4136
  2017-06-25       petualang-web.blogspot.co.id

6 Tahapan Setan Menyesatkan Manusia

Setan merupakan makhluk Allah yang tidak lengah dalam menggoda manusia. Simak yuk bagaimana tahapan-tahapan setan saat ingin menyesatkan manusia.

Lidya O. 220 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Di artikel kali ini saya akan membahas tentang tahapan-tahapan setan menggoda dan menyesatkan manusia. Seperti yang kita ketahui, setan itu pada dasarnya mampu melihat kita namun sebaliknya kita tidak mampu melihat setan dengan mata telanjang. Walaupun tidak terlihat, setan itu licik dan pintar membisiki manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang dilarang Allah.

1. Diajak Pada Kekafiran, Kesyirikan Serta Memusuhi Allah Dan Rasul-Nya

Mengajak manusia untuk melakukan kesyirikan, kekafiran dan memusuhi Allah serta Rasulullah adalah langkah pertama setan yang paling disenanginya. Jika berhasil, pasukan dan bala tentara iblis akan diangkat posisinya menjadi pengganti iblis. Salah satu contoh nyatanya adalah praktek syirik seperti para dukun yang menyamar menjadi ustadz-ustadz ataupun alim ulama. Jangan pernah percaya hal-hal semacam itu ya Moeslamates. Sedikit saja kita terjerumus, akan sangat berbahaya dan akan mempengaruhi ketauhidan juga keimanan kita kepada Allah.

2. Diajak Pada Perbuatan Bid’ah

Imam Abu Ja’far Tajuddin berkata:

“Saya tidak tahu bahwa perayaan ini mempunyai dasar dalam Kitab dan Sunnah, dan tidak pula keterangan yang dinukil bahwa hal tersebut pernah dilakukan oleh seorang dari para ulama yang merupakan panutan dalam beragama, yang sangat kuat dan berpegang teguh terhadap atsar (keterangan) generasi terdahulu. Perayaan itu tiada lain adalah bid’ah yang diada-adakan oleh orang-orang yang tidak punya kerjaan dan merupakan tempat pelampiasan nafsu yang sangat dimanfaatkan oleh orang-orang yang hobi makan.”
Source: Risalatul Maurid fi Amalil Maulid

Jika langkah pertama tidak berhasil, maka setan masih terus akan berusaha mengajak manusia untuk melakukan dosa pada perbuatan bid'ah. Kalian pernah dengar kata "bid'ah"? Ya, bid'ah merupakan perbuatan yang menyelisihi ajaran Rasulullah dan jauh sekali pada sunnah. Contohnya adalah merayakan kelahiran Rasulullah pada bulan Rabiul Awwal.

3. Diajak Pada Dosa Besar (Al-Kabair)

Langkah kedua pun tak berhasil, maka setan akan mengajak pada dosa besar seperti berbuat maksiat, membunuh orang tidak bersalah dan mendurhakai orangtua. Yang berhasil menyesatkan manusia dalam hal ini, dialah yang nanti akan menjadi pengganti iblis.

4. Diajak Pada Dosa Kecil (Ash-Shaghair)

"Jauhilah oleh kalian dosa-dosa kecil (karena perumpamaan hal tersebut adalah) seperti satu kaum yang singgah di satu lembah, lalu datanglah seseorang demi seorang membawa kayu sehingga masaklah roti mereka dengan itu. Sesungguhnya dosa-dosa kecil itu ketika akan diambil pemiliknya, maka ia akan membinasakannya.”
Source: HR. Ahmad, 5: 331, No. 22860

Maksud dari hadist ini adalah dosa kecil yang terus-menerus dilakukan dan menumpuk maka itu akan membinasakan. Dinukil dari Faidh Al-Qadir 3: 127 bahwa Imam Al-Ghazali menyebutkan dosa-dosa kecil akan bertambah besar karena:
1. Menganggap remeh dosa kecil tersebut,
2. Terus-menerus dalam berbuat dosa. Karena ingatlah yang namanya dosa ketika seseorang menganggap itu begitu besar (berbahaya), menjadi kecil di sisi Allah. Sebaliknya, ketika dosa itu dianggap remeh, maka akan menjadi besar di sisi Allah.

Salah satu dosa kecil yang banyak dilakukan muslimah masa kini adalah ketika mereka yang sudah berhijab merasa dirinya perlu untuk tidak berhijab syar'i, memposting foto selfie di internet yang mengundah syahwat dan mempercantik diri dengan gaya hijab sehingga niat berhijab karena Allah menjadi sedikit demi sedikit hilang.

5. Disibukkan Dengan Perkara Mubah

Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam ar-Ramli, orang yang melakukan perbuatan mubah dan adat kebiasaan hendaklah menyatakan dan menghadirkan niatnya itu supaya dia mendapatkan pahala ibadah. Dan untuk melakukan itu tidaklah susah. Bahkan, akan terasa nikmat dan disenangi oleh jiwa. Maha Suci Allah atas anugerah-Nya yang agung. Dan betapa luasnya rahmat dan anugerah- Nya. Allah menghalalkan perkara-perkara baik yang disenangi oleh jiwa, dan kemudian Dia memberi pahala apabila perkara itu diniati dengan niat yang baik, sebagaimana Dia juga memberi pahala kepada orang yang melaksanakan ibadah yang memang dituntut- Nya. Segala puji hanyalah milik Allah, tidak ada tuhan selain-Nya, dan tidak ada kebaikan melainkan kebaikan-Nya.

Mubah adalah suatu perkara atau hal yang boleh untuk dikerjakan dan boleh juga untuk ditinggalkan. Jika setan tidak berhasil mengajak manusia pada dosa-dosa kecil, maka mereka akan berusaha membuat kita sibuk dengan perkara mubah. Contohnya adalah perbuatan-perbuatan yang tidak menjadi ibadah jika tidak diniati sebagai ibadah. Makan, minum, tidur, mencari rezeki, berhubungan badan dengan suami/istri semuanya tidak memerlukan niat. Namun jika berhubungan badan diniatkan untuk beribadah, menjaga kemuliaan dan kehormatan, mendapatkan keturunan maka akan bernilai pahala.

6. Disibukkan Dalam Amalan Yang Kurang Afdhal

Source: palapanews.com

Setan tidak berhenti menyerah begitu saja ketika kelima tahap ini sudah dilalui dan hasilnya manusia tidak mengikuti bisikannya. Nah, kalau sudah begini setan bisa dengan mudah mengajak kita pada amalan yang kurang afdhal. Contohnya adalah saat bersedekah kita tidak menyadari bahwa di keluarga kita ada yang wajib didahulukan. Misalnya, saudara sepupu kita yang sedang tertimpa musibah dan perlu bantuan. Tapi kita malah asyik bersedekah di luar, dengan orang-orang yang tidak mampu di luar keluarga kita. Padahal jika kita memiliki anggota keluarga atau saudara yang membutuhkan sedekah, kita sangat wajib mendahulukan mereka. Inilah yang disebut amalan yang kurang afdhal.

Pembahasan di atas disarikan dari Badai’ul Fawaid (3: 381 – 385) karya Ibnul Qayyim rahimahullah dari Rumaysho.


Masya Allah, semoga Allah menjauhkan kita dari segala macam godaan setan yang menyesatkan. Dan semoga artikel ini bermanfaat untuk menambah pengetahuan kita tentang agama. Wassalamu'alaikum.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS