4123
  2017-07-17       rnaila-diary.blogspot.com

Kapan Waktu Yang Tepat Mengucapkan "Subhanallah" dan "MasyaAllah"?

Sering kita mengucapkan "subhanallah" dan "masyaAllah" ketika heran atau kagum. Sudah tepatkah penggunaannya?

Fany Darrienda 76 views

Assalamu'alaikum, Moeslemates!
Dalam keseharian sering kita mendengar atau mengucapkan "subhanallah" dan "masyaAllah" untuk menyatakan heran atau kagum.
Ternyata penggunaan keduanya berbeda loh.

Arti "Subhanallah"

Subhanallah memiliki arti Maha Suci Allah.

Maksud dari kalimat ini bahwa Allah suci dari segala keburukan, kekurangan, kecacatan dan segala hal-hal yang buruk lainnya.
Kalimat ini juga menegaskan bahwa Allah lah satu-satunya yang Maha Suci.

Arti "MasyaAllah"

MasyaAllah bermakna inilah yang diinginkan oleh Allah.

Saat kita mengucapkan "masyaAllah" berarti kita menyadari bahwa hal yang menakjubkan tersebut semata-mata terjadi karena kuasa Allah.

Kapan Mengucapkan "Subhanallah"?

Ada sebuah kisah.
Abu Hurairah bertemu Rasulullah dalam keadaan junub.
Abu Hurairah bermaksud mandi lalu ia pun pergi tanpa berpamitan.
Setelah kembali, Rasulullah bertanya kepada Abu Hurairah mengapa ia tadi pergi.
Abu Hurairah menjawab bahwa dia sedang junub dan merasa tidak enak duduk bersama Rasulullah dalam keadaan tidak suci.
Rasulullah pun bersabda

Subhanallah, sesungguhnya muslim itu tidak najis. (HR Bukhari)

Dalam situasi ini, "subhanallah" menyatakan keheranan atas suatu hal yang sebenarnya sudah sangat jelas namun tidak diketahui.
Rasulullah merasa heran kepada Abu Hurairah mengapa menganggap dirinya najis hanya karena sedang dalam keadaan junub padahal sebenarnya tidak perlu merasa begitu.

"Subhanallah" boleh juga diucapkan ketika kagum melihat sesuatu yang indah, namun keindahan itu adalah ciptaan Allah.
Misalnya melihat pemandangan, orang cantik atau tampan, boleh juga diucapkan ketika ada peristiwa alam seperti gempa bumi atau gunung meletus.

Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hambaNya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. (QS. Al-Isra': 1)

Dalam ayat tersebut Allah memuji dirinya sendiri atas peristiwa hebat yang telah Dia buat sehingga kita pun sebagai hambaNya sudah sepatutnya pula memuji Allah atas seluruh ciptaanNya.

Kapan Mengucapkan "MasyaAllah"?

"MasyaAllah" diucapkan ketika melihat sesuatu yang indah.

Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu “Maasyaa Allaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). (QS. Al-Kahf: 39)

"MasyaAllah" bisa juga diucapkan ketika melihat sesuatu yang hebat namun hasil upaya dari manusia. Misalnya ketika menyantap makanan lezat, ketika mengetahui teman berhasil menghafal Al-Qur'an, melihat masjid yang indah, dan sebagainya.

Dalam ayat sebelumnya, dikatakan mengucap "masyaAllah" ketika melihat kebun. Di dalam kebun memang terdapat ciptaan-ciptaan Allah seperti bunga dan pohon, namun keasrian kebun itu adalah hasil dari jerih payah manusia.
Apabila yang dipuji adalah bunganya maka ucapkanlah "subhanallah".

Hayo, sudah benar belum penggunaan "subhanallah" dan "masyaAllah" Moeslemates?
Jangan tertukar lagi ya.
Wallahu a'lam bishowab.
Wassalamu'alaikum!

Fany Darrienda Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mo...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


no comments

Follow Moeslema on SNS