4061
  2017-06-25       www.instagram.com

Kisah Sang Juru Bicara Rasulullah

Simak yuk kisah juru bicara Rasulullah yang satu ini.

Lidya O. 95 views

“Tidak ada wasiat seseorang di mana dia mewasiatkannya setelah dia wafat yang dilaksanakan selain wasiat Tsabit bin Qais”

Assalamu'alaikum Moeslemates. Kisah sahabat Rasulullah kali ini datang dari sang juru bicara beliau. Dia adalah Tsabit bin Qais. Namanya bagus sekali ya, Moeslemates?

Tsabit bin Qais al-Anshari adalah seorang pemuka Khazraj yang terpanjang yang merupakan salah seorang pembesar Yatsrib yang diperhitungkan keberadaannya oleh siapa pun. Yuk kenalan lebih dekat dengan beliau!

Rasulullah Menjadikan Tsabit Sebagai Juru Bicaranya

Tsabit merupakan salah satu di antara orang-orang yang masuk Islam angkatan pertama di Yatsrib. Beliau memiliki hati yang cerdik, responsif, lihai dalam bertutur kata dan tegas. Khutbahnya akan menyihir pada pendengarnya. Oleh karena itu, ia selalu mampu mengalahkan lawan bicaranya.

Dan ketika Rasulullah tiba di Madinah sebagai muhajir, Tsabit menyambutnya bersama sekelompok orang dari petinggi kaumnya. Lalu Tsabit pun berkhutbah di depan Rasulullah yang diawali dengan pujian dan sanjungan kepada Allah serta shalawat kepada Nabi. Beliau kemudian menutup khutbahnya dengan berkata:

"Kami berjanji kepadamu ya Rasulullah, akan melindungi seperti kami melindungimu diri kami, anak-anak kami dan istri-istri kami dari setiap bahaya yang akan menimpa. Lalu apa yang kami dapatkan sebagai balasannya?"

Rasulullah pun menjawab:

"Surgalah balasannya."

Begitu kata tersebut mereka dengar, wajah-wajah mereka mengisyaratkan kegembiraan dan seraya berkata:

"Kami rela ya Rasulullah, kami rela ya Rasulullah."

Sejak saat itulah Rasulullah menjadikan Tsabit bin Qais sebagai juru bicaranya.

Keutamaan Tsabit

Source: alhikmah.co

Sesosok pribadi yang gemar berdzikir kepada Allah, mendalami Al-Qur'an dan memaknai setiap ayat Al-Qur'an yang sampai kepadanya dari Rasulullah membuatnya amat istimewa. Hingga sampai suatu ayat pun turun:

“Sesungguhnya Allah tidak suka pada setiap orang yang congkak dan sombong.”
Source: QS. Luqman: 18

Tsabit pun menutup pintu rumahnya dan duduk menangis hingga ketahuan oleh Rasulullah. Maka Tsabit pun berkata:

"Ya Rasulullah, aku senang kepada pakaian yang indah dan kasur yang bagus. Dan sungguh aku takut dengan ini akan menjadi orang yang congkak dan sombong."

Dan Rasulullah pun menjawabnya sambil tertawa senang:

"Engkau tidaklah termasuk dalam golongan mereka itu. Bahkan engkau hidup dengan kebaikan dan mati dengan kebaikan, dan engkau akan masuk surga."

Dan sewaktu turun firman Allah:

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian angkat suara melebihi suara Nabi, dan jangan kalian berkata kepada Nabi dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara sebagian kalian terhadap sebagian yang lainnya, karena dengan demikian amalan kalian akan gugur, sedang kalian tidak menyadarinya!"
Source: QS. Al-Hujurat: 2

Syahidnya Tsabit Di Medan Perang

Tsabit menutup pintu rumahnya lagi, lalu menangis. Rasulullah menanyainya dan dijawab oleh beliau:

"Sesungguhnya aku ini seorang manusia yang keras suaranya, dan sesungguhnya aku pernah meninggikan suaraku dari suaramu, wahai Rasulullah! Karena itulah tentulah amalanku menjadi gugur dan aku termasuk penduduk neraka!"

Rasulullah pun menjawabnya:

"Engkau tidaklah termasuk salah seorang dari mereka bahkan engkau hidup terpuji dan nanti akan berperang sampai syahid, hingga Allah memasukkanmu ke dalam surga!"

Perkataan Rasulullah menjadi nyata. Tsabit pun turut andil dalam peperangan melawan orang-orang murtad antara kaum muslimin melawan Musailamah al-Kadzdzab di zaman Abu Bakar ash-Shiddiq. Saat itu beliau adalah panglima pasukan Anshar sedangkan Salim maula Abu Hudzaifah adalah panglima orang-orang Muhajirin, sementara panglima yang membawahi orang-orang Muhajirin, Anshar dan orang-orang Arab pedalaman adalah Khalid bin al-Walid.

Ketika itu beliau bersiap-siap untuk mati di medan perang. Ia pun mengambil kain kafannya dan berdiri di depan orang-orang dan berkata:

"Wahai kaum muslimin, tidak seperti ini kami berperang bersama Rasulullah. Sangat buruk karena kalian membiarkan musuh kalian berani melakukan apa yang mereka lakukan terhadap kalian. Sangat buruk, karena kalian membiasakan diri kalian dengan bersikap pengecut di depan musuh kalian.”

Lalu beliau pun berdoa, “Ya Allah, sesungguhnya aku berlepas diri kepada-Mu dari apa yang dilakukan oleh mereka (yaitu Musailamah dan pasukannya) dan aku juga berlepas diri dari apa yang dilakukan oleh mereka (yaitu kaum muslimin)."

Tsabit pun maju dengan gagah berani menunjukkan kepahlawanannya dalam membela Islam. Hingga sampai pada ketika ia gugur di medan perang dengan tenang. Mati syahid merupakan kemenangan terbesar bagi kaum muslimin dan sungguh beliau benar-benar seperti yang dikatakan Rasulullah kala itu.


Masya Allah. Semoga kita mampu mengambil hikmah dari kisah sang juru bicara Rasulullah ini ya, Moeslemates. Dan sampai jumpa di artikel kisah para sahabat lainnya. Wassalamu'alaikum.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS