4172
  2017-07-01       syaamilquran.com

Serba-Serbi Tentang Puasa Syawal

Ramadhan baru saja dilalui. Sudahkah kita meniatkan diri melanjutkannya dengan berpuasa syawal?

Lidya O. 347 views

Puasa enam hari di bulan Syawal sangat bermanfaat dan multifungsional bagi setiap Muslim dalam rangka menyempurnakan pahala ibadah Ramadhan, memaksimalkan perolehan ampunan dari Allah SWT dan kedekatan dengan-Nya, sekaligus menunjukkan sifat istiqamah dalam ketaatan dan kedekatan diri dengan Allah SWT.
Source: Khazanah Republika

Assalamu'alaikum Moeslemates. Setelah sebulan kita berpuasa di bulan Ramadhan, sudahkah ada keinginan kita untuk puasa syawal? Lalu, bagi muslimah bagaimana hukumnya jika ingin melunaskan hutang-hutang Ramadhan terlebih dahulu? Simak yuk penjelasan di bawah ini!

Sebagaimana yang dianjurkan untuk berpuasa syawal selama 6 hari adalah dari hadist-hadist di bawah ini.

Dari Abu Ayyub Al-Anshori radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.”
Source: HR. Muslim No. 204
Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu –budak Rasulullah-, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang berpuasa enam hari setelah hari raya Idul Fitri, maka seperti berpuasa setahun penuh. Barangsiapa mengerjakan satu kebaikan, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat.”
Source: HR. Ibnu Majah No. 1715
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.”
Source: HR. Abu ‘Awanah dalam Mustakhraj, No. 2180

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa puasa 6 hari di bulan Syawal hukumnya adalah sunnah dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu 'Abbas, Thawus, Asy-Sya'bi dan Maimun bin Mihran. Pendapat ini dinyatakan pula oleh Abdullah bin Mubarak, Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad. (muslim.or.id)

Tata Cara Puasa Syawwal

Mungkin masih banyak dari kita yang bingung kapan tepatnya berpuasa syawal. Sebenarnya, puasa syawal tidak ditentukan harus dikerjakan pada hari atau tanggal tertentu. Artinya, kita boleh melaksanakannya di awal, tengah maupun di akhir bulan Syawal. Dengan cara berturut-turut selama 6 hari atau terpisah-pisah pun dibolehkan lho Moeslemates.

Namun, ada baiknya untuk menyegerajakan puasa syawal yaitu setelah hari raya Idul Fitri (tanggal 2 syawal) dengan beberapa alasan di bawah ini:

1. Hadist di bawah ini:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian dilanjutkan dengan puasa enam hari di bulan Syawwal, maka dia seolah-olah berpuasa selama setahun.” yang mengatakan "kemudian dilanjutkan dengan" menunjukkan bahwa inilah yang lebih sesuai (lebih ittiba').
2. Jika dilakukan dengan segera dapat menunjukkan bahwa seseorang bersegera dalam mengerjakan kebaikan.
3. Jika tidak disegerakan, maka dikhawatirkan akan muncul rasa malas, penghalang maupun hal-hal yang bisa menundanya.
4. Puasa syawal setelah Ramadhan itu seperti shalat rawatib setelah shalat wajib yang dikerjakan segera setelah selesai shalat wajib.
5. Selain itu, keutamaan puasa syawal yang dikerjakan secara berturut-turut dianggap lebih mudah untuk dikerjakan. Oleh karena itu, dianjurkan untuk mengerjakannya pada hari ke-2 bulan Syawal dan dikerjakan secara berturut-turut selama 6 hari.

Manakah yang Lebih Didahulukan: Puasa Syawwal atau Qadha’ Ramadhan?

Bagi muslimah, salah satu yang paling membingungkan adalah mana yang didahulukan: qadha Ramadhan atau puasa syawal?

Tentang masalah ini, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya dan jawabannya adalah:

"Misalnya, ada orang yang berpuasa Ramadhan sebanyak 24 hari dan masih memiliki hutang selama 6 hari. Jika dia berpuasa sunnah 6 hari di bulan Syawal, maka tidak bisa dikatakan kepadanya. Karena harus disempurnakan terlebih dahulu puasa Ramadhannya; termasuk hutang-hutangnya. Oleh karena itu, orang yang berpuasa syawal sebelum menunaikan qadha Ramadhan, tidaklah mendapat pahala puasa 6 hari di bulan Syawal."

Masalah ini tidak termasuk dalam perselisihan (ikhtilaf) para ulama tentang bolehnya berpuasa sunnah bagi seseorang yang masih memiliki hutang puasa Ramadhan. Dan puasa syawal adalah mengikuti (mengiringi) puasa Ramadhan. Tidak mungkin menetapkan pahalanya kecuali bagi orang yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan. (muslim.or.id)


Nah, sudah terjawab 'kan Moeslemates mana yang harus didahulukan dan bagaimana caranya berpuasa syawal? Intinya, jika kita sudah melunasi hutang puasa Ramadhan, kita boleh melanjutkan puasa syawal. Entah itu di awal, tengah maupun akhir bulan Syawal. Semoga bermanfaat ya Moeslemates dan sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya. Wassalamu'alaikum.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS