari Abu Qotadah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kucing itu tidaklah najis. Sesungguhnya kucing merupakan hewan yang sering kita jumpai dan berada di sekeliling kita.”
Source: HR. At-Tirmidzi, Abu Daud, An Nasa’i, Ibnu Majah, Ad Darimi, Ahmad, Malik. Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil No. 173 mengatakan bahwa hadits ini shahih

Tahukah Moeslemates bahwa kucing adalah hewan yang tidak bernajis? Bahkan air minum bekas kucing diperbolehkan untuk dijadikan air wudhu. Nabi Muhammad sangat mencintai hewan ini karena keistimewaan-keistimewaannya. Kita sangat dilarang untuk menyakitinya lho. Seandainya pun kita tidak menyukai kucing, jangan pernah menendang; menyiram dengan air (apalagi air panas) dan perbuatan-perbuatan yang mengarah pada penyiksaan lainnya kepada kucing ya Moeslemates.

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah saw bersabda,

“Seorang wanita dimasukkan kedalam neraka karena seekor kucing yang dia ikat dan tidak diberikan makan bahkan tidak diperkenankan makan binatang-binatang kecil yang ada di lantai.”
Source: HR. Bukhari

Kisah Tentang Muezza, Kucing Rasulullah

Muezza adalah kucing peliharaan Nabi Muhammad yang amat disayanginya. Suatu hari, Rasulullah hendak mengambil jubahnya dan ditemuinya Muezza sedang terlelap tidur dengan santai di lengan jubah beliau. Karena tidak ingin menganggu hewan kesayangannya itu, Rasulullah pun memotong belahan lengan yang ditiduri Muezza dari jubahnya.

Ketika Rasulullah kembali lagi ke rumahnya, Muezza pun terbangun dan merunduk sujud kepada beliau. Sebagai balasannya, beliau pun mengelus-elus lembut ke badan mungil kucing itu sebanyak tiga kali. Dalam aktivitas lainnya, setiap kali Rasulullah menerima tamu di rumahnya, beliau selalu menggendong dan menaruhnya ke paha beliau. Begitu terdengar suara adzan, Muezza pun mengeong seolah-olah mengikuti lantunan suara adzan. Kepada para sahabatnya, beliau berpesan untuk menyayangi kucing peliharaan seperti menyayangi keluarga sendiri. (Eramuslim)

Keistimewaan Kucing Berdasarkan Fakta Ilmiah

Yang pertama adalah kulit kucing yang memiliki otot untuk menolak telur bakteri. Otot kucing ini dapat menyesuaikan dengan sentuhan otot manusia lho Moeslemates. Permukaan lidah kucing pun terdapat berbagai jendolan kecil yang runcing. Gunanya adalah untuk membersihkan kulit. Maka ketika kucing sedang minum air, tidak ada setetes pun cairan yang jatuh dari lidahnya. Sedangkan lidah kucing sendiri merupakan alat pembersih yang permukaannya kasar mampu membuang bulu-bulu mati dan membersihkan bulu-bulu yang tersisa di tubuh mereka.

Yang kedua adalah kucing tidak memiliki kuman dan mikroba dan air liurnya bersih. Pernyataan ini didapatkan dari berbagai penelitian. Seperti pada bagian punggung, bagian dalam telapak kaki, pelindung mulut, ekor, bahkan ini dilakukan terhadap kucing dari berbagai perbedaan usia dan posisi kulit. Kemudian, pada bagian-bagian tersebut dilakukan pengambilan sample dengan usapan dan juga penanaman kuman pada bagian-bagian khusus. Hasil akhirnya adalah dari kulit luar dinyatakan negatif berkuman meskipun dilakukan berulang-ulang. Perbandingkan yang ditanamkan kuman memberikan hasil negatif sekitar 80% jika dilihat dari cairan yang diambil dari dinding mulut. Cairan yang diambil dari permukaan lidah juga negatif berkuman. Sekalipun ada, kuman tersebut merupakan kuman yang biasa ditemukan saat proses penelitian seperti enterobacter, streptococcus, dan taphylococcus. Dan yang tidak kalah menariknya adalah bahwa telah ditemukan tubuh kucing bersih secara keseluruhan dan lebih bersih lho daripada manusia.

Yang ketiga adalah kucing tidak suka dengan air. Karena air merupakan tempat yang sangat subur untuk tumbuh kembang bakteri. Terlebih lagi pada genangan air yang banyak lumpurnya dan pada genangan air hujan. Selain itu, mereka sangat menjaga kestabilan kehangatan tubuhnya. Mereka tidak banyak berjemur dan tidak dekat-dekat dengan air kecuali saat sedang haus saja. Inilah yang menjadi faktor utama mengapa tidak ditemukannya kuman pada tubuh kucing.


Sisa makanan kucing hukumnya suci. Hadist Kabsyah binti Ka’b bin Malik menceritakan bahwa Abu Qatadah, mertua Kabsyah, masuk ke rumahnya lalu ia menuangkan air untuk wudhu. Pada saat itu, datang seekor kucing yang ingin minum. Lantas ia menuangkan air di bejana sampai kucing itu minum.

Kabsyah berkata, “Perhatikanlah.” Abu Qatadah berkata, “Apakah kamu heran?” Ia menjawab, “Ya.” Lalu, Abu Qatadah berkata bahwa Rasulullah pernah bersabda, “Kucing itu tidak najis. Ia binatang yang suka berkeliling di rumah (binatang rumahan).”
Source: HR At-Tirmidzi, An-Nasa’i, Abu Dawud, dan Ibnu Majah
Diriwayatkan dari Dawud bin Shalih At-Tammar dan ibunya yang menerangkan bahwa budaknya memberikan Aisyah semangkuk bubur. Namun, ketika ia sampai di rumah Aisyah, tenyata Aisyah sedang shalat. Lalu, ia memberikan isyarat untuk menaruhnya. Sayangnya, setelah Aisyah menyelesaikan shalat, ia lupa ada bubur.

Datanglah seekor kucing, lalu memakan sedikit bubur tersebut. Ketika ia melihat bubur tersebut dimakan kucing, Aisyah lalu membersihkan bagian yang disentuh kucing, dan Aisyah memakannya.

Rasulullah bersabda, “Ia tidak najis. Ia binatang yang berkeliling.” Aisyah pernah melihat Rasulullah berwudhu dari sisa jilatan kucing.
Source: HR. Al-Baihaqi, Abd Al-Razzaq, dan Al-Daruquthni

Masya Allah. Mungkin sebagian dari kita masih ada yang belum memahami alasan Rasulullah yang amat mencintai kucing. Ternyata Allah menciptakan hewan lucu tersebut dengan keistimewaan-keistimewaan sebagai hewan peliharaan yang bersih dan berada di sekeliling kita. Andai pun kucing tersebut kotor dan tubuhnya bau dan penuh kotoran, perhatikan deh bagaimana mereka membersihkan kotoran-kotoran tersebut dari alat pembersih (lidah kucing) yang luar biasa hebat yang mereka miliki. Jadi, tidak ada alasan lagi ya Moeslemates untuk membenci apalagi menyakiti hewan yang dirahmati Allah ini ya. Semoga kita bisa mengambil pelajaran berharga dari kisah bagaimana Rasulullah mencintai kucing. Wassalamu'alaikum.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS