4083
  2017-06-17       www.instagram.com

3 Syarat Diperbolehkannya Wanita Beritikaf

Menikmati malam-malam terakhir Ramadhan dengan beritikaf di masjid memang luar biasa nikmat. Tapi sebagai muslimah ada syarat-syarat tertentu yang wajib dipenuhi.

Lidya O. 61 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Sudah ada undangan itikaf dengan sahabat-sahabat muslimah lainnya? Sebelum benar-benar menerima ajakan mereka, yuk simak syarat-syarat penting yang wajib dipenuhi terlebih dahulu saat akan beritikaf di masjid.

1. Dapat Izin Dari Suami Atau Wali

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa beri’tikaf di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan. Aku mendirikan tenda untuk beliau. Kemudian beliau melaksanakan shalat Shubuh dan memasuki tenda tersebut. Hafshah meminta izin pada ‘Aisyah untuk mendirikan tenda, ‘Aisyah pun mengizinkannya. Ketika Zainab binti Jahsy melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf dalam tenda, ia meminta untuk didirikan tenda, lalu didirikanlah tenda yang lain. Ketika di Shubuh hari lagi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat banyak tenda, lantas beliau bertanya, “Apa ini?” Beliau lantas diberitahu dan beliau bersabda, “Apakah kebaikan yang kalian inginkan dari ini?” Beliau meninggalkan i’tikaf pada bulan ini dan beliau mengganti dengan beri’tikaf pada sepuluh hari dari bulan Syawal.
Source: HR. Bukhari No. 2033

Bagi kamu yang sudah menikah wajib banget untuk izin kepada suami. Apalagi untuk urusan keluar rumah. Aisyah radhiyallahu 'anha pun meminta izin kepada Nabi Muhammad SAW saat ingin beritikaf, demikian pula Hafshah dan Zainab.

Dilansir dari artikel Rumaysho, Imam Syafi'i memakruhkan secara mutlak hukum itikaf bagi wanita di masjid yang ada shalat jama'ahnya. Tapi tidak masalah jika ingin beritikaf di rumah masing-masing. Alasan tidak diperbolehkannya adalah khawatir wanita tersebut akan dilihat oleh banyak orang terlebih lagi para ikhwan. Ibnu ‘Abdil Barr berkata, “Seandainya Ibnu ‘Uyainah tidak menambah dalam hadits bab bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih memberikan izin wanita untuk itikaf di masjid, tentu itikaf wanita di masjid yang ada jama’ahnya menjadi tidak dibolehkan.”

Sedangkan ulama Hanafiyah menyaratkan itikaf wanita di masjid rumahnya. Menurut ulama Hanafiyah pula wanita masih diperbolehkan beritikaf di masjid namun bersama suaminya. Demikian ini adalah pendapat dari Imam Ahmad.

Ibnu Hajar rahimahullah menyatakan, “Jika wanita ingin melaksanakan itikaf di masjid, maka hendaklah menutupi diri (dari pandangan laki-laki). Disyaratkan bagi wanita untuk berdiam di masjid selama tempat tersebut tidaklah mengganggu (menyempitkan) orang-orang yang shalat.” (Fath Al-Bari, 4: 277)

Nah, jadi intinya akan jauh lebih baik jika semua didiskusikan bersama suami jika benar-benar ingin ikut beritikaf. Namun jika kamu belum menikah, minta izinlah kepada orangtua atau wali yang ada di rumah.

2. Tidak Menimbulkan Fitnah

Seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama, jika wanita benar-benar ingin melakukan itikaf di masjid maka sangat dianjurkan untuk menutupi diri dari pandangan laki-laki. Mulai dari pakaiannya, sikapnya dan tutur katanya. Apalagi buat muslimah yang parasnya cantik. Fitnah akan sangat mudah timbul saat wanita keluar dari rumah sejak di langkahan pertama.

3. Melaksanakan Kewajiban Terlebih Dahulu

Bukan hanya ibu rumah tangga saja yang wajib menyelesaikan terlebih dahulu pekerjaan yang ada di rumah, tapi untuk yang masih lajang bukan berarti tidak membantu ibu atau orangtua di rumah 'kan? Misalnya, bantu masak-masak, beberes rumah, menemani adik atau keluarga di rumah, dan masih banyak kegiatan lain yang wajib didahulukan. Jangan sampai kita pergi itikaf dengan mengabaikan pekerjaan di rumah yang prioritasnya lebih utama.


Nah, begitulah kira-kira ketiga syarat yang harus dipenuhi wanita saat akan melakukan ibadah itikaf di masjid. Mudah-mudahan ini tidak menjadi penurun semangat kita dalam beribadah saat bulan Ramadhan ya. Tentunya, bagi muslimah masih banyak kok cara untuk mendapatkan kebaikan malam Lailatul Qadr. Yang lebih penting adalah menjaga diri dari segala macam fitnah untuk calon suami kita bagi yang masih single dan bagi yang sudah berkeluarga tentunya untuk suami tercinta. Semoga bermanfaat ya Moeslemates. Wassalamu'alaikum.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS