4003
  2017-06-15       blog.noicey.com

Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Kalian sudah tahu belum doa berbuka puasa yang sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW?

Lidya O. 3,376 views

Assalamu'alaikum Moeslemates. Bagaimana puasanya hari ini? Lancarkah? Semoga selalu diberikan kelancaran oleh Allah ya. Nah, di artikel kali ini saya akan membahas tentang doa berbuka puasa yang shahih yang berbeda dari yang kita ketahui dulu sewaktu kecil.

Doa Berbuka Puasa Yang Dikenal Masyarakat

Bacaan doa ini:

“Allahuma lakashumtu wabikaa amantu wa’alaa rizqika afthartu birahmatika yaa arhamaarraahimiin.”

yang memiliki arti:

“Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, atas rezeki-Mu aku berbuka, aku memohon Rahmat-Mu wahai Dzat yang Maha Penyayang.”

ternyata merupakan doa yang terdapat di dalam hadist dho'if lho Moeslemates.

Dari Ibnu Abbas, ia berkata : “Nabi shallalllahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim.” (artinya: Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki dari-Mu kami berbuka. Ya Allah! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
Source: Riwayat Daruqutni di kitab Sunannya, Ibnu Sunni di kitabnya ‘Amal Yaum wa- Lailah No. 473. Thabrani di kitabnya Mu’jamul Kabir
Dari Muadz bin Zuhrah, bahwasanya telah sampai kepadanya, sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan: "Allahumma Laka Sumtu wa ‘Alaa Rizqika Aftartu."
Source: Riwayat Abu Dawud No. 2358, Baihaqi 4:239, Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Suni
Dari Anas, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berbuka beliau mengucapkan, ‘Bismillah, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rezekika Aftartu.” (artinya: Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rezeki dari-Mu aku berbuka).
Source: Riwayat Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir, Hal. 189 dan Mu’jam Auwshath

Ketiga hadist di atas merupakan hadist-hadist yang lemah dan sebaiknya dihindari jika sudah tahu yang benar. Namun bukan berarti kita salah lho, hanya saja kurang tepat. Jika kalian masih merasa ragu maupun kurang yakin, kalian boleh kok bertanya langsung ke ulama, guru, ustadzah, maupun mereka-mereka yang memperdalam agama di tanah Arab dan mendapatkan gelar Lc. Dengan banyak bertanya dan mencari tahu tentunya akan menambah pengetahuan kita dan menyadari betapa kita butuh untuk menuntut ilmu agama, bukan?

Nah, kalau gitu doa berbuka puasa yang shahih yang seperti apa tuh?

Doa Berbuka Puasa Yang Shahih

Dari Ibnu Umar radhiallahu ‘anhuma, beliau mengatakan:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila beliau berbuka, beliau membaca: “Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…”
Source: HR. Abu Daud 2357, Ad-Daruquthni dalam sunannya 2279, Al-Bazzar dalam Al-Musnad 5395, dan Al-Baihaqi dalam As-Shugra 1390. Hadist ini dinilai hasan oleh Al-Albani.
Dilihat dari arti doa di atas, dzahir menunjukkan bahwa doa ini dibaca setelah orang yang berpuasa itu berbuka. Syiakh Ibnu Utsaimin menegaskan:

“Hanya saja, terdapat doa dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, jika doa ini shahih, bahwa doa ini dibaca setelah berbuka. Yaitu doa: Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu…dst. Doa ini tidak dibaca kecuali setelah selesai berbuka.”
Source: Al-Liqa As-Syahri, No. 8, dinukil dari Islamqa.com

Keterangan yang sama juga disampaikan dalam Fatawa Syabakah Islamiyah, No. 7428.

Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Daud (2357), Ad Daruquthni (2/401), dan dihasankan (dinyatakan baik) oleh Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqalani di Hidayatur Ruwah, 2/232 juga oleh Al-Albani di Shahih Sunan Abi Daud. Hadits lengkapnya adalah:

Dan satu lagi nih Moeslemates yang penting untuk kita ketahui, yaitu urutan yang tepat untuk berdoa ketika berbuka puasa:

1. Membaca basmalah sebelum makan kurma atau minum (berbuka).
3. Membaca doa berbuka: Dzahaba-zh Zama’u, dst.
3. Mulai berbuka.


Bagaimana Moeslemates? Sekarang kalian sudah tahu kan bacaan doa berbuka puasa yang shahih? Banyak sekali penjelasan yang bisa kalian ketahui jika ingin memperdalam tentang bagaimana hadist-hadist itu muncul. Bahkan banyak lho hadist-hadist palsu yang tersebar di masyarakat kita. Bukan lagi sekadar hadist lemah atau hadist dho'if, tapi ini sudah dalam level yang wajib kita hindari karena kepalsuannya.

Mudah-mudahan Allah berikan terus kepada kita kesempatan untuk menuntut ilmu dan memperbaiki diri lebih baik lagi. Jangan lupa banyak berdoa di waktu-waktu berpuasa ya. Wassalamu'alaikum.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS