4060
  2017-06-24       www.instagram.com

Kisah Wanita Keturunan Yahudi Yang Dinikahi Rasulullah

Salah satu istri Rasulullah yang memiliki nasab Yahudi ini dikenal dengan kecerdasannya.

Lidya O. 260 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Kembali lagi di artikel tentang kisah-kisah para sahabat Rasulullah. Dan kisah kali ini datang dari seorang wanita cerdas dari keturunan Yahudi yang dikenal sebagai Ummul Mukminin. Yuk kenalan dengan beliau!

Siapakah Dia?

Source: ammahsukma.com

Kebencian kaum Yahudi terhadap Rasulullah tidak menjamin tidak ada seorang pun dari kaum Yahudi yang akan berhubungan baik dengan beliau. Dia adalah Shafiyah binti Huyaiy. Seorang putri dari Huyaiy yang menjadi kesayangan ayah dan pamannya.

Dikisahkan dari Ibnu Ishaq, "Saya adalah anak kesayangan bapak saya dan paman saya, Abu Yasir. Ketika Rasulullah datang ke Yatsrib, beliau turun di Quba', di kediaman Amru bin Auf. Maka ayah saya, Huyaiy bin Akhthab, dan paman saya Abu Yasir pergi di pagi hari. Akan tetapi mereka berdua belum pulang meskipun matahari sudah kembali ke peraduannya. Tidak lama kemudian, mereka datang dalam kondisi lelah, malas, dan lemas. Mereka berdua berjalan dengan gontai. Saya menyambut mereka dengan ceria, seperti biasanya. Tapi, demi Allah, tidak seorang pun diantara mereka berdua yang menoleh ke saya. Ditambah lagi mereka berdua tampak sedih. Tiba-tiba saya mendengar paman saya, Abu Yasir, berkata kepada ayah saya, Huyay bin Akhthab:

'Apakah itu orangnya?'
'Ya, betul.' jawab ayah saya.
'Apa kamu mengenalnya?' tanya paman.
'Ya.' jawab ayah.
'Bagaimana pendapatmu tentang dia?' kata paman.
'Saya akan memusuhinya selama saya hidup.' jawab ayah saya."

Siapa yang dimusuhi oleh ayahnya Shafiyah? Tentu saja Rasulullah.

Latar Belakang Keluarga Shafiyah

Source: kisahmuslim.com

Tahukah Moeslemates bahwa ayahnya Shafiyah merupakan pemimpin dari suku Bani Nadhir yang memiliki sifat yang bertolak belakang dengan anaknya. Ia sangat dusta dan licik. Ayahnya mengajak kaum Yahudi untuk mengkhianati kaum muslimin dalam perjanjian Hudaibiyah. Selain itu, ia juga menghasut kaum Quraisy untuk memerangi kaum muslimin.

Namun ketika Shafiyah mengetahui sifat asli ayahnya tersebut, bukannya ikutan membenci Islam malah sebaliknya, Shafiyah merasa ingin beriman kepada Rasulullah.

Kemudian, ketika benteng Khaibar jatuh di tangan kaum muslimin dan orang-orang Yahudi kalah dalam pertempuran, banyak sekali kaum Yahudi yang tewas termasuk keluarganya Shafiyah. Dan saat itu juga, Rasulullah memberikan dua pilihan kepada Shafiyah, apakah ingin dimerdekakan, kemudian akan dikembalikan kepada kaumnya yang masih hidup di Khaibar, atau ingin masuk Islam kemudian dinikahi oleh Rasulullah. Shafiyah pun akhirnya memilih untuk masuk Islam dan menikah dengan beliau dengan maskawin kemerdekaannya. Masya Allah.

Keutamaan Shafiyah

Source: avax.news

Shafiyah pernah berkata kepada Rasulullah:

“Ya Nabiyullah, aku memilih Islam dan aku telah percaya kepadamu sebelum engkau mendakwahiku. Aku sudah telah sampai pada perjalananmu. Aku tidak memiliki kepentingan dengan orang Yahudi. Aku tidak memiliki ayah dan tidak memiliki saudara yang merdeka. Aku lebih mencintai Allah dan Rasul-Nya daripada dimerdekakan untuk kembali ke kaumku.”

Pernyataan beliau ini menunjukkan bahwa beliau memiliki kebijaksanaan dan kecerdasan sebagai Ummul Mukminin. Shafiyah tidak takut kehilangan keluarga, kaum dan teman-temannya yang selama ini menemaninya. Ia justru lebih memilih hidup di jalan Allah dan mementingkan ketaatan dan keyakinannya kepada Islam. Padahal sudah kita ketahui bahwa Shafiyah merupakan salah satu kaum dari bangsa Yahudi yang sangat dibenci oleh kaum muslimin. Dan beliau termasuk dari keturunan yang terhormat. Nasabnya sampai pada Nabi Harun dan bersambung sampai Nabi Ibrahim.

Namun, karena darah Yahudinya tersebut, beliau jadi sering mendapatkan celaan di antara istri-istri Rasulullah.

Sebagaimana kisah yang diriwayatkan oleh Aisyah binti Abu Bakar radhiyallahu ’anha. Yaitu tatkala Hafshah binti Umar radhiallahu ‘anha mengejeknya dengan berkata “Perempuan Yahudi!”

Shafiyah lalu sedih, menangis dan mengadu kepada Rasulullah. Kemudian Rasul menghiburnya dengan berkata,

“Engkau adalah anak Nabi Harun ‘alaihissalam, pamanmu adalah Nabi Musa ‘alaihissalam, dan saat ini suamimu adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam."

Semoga kisah dari Shafiyah binti Huyay bisa memberikan inspirasi ke kita semua ya para muslimah ya Moeslemates. Dan sampai jumpa di artikel-artikel lainnya! Wassalamu'alaikum.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS