391
  2016-08-04       c1.staticflickr.com

Bercanda Ala Rasulullah SAW

Tertawa adalah fitrahnya manusia. Menertawakan sesuatu yang lucu dan jenaka tidak dilarang oleh Islam, akan tetapi ada hal-hal yang harus diperhatikan. Apa saja itu?

Lidya O. 822 views

Salah satu obat penghilang stres yang ampuh adalah dengan bersenda gurau. Biasanya, orang Indonesia cenderung senang bercanda dengan teman sebaya, keluarga, kolega, bahkan bos mereka. Islam tidak melarang umatnya untuk bercanda atau membuat cerita jenaka agar orang lain tertawa. Tapi, ada beberapa poin penting yang ditegaskan Rasulullah SAW ketika kita akan bercanda. Untuk lebih lengkapnya, simak ulasan berikut ini yuk.

Bercanda Menurut Pandangan Islam

Rasulullah SAW senang bercanda dengan istri, sahabat, maupun sanak saudaranya di waktu senggang beliau. Tujuannya adalah untuk membuat hati mereka gembira. Candaan Rasulullah SAW tidak berlebihan, bahkan walaupun dalam keadaan bercanda, beliau selalu berkata benar.

Dituturkan ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha:

مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّه صلىاللّه عليه وسلم مُستَجْمِعًا قَطُّ ضَا حِكًا حَتَّى تُرَى مِنْهُ لَهَوَاتُهُ إِنَمَا كَانَ يَتَبَسَّمُ

"Aku belum pernah melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan lidahnya, namun beliau hanya tersenyum." (Bukhari Muslim)

"Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam: ’Wahai, Rasulullah! Apakah engkau juga bersenda gurau bersama kami?’ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Betul, hanya saja aku selalu berkata benar." (Ahmad)

Nah, dari kedua Hadist di atas kita dapat mengetahui betapa Rasulullah SAW sangat menjaga perasaan orang lain. Ketika akan melontarkan candaan, beliau akan memikirkan hal-hal yang membuat orang yang mendengarkannya merasa senang. Dan sebaliknya, bercanda sampai membuat orang lain tersinggung atau sakit hati hanya akan memberikan dampak buruk saja. Setuju tidak, Moeslemates?

Kisah Rasulullah SAW

Source: muslim.or.id

Diriwayatkan dari Al-Hasan radhiallahu ‘anhu, dia berkata, “Seorang nenek tua mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nenek itu pun berkata, ‘Ya Rasulullah! Berdoalah kepada Allah agar Dia memasukkanku ke dalam surga!’ kemudian beliau pun mengatakan, ‘Wahai Ibu si Anu! Sesungguhnya surga tidak dimasuki oleh nenek tua.’
sontak nenek tua itu pun pergi meninggalkan Rasulullah sambil menangis. Beliau pun mengatakan, ‘Kabarkanlah kepadanya bahwasanya wanita tersebut tidak akan masuk surga dalam keadaan seperti nenek tua. Sesungguhnya Allah ta’ala mengatakan: Sesungguhnya kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya.' (QS. Al-Waqi'ah: 35-37)." (HR. At-Tirmidzi)

Kalau kita perhatikan kisah di atas, sebenarnya maksud Rasulullah adalah untuk bercanda kepada si nenek tua tersebut. Tapi, beliau melontarkan candaan dengan kata-kata yang mengandung doa. Ini yang patut kita tiru! Kenapa tidak kita coba ganti gaya candaan kita dengan menggunakan kalimat yang positif?

Berikutnya ada beberapa adab yang harus diperhatikan pada saat kita akan memulai candaan dengan orang lain. Di antaranya sebagai berikut:

1. Luruskan Niat

Source: i0.wp.com

Mengapa kita harus meluruskan niat? Niat akan sangat berpengaruh pada perbuatan yang akan kita lakukan sebelum benar-benar terjadi. Kalau niat kita baik untuk membuat orang lain senang dan merasa nyaman dengan kita, hasilnya pun akan baik. Tapi sebaliknya, kalau kita hanya menyimpan dendam dan berencana untuk menyakiti orang lain lewat candaan kita, dampaknya akan menjadi buruk. Bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga orang lain yang mendengarkannya.

2. Tidak Berbohong

Source: cdn.klimg.com

Berbohong atau mengatakan yang tidak benar dapat menimbulkan fitnah di kemudian hari. Begitu pun pada saat kita hendak bercanda. Rasulullah senang bercanda dengan perkataan-perkataan yang bagus lho Moeslemates. Malah candaan Rasulullah itu bisa dibilang sangat indah kata-katanya!

3. Tidak Menyakiti Orang Lain

Sebagai manusia yang fitrahnya bisa merasakan senang maupun kecewa, seharusnya kita sadar untuk tidak menyakiti hati orang lain pada saat hendak bercanda. Moeslemates tahu tidak bahwa di dunia ini ada karakter manusia yang selalu menutupi kekesalannya. Ketika amarahnya memuncak, hatinya tidak sanggup lagi menahan emosi dan pada akhirnya orang ini akan melakukan pembalasan dendam yang kejam. Orang-orang dengan karakter pendiam seperti ini jauh lebih membahayakan daripada orang biasanya.

4. Jangan Melewati Batas

Tertawa tapi tidak memperlihatkan gigi sudah menjadi tawa khas Rasulullah yang disenangi para sahabatnya. Tapi masih banyak dari kita yang tertawa sampai jungkir balik, sakit perut, dan melakukan hal-hal ekstrim lainnya. Selain itu, kita juga harus memperhatikan dengan siapa kita bercanda, bagaimana karakternya, obrolan apa saja yang cocok untuk dijadikan candaan, dan semacamnya. Jangan sampai kita keasyikan bercanda sampai ada pihak lain yang merasa dirugikan.

5. Hindari Candaan yang Bersifat Menuduh, Meremehkan dan Menghina

Source: muslim.or.id

Rasulullah menganjurkan kepada kita untuk bertutur kata yang baik saat sedang bercanda. Menuduh orang lain tanpa ada bukti yang pasti jelas akan menjadi perbuatan yang sangat dilarang Allah SWT. Sama juga dengan merendahkan atau menghina kekurangan orang lain. Setiap manusia ditakdirkan untuk memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Tapi apa untungnya kita menjadikan kekurangan atau ketidaksempurnaan orang lain sebagai objek candaan kita?

Kelima poin di atas cukup menegaskan kita bahwa candaan ala Rasulullah tidak ada yang mengandung unsur menjatuhkan, menghina, meremehkan, atau pun bertutur kalimat yang menyakiti orang lain. Yuk kita mulai membiasakan diri kita untuk bercanda sesuai dengan apa yang diperintahkan Allah SWT dan Rasul-Nya.

Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Lidya O.
Lidya O.
Japanese Language Teacher & Interpreter.

no comments

Follow Moeslema on SNS