4059
  2017-06-18       www.instagram.com

Kisah Istri Terakhir Rasulullah SAW

Maimunah Binti Al-Harits merupakan istri terakhir Rasulullah SAW yang tidak hanya terkenal karena ketaqwaannya namun juga kontribusinya dalam jihad fisabilillah. Mau tahu kisahnya?

Lidya O. 118 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Di artikel kali ini saya akan membahas tentang kisah istri terakhir Rasulullah SAW yang mungkin jarang kita ketahui. Banyak pelajaran-pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil dari setiap kisah para sahabat. Untuk menemani Ramadhan yang tersisa hanya beberapa hari lagi ini, yuk mari kita simak kisah-kisah menarik yang dapat menggugah mata hati kita.

Kisah Maimunah Sebelum Menikah Dengan Rasulullah SAW

Maimunah binti Harits adalah wanita terakhir yang dinikahi Rasulullah SAW pada tahun ketujuh Hijriyah. Beliau bernama lengkap Maimunah binti Al-Harits bin Hazn bin Bujair bin Al-Huzm bin Ruwaibah bin Abdullah bin Hilal bin Amir. Sedangkan ibunya bernama Hindun binti Auf bin Zuhair bin Al-Harits.

Enam tahun sebelum masa kenabian Maimunah lahir di Mekah. Oleh karenanya, beliau mengetahui saat orang-orang hijrah ke Madinah. Beliau juga banyak dipengaruhi oleh kakak perempuannya, Ummu Fadhal yang ternyata lebih dahulu memeluk Islam. Namun, karena beliau merasa lingkungannya belum mendukung beliau pun menyembunyikan keislamannya.

Sebelum menikah dengan Rasulullah, beliau sempat menikah dengan Ibnu Mas'ud bin Amru bin Ats-Tsaqafi sebelum Islam, tetapi kemudian bercerai. Setelah itu beliau menikah dengan Abu Ruham bin Abdul Uzza yang kemudian meninggal dunia.

Maimunah Menikah Dengan Rasulullah SAW

Suatu ketika, Maimunah menyatakan niat penyerahan diri kepada Rasulullah lewat kakaknya, Ummul Fadhal yang merupakan istri dari Abbas bin Abdul Muththalib. Ummu Fadhal pun menyampaikan pesannya tersebut sehingga Abbas pun mengabarkannya kepada Rasulullah. Kemudian, Rasulullah meminta seseorang kepada Abbas untuk meminang Maimunah. Namun pada akhirnya Rasulullah lah yang menikahi dirinya.

Kemudian di tahun berikutnya, setelah perjanjian Hudaibiyah, Rasulullah bersama kaum muslimin mulai memasuki Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah dan beliau menetap selama tiga hari di sana. Tetapi, orang-orang Quraisy tidak mengizinkan Rasulullah dan kaum muslimin untuk menetap lebih dari tiga hari. Dan kesempatan itu digunakan Rasulullah untuk melangsungkan pernikahan dengan Maimunah. Setelah pernikahan itu, beliau dan kaum muslimin pun meninggalkan Mekah.

Kehidupan Rumah Tangga Bersama Rasulullah SAW

Begitu mulai memasuki kehidupan rumah tangga dengan Maimunah, Rasulullah menyiapkan kamar tersendiri untuk Maimunah. Wanita yang mulia itu memperlakukan istri-istri beliau dengan penuh hormat dan selalu menjaga silaturahmi di antara istri-istri beliau lainnya. Bahkan Aisyah pun pernah berkata: "Demi Allah, Maimunah adalah wanita yang baik kepada kami dan selalu menjaga silaturahmi di antara kami."

Maimunah Di Mata Para Sahabat

Source: m.kiblat.net

Beliau dikenal dengan ketaqwaannya, sikapnya yang selalu ingin mendekatkan diri kepada Allah, memiliki pengetahuan yang luas dan kezuhudannya. Masya Allah. Beberapa riwayat pun menyebutkan bahwa Maimunah adalah seorang wanita pemberani yang berjiwa patriotik. Bahkan beliau tidak segan-segan untuk bersikap tergas terhadap para pelaku kemaksiatan.

Maimunah adalah wanita yang turut membantu tentara Islam yang terluka pada saat jihad fisabilillah. Beliau membawakan air dan menuangkannya ke mulut para mujahid yang kehausan di medan tempur. Tidak hanya itu, beliau pun menyiapkan persediaan makanan dan membentuk kelompok wanita untuk menolong orang-orang terluka yang sedang berjihad. Kemudian, beliau juga pernah terkena panah musuk saat sedang membawakan air untuk prajurit Islam yang sudah lemah. Namun jika bukan karena pertolongan Allah, tentu ia sudah terbunuh dari panah tersebut.

Kemudian para masa pemerintahan Khalifah Muawiyah bin Abu Sufyan, di suatu tempat yang dekat dengan Saraf, Maimunah yang kala itu sudah berusia 80 tahun pun mulai merasakan ajalnya sudah tiba. Bertepatan pada tahun ke-61 Hijriyah, beliau pun dimakamkan di tempat itu juga sebagaimana wasiat yang beliau sampaikan.


Menurut artikel yang dilansir dari Hijab Alila, Maimunah meriwayatkan sekitar 76 hadist dari Nabi Muhammad SAW. Beberapa hadist yang diriwayatkannya telah ditakhrij dalam kitab hadits Bukhari-Muslim yaitu sekitar 13 hadits, 7 hadits sama-sama disepakati oleh kedua imam (muttafaq ‘alaih), satu hadits lainnya ditulis oleh Bukhari, dan 5 hadits lainnya ditulis oleh Muslim.

Masya Allah, semoga kisah Maimunah kali ini dapat menginspirasi kita untuk lebih taat kepada Allah dan mencintai saudara sesama muslim ya Moeslemates.

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS