4022
  2017-06-18       dunia-nabi.blogspot.com

Siapakah Wanita Yang Mendapat Mahar Paling Mulia?

Adakah kalian tahu sahabat Rasulullah SAW yang mendapat mahar paling mulia?

Lidya O. 51 views

Assalamu’alaikum Moeslemates. Kali ini saya akan memperkenalkan kisah sahabat Nabi Muhammad SAW yang mendapat gelar sebagai wanita dengan mahar paling mulia. Siapakah dia?

Source: abiummi.com

Dia adalah Ummu Sulaim, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu yang terkenal keilmuan agamanya.

Beliau merupakan golongan pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar.

Ummu Sulaim Masuk Islam

Cerita keislaman beliau bermula pada saat syiar ajaran agama Islam sampai di Madinah. Saat itu, beliau tidak ragu sedikit pun untuk meninggalkan berhala-berhala yang ia sembah. Suaminya, Malik bin Nadir yang mengetahui keislaman beliau pun marah dan tidak terima.

Malik pun bertanya, “Apakah engkau murtad dari agama nenek moyangmu?”

Ummu Sulaim menjawab, “Tidak, aku hanya beriman kepada lelaki itu.”

Yang dimaksud lelaki itu adalah Rasulullah SAW.

Dan pada suatu ketika, beliau mengajari anaknya, Anas untuk mengucapkan kalimat syahadat. Dan Malik pun marah. “Jangan kau rusak anakku!” ujarnya dengan tegas. Tetapi Ummu Sulaim menjawab, “Aku tidak merusaknya, melainkan aku mendidiknya.”

Yang terjadi kemudian adalah kepergian Malik dari rumahnya. Dan saat di perjalanan, Malik pun dibunuh oleh musuhnya. Mengetahui hal tersebut, Ummu Sulaim tetap tabah dan berjanji tidak akan menikah lagi kecuali anaknya yang meminta.

Pernikahan Kedua Ummu Sulaim

Source: m.viva.co.id

Ummu Sulaim dengan keistimewaannya membuat Abu Thalhah menyemikan perasaan cinta dan memberanikan diri melamar beliau dengan mahar yang paling tinggi. Namun, Ummu Sulaim tidak tertarik untuk menerima tawaran tersebut. Ia sama sekali tidak tergoda oleh harta yang bergelimpangan. Masya Allah.

Di dalam sebuah riwayat yang sanadnya shahih dan memiliki banyak jalan, terdapat pernyataan beliau bahwa ketika itu beliau berkata:

“Demi Allah, orang seperti engkau tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku muslimah sehingga tidak halal menikah denganmu. Jika kamu mau masuk Islam, maka itulah mahar bagiku dan aku tidak meminta yang selain dari itu.”
Source: HR. An-Nasa-I VI/14, Al-Ishabah VIII/243 dan Al-Hilyah II/59 dan 60.

Masya Allah. Masya Allah. Masya Allah.

Ummu Sulaim pun akhirnya menikah dengan Abu Thalhah. Beliau hanya meminta mahar keislaman Abu Thalhah. Dan mereka pun hidup bahagia dengan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Setelah beberapa lama menikah, mereka dikaruniai seorang anak lelaki yang bernama Abu Umair. Namun pada suatu ketika Abu Umair sakit keras dan meninggal dunia. Saat itu, Abu Thalhah pun sedang tidak di rumah. Ummu Sulaim mengurus sendiri jenazah anaknya. Dan begitu suaminya pulang, ia pun memberitahukan bahwa anaknya sudah beristirahat dengan tenang.

Dalam riwayat Muslim disebutkan,

Dari Anas, ia berkata mengenai putra dari Abu Thalhah dari istrinya Ummu Sulaim. Ummu Sulaim berkata pada keluarganya, “Jangan beritahu Abu Thalhah tentang anaknya sampai aku yang memberitahukan padanya.” Diceritakan bahwa ketika Abu Thalhah pulang, istrinya Ummu Sulaim kemudian menawarkan padanya makan malam. Suaminya pun menyantap dan meminumnya. Kemudian Ummu Sulaim berdandan cantik yang belum pernah ia berdandan secantik itu. Suaminya pun menyetubuhi Ummu Sulaim. Ketika Ummu Sulaim melihat suaminya telah puas dan telah menyetubuhi dirinya, ia pun berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada suatu kaum meminjamkan sesuatu kepada salah satu keluarga, lalu mereka meminta pinjaman mereka lagi, apakah tidak dibolehkan untuk diambil?” Abu Thalhah menjawab, “Tidak.” Ummu Sulaim, “Bersabarlah dan berusaha raih pahala karena kematian putramu.” Abu Tholhah lalu marah kemudian berkata, “Engkau biarkan aku tidak mengetahui hal itu hinggga aku berlumuran janabah, lalu engkau kabari tentang kematian anakku?” Abu Thalhah pun bergegas ke tempat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan apa yang terjadi pada beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun mendo’akan, “Semoga Allah memberkahi kalian berdua dalam malam kalian itu.” Akhirnya, Ummu Sulaim pun hamil lagi.
Source: HR. Muslim No. 2144

Walaupun dengan perasaan sedih karena kehilangan anak mereka, Abu Thalhah dan Ummu Sulaim tetap tegar dan berada di jalan Allah. Sampai akhirnya mereka dikaruniai lagi anak lelaki yang diberi nama Abdullah bin Abu Thalhah.

Ummu Sulaim Ikut Berjihad

Keistimewaan Ummu Sulaim ternyata tidak hanya kesabaran dan ketabahannya dalam menerima cobaan dari Allah. Walaupun beliau seorang wanita, hal itu tidak membuatnya takut untuk terjun ke medan perang. Ummu Sulaim dan beberapa muslimah lainnya pergi untuk berjuang di Perang Uhud. Di sana mereka membawakan air untuk para pejuang yang kehausan.

Faedah yang dapat kita ambil adalah bahwa sebagai seorang istri kita diwajibkan untuk menghias diri hanya kepada suami kita. Seperti yang sudah disebutkan dalam hadist HR. Muslim No. 2144, Ummu Sulaim berdandan begitu cantik di hadapan suaminya untuk setelah itu memberitakan kabar putranya yang sudah meninggal. Padahal kita tahu rasanya kehilangan, bukan? Apalagi anak kandung. Bagaimana bisa seorang ibu menahan diri untuk tidak bersedih hati di depan suaminya saat pulang ke rumah dan justru memikirkan cara untuk menyampaikan berita duka tersebut. Masya Allah.

Dan yang kedua adalah, saat Ummu Sulaim teguh pada keyakinannya; Islam, mantan suaminya yaitu Malik pergi meninggalkan dirinya dan anaknya. Tapi beliau tetap yakin berada di jalan Allah dan tidak sedikit pun ragu untuk terus bersabar atas cobaannya itu. Dengan keteguhan hatinya, maka Allah pun gantikan dengan yang jauh lebih baik. Dari hasil pernikahannya dengan Abu Thalhah, ia memiliki putera yang melahirkan Sembilan keturunan yang semuanya adalah para penghafal Al-Qur’an. Bahkan mereka menjadi para ulama yang sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi.

Artikel ini dilansir dari https://rumaysho.com/3539-kisah-rumaysho-ummu-sulaim-yang-begitu-penyabar.html


Semoga informasi yang saya sampaikan ini bisa menjadi inspirasi kita semua untuk menjadikan pribadi muslimah yang lebih baik. Jadikan kisah Ummu Sulaim ini pelajaran bahwa jika ingin belajar menjadi penghuni surga, maka belajarlah menjadi muslimah yang penyabar, teguh di jalan Allah dan tidak berputus asa meskipun banyak hal yang membuat kita bersedih hati dan kecewa. Karena Allah tidak akan memberatkan hamba-Nya dalam menerima ujian. Yuk muhasabah diri mulai dari sekarang!

Lidya O. Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Related Tags
Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS