3863
  2017-06-08       astridputrinda.blogspot.com

5 Inspirasi Baju Pengantin Tradisional Muslim

Berjilbab tapi ingin mengenakan baju adat tradisional saat menikah? Bisa banget! Ini inspirasinya.

Fany Darrienda 1,165 views

Assalamu'alaikum, Moeslemates!
Betapa beruntungnya kita tinggal di Indonesia yang kaya akan budaya.
Masing-masing daerah pun memiliki ciri khasnya sendiri, baik dari bahasa, kuliner sampai ke tempat tinggal bahkan busana yang dikenakan ketika menikah.
Banyak orang Islam terutama muslimah yang ingin mengenakan baju adat daerahnya saat menikah namun terganjal masalah jilbab.
Padahal tidak perlu khawatir. Tidak perlu sampai membuka aurat juga hanya karena ingin berbaju adat saat menikah. Di zaman penuh inovasi ini busana pernikahan pun dimodifikasi sehingga ramah muslim namun tetap menonjolkan ciri khasnya.
Kita intip yuk!

Adat Betawi

Baju pengantin tradisional Betawi merupakan perpaduan Arab, Tionghoa, dan Minang.
Sentuhan Arab terasa pada busana pria, sedangkan busana wanitanya lebih menyerupai busana Tionghoa.

Source: pinterest.com

Hampir sama seperti baju adat Minang, baju adat Betawi didominasi warna merah dan emas tapi untuk acara akad nikah nuansa putih dan emas pun tetap menciptakan kesan simpel namun elegan.
Jilbab warna emas yang dikenakan semakin menambah kesan mewah.

Adat Jawa

Baju pengantin tradisional adat Jawa memiliki dua 'aliran' yaitu Solo dan Jogja.
Secara garis besar sih sama, yang membedakan hanya hiasan kepalanya saja.

Baik Solo maupun Jogja, keduanya memiliki paes.
Apa itu paes?
Itu loh, hiasan berwarna hitam yang digambar di dahi pengantin wanita.
Meskipun berjilbab, tetap bisa kok berpaes.

Adat Sunda

Source: pesonahijab.net

Baju pengantin tradisional Sunda mirip dengan adat Jawa.
Bedanya pada perhiasan kepala dan tidak memakai paes.

Adat Minang

Merah dan emas adalah warna khas baju tradisional Minang.
Kedua warna tersebut melambangkan kemewahan.
Busana pernikahan tradisional Minang mirip dengan baju adat Betawi namun pada pengantin wanita tidak terdapat 'tirai' yang menutupi wajahnya dan hiasan kepalanya lebih banyak dan tinggi dibanding busana pengantin wanita Betawi.
Meskipun berjilbab, ciri khas Minang masih menonjol kan?

Adat Sumatera

Source: instagram.com

Meskipun telah dimodifikasi, namun ciri khas Sumatera masih terlihat pada hiasan kepala yang dikenakan kedua mempelai.
Warna putih yang dipilih pun tidak mengurangi keanggunan baju adat aslinya.

Agama dan budaya memang dua hal yang berbeda.
Tetapi sebagai warga negara Indonesia sudah sepatutnya kita melestarikan budaya negara sendiri dan sebagai umat Islam harus melaksanakan kehidupan sesuai syariatnya.
Nyatanya, budaya dan agama pun bisa dipadupadankan dengan apik lewat busana pernikahan kan? Berbaju adat namun tidak melanggar norma Islam.
Semoga terinspirasi ya, Moeslemates.
Wassalamu'alaikum!

Fany Darrienda Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mo...
Like our facebook page if you like this article!
Category: ISLAM


Curator Introduction
Fany Darrienda
Fany Darrienda
Postgraduate Student | Half-time house-wife | Fulltime mother

no comments

Follow Moeslema on SNS